Terus Mencetak Rekor, IHSG Berpotensi Untuk Bekonsolidasi Wajar

Bursa  wall street ditutup menguat pada akhir pekan didorong oleh ekspektasi kinerja perusahaan yang kuat.  Sektor saham konsumsi memimpin penguatan terdorong pernyataan analis yang memperkirakan pajak lebih rendah dapat meningkatkan pendapatan perseroan. Disisi lain, Senat AS tengah berpacu mencegah berhentinya operasional pemerintahan AS jelang batas waktu sampai 16 Februari untuk menghindari penutupan lembaga akhir pekan depan. Dow Jones naik 53,91 poin (+0,21%) ke posisi 26.071,72, S&P 500 menguat 12,27 poin (+0,44%) ke level 2.810,3 dan Nasdaq bertambah 40,33 poin (+0,55%) menjadi 7.336,38. Secara mingguan, Bursa saham AS melanjutkan penguatannya menjadi tiga pekan berturut-turut didorong musim laporan keuangan. Dalam sepekan Dow Jones naik +1,04%, S&P 500 menguat +0,86% dan Nasdaq bertambah +1,04%.

Dari dalam negeri, IHSG pada akhir pekan ditutup menguat 18,229 poin (+0,28%) ke level 6.490,896, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Namun walaupun naik, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 931 miliar di pasar reguler. Selama sepekan IHSG mencatatkan penguatan +1,9%, dengan investor asing tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp. 1,17 Triliun di pasar reguler.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG berhasil mencetak rekor baru lagi, meskipun sempat bergerak sideways.  Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan masih positifnya bursa saham global, terutama terkena imbas penguatan pasar komoditas, menjadi katalis pendorong laju IHSG. Prospek makro ekonomi Indonesia yang sehat dan rendahnya inflasi, mendorong BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%, menjadi katalis positif bagi IHSG pada pekan lalu.

Disisi lain, ekonomi China pada kuartal IV 2017 tumbuh sebesar 6,8%, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 6,7%. Dengan pencapaian tersebut, maka sepanjang tahun 2017 pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,9%. Angka ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah sekitar 6,5% dan melampaui pertumbuhan pada 2016 yang hanya sebesar 6,7%. Kuatnya pertumbuhan ekonomi China berimbas pada penguatan harga di pasar komoditas. Kondisi ini mendorong saham-saham berbasis komoditas menguat pada IHSG sepanjang pekan kemaren. Dalam sepekan sektor pertambangan memimpin penguatan indeks sektoral dengan mendaki +4,8%.

IHSG makin mendekati level 6.500. Secara teknikal IHSG masih dalam kondisi uptrend setelah melanjutkan penguatannya. Sepekan terakhir IHSG terus bergerak menguat tanpa ada koreksi, dengan mencatatkan kenaikan 5 hari berturut-turut. Kondisi ini membuat IHSG berpotensi untuk bergerak variatif dengan berkonsolidasi dan cenderung terjadi profit taking pada pekan ini.

Technically, IHSG masih dalam kondisi uptrend dan kemungkinan berpeluang menembus level 6.500, meskipun ada potensi terjadi profit taking. Hal ini wajar karena mengingat indeks sudah naik cukup tinggi selama sepekan terakhir.  Indikator teknikal MACD masih bergerak naik diatas centreline dengan kecenderungan bergerak mendatar, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak positif dalam fase uptrend jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran support 6,400 dan resistance di level 6.550.

Minggu ini tidak ada data penting dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Selasa 23 Januari 2018 : Kebijakan ekonomi dan suku bunga Jepang, Rilis data kepercayaan konsumen dan sentimen ekonomi zona eropa
  • Rabu 24 Januari 2018 : Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data pendapatan rata-rata dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data persediaan minyak AS
  • Kamis 25 Januari 2018: Kebijakan suku bunga dan Pernyataan ECB
  • Jumat 26 Januari 2018 : Rilis data inflasi Jepang dan kebijakan moneter BOJ, Rilis Data GDP Inggris, Rilis data durable goods orders dan GDP AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pasca terus mencetak rekor tertinggi, IHSG diperkirakan akan mengalami konsolidasi ke arah sideways untuk minggu ini. Dengan minimnya sentimen pada pekan ini, ada peluang IHSG untuk bergerak variatif cenderung mengalami koreksi wajar.  Untuk itu disarankan tetap hati-hati dan safe trading. Selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market tiba-tiba menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian atau force majeure sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *