Meski Bergerak Sideways, IHSG Masih Berpotensi Cetak Rekor Baru Lagi

Wall Street menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, terpicu oleh hasil solid pada laporan pendapatan kuartal keempat perbankan dan kenaikan penjualan ritel yang mendorong optimisme investor mengenai pertumbuhan ekonomi AS. Dow Jones membukukan penutupan tertinggi keenam tahun ini, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat delapan rekor tertinggi dari sembilan hari perdagangan pertama di 2018. Dow Jones ditutup naik 228,46 poin (+0,89%) menjadi 25.803,19, S&P 500 menguat 18,68 poin (+0,67%) ke level 2.786,24 dan Nasdaq bertambah 49,29 poin (+0,68%) menjadi 7.261,06. Selama sepekan, Bursa Saham AS mencatatkan penguatan, dengan Dow Jones melonjak +2,01%, S&P 500 meningkat +1,57% dan Nasdaq menanjak +1,74%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 16,275 poin (-0,25%) ke  level 6.370,065 pada akhir pekan. Walaupun turun, tapi investor asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 183 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat sebesar +0,26%, dengan total net buy investor asing mencapai Rp. 1,06 triliun di pasar reguler.

Setelah mengukir rekor baru, IHSG bergerak variatif dengan berkonsolidasi dikisaran terbatas sepanjang pekan lalu. Sepekan terakhir pergerakan IHSG cenderung bergerak sideways, karena dipengaruhi oleh stabilitas harga komoditas dunia. Untuk pekan ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG berpeluang kembali mencetak rekor baru mengikuti pergerakan bursa saham global yang masih melanjutkan penguatannya.

Technically, IHSG masih dalam kondisi uptrend meskipun memiliki kecenderungan sideways dalam jangka pendek. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik diatas centreline dengan kecenderungan bergerak mendatar. Dari kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak positif dalam fase uptrend jangka pendek, namun cenderung konsolidasi. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 6.342 pada pekan ini, dengan resistance terdekat di level 6.445 yang merupakan level tertinggi yang pernah dicapai. Apabila dapat dilewati, maka IHSG akan menuju target selanjutnya di level 6.500.

Untuk pekan ini, pergerakan IHSG akan diperngaruhi oleh sentimen dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri, rilis data neraca perdagangan diprediksi masih akan berada di posisi surplus sehingga diperkirakan akan mendorong laju IHSG di hari senin awal pekan besok. Sedangkan pada hari selasa, pelaku pasar menanti hasil RDG BI yang kemungkinan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%. Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Selasa 16 Januari 2018 : Rilis data inflasi Inggris
  • Rabu 17 Januari 2018 : Rilis data inflasi zona eropa
  • Kamis 18 Januari 2018: Rilis data GDP China, Rilis data kepercayaan konsumen dan data pekerjaan Australia, Rilis data klaim pengangguran dan persediaan minyak AS
  • Jum’at 19 Januari 2018 : Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis indeks sentimen konsumen AS

Setelah sempat menyentuh level tertinggi di 6.445 pada perdagangan awal tahun, IHSG sedikit berkonsolidasi. IHSG masih dalam pola uptrend dengan kecenderungan sideways dalam jangka pendek. Meskipun IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan mencetak rekor baru lagi, namun tetap perlu berhati-hati. Posisi IHSG yang terus mengukir rekor baru dan sudah tinggi membuat rawan terjadi profit taking bila muncul sentimen negatif pada market.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif serta muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *