Global Market Entering A Zone Of Turbulence, What Should To Do?

Setelah berfluktuasi dengan volatilitas yang cukup tinggi, Bursa Wall Street akhirnya di tutup menguat pada akhir pekan. Penguatan ini memberikan sedikit angin segar kepada investor karena pada hari-hari sebelumnya Wall Street mengalami guncangan yang cukup hebat. Indeks Dow Jones turun lebih dari 1.000 poin sebanyak dua kali dalam satu pekan dan mencatat penurunan 10% dari posisi tertingginya pada penutupan Kamis lalu, sebelum akhirnya rebound pada akhir pekan kemaren. Dow Jones ditutup naik 330,44 poin (+1,38%) menjadi 24.190,9, S&P 500 menguat 38,55 poin (+1,49%) menjadi 2.619,55 dan Nasdaq meningkat 97,33 poin (+1,44%) menjadi 6.874,49. Sepanjang pekan lalu, ketiga indeks utama bursa saham AS mengalami kerugian besar, dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing merosot -5,21%, -5,16% dan -5,06%.

Sementara dari dalam negeri, menutup perdagangan akhir pekan IHSG turun 39,111 poin (-0,60%) ke level 6.505,523. Investor asing mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 1,78 triliun. Selama sepekan terakhir, IHSG tercatat turun -1,86%, dengan investor asing menorehkan penjualan bersih sebesar Rp 5,15 Triliun di pasar reguler.

Laju IHSG terseret negatifnya laju mayoritas bursa saham dunia. Pelemahan Bursa Wall Street yang signifikan memberikan tekanan yang hebat terhadap bursa saham global, termasuk IHSG. Kekhawatiran pasar akan percepatan kenaikan tingkat suku bunga AS oleh The Federal Reserve membuat pasar saham dunia tertekan. Pelaku pasar global melakukan pelepasan aset di bursa saham dan lebih cenderung memburu dollar AS yang mendapatkan efek positif dari data-data ekonomi AS yang membaik di atas ekspektasi. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah dan sempat menyentuh level 13.650/USD.

“Koreksi yang dialami oleh bursa saham AS masih bisa dibilang wajar untuk saat ini. Sebelumnya, pasar merespons positif kebijakan pemangkasan pajak AS, yang berpotensi meningkatkan keuntungan korporasi emiten perusahaan AS, sehingga mendorong naik rally bursa Wall Street. Namun ketika pasar melihat suku bunga AS berpotensi mengalami kenaikan lebih agresif, maka valuasi saham di AS terlihat terlalu tinggi. Penyebabnya adalah kenaikan suku bunga AS membuka peluang turunnya laba korporasi akibat cost of fund yang lebih besar. Kondisi ini membuat pelaku pasar berbalik arah dengan melepas saham agar valuasinya menjadi rasional.”

Untuk pekan ini, laju pergerakan IHSG masih tidak bisa jauh dari sentimen negatif pasar dunia. Tekanan yang dialami oleh Bursa Wall Street dan mulai turunnya harga minyak, batu bara serta harga komoditas global lainnya akan menjadi sentimen negatif pemberat laju IHSG. Disisi lain, kenaikan rating Indonesia dan rilis kinerja laporan keuangan, dinilai bisa menjadi daya ungkit bagi IHSG ditengah sentimen negatif dari bursa global. Secara teknikal IHSG masih dalam fase konsolidasi dan mulai membentuk pola downtrend channel dalam jangka pendek (garis paralel menurun warna hitam pada gambar chart di bawah ini).

Diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran area support 6.344 dan resistance di 6.582 pada pekan ini. Indikator teknikal Stochastic golden cross, sedangkan MACD masih bergerak turun tapi diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Minggu ini pelaku pasar mencermati rilis data perdagangan dan eksport import serta BI rate pada hari kamis. Diperkirakan Indonesia akan kembali mencatatkan surplus perdagangan sekitar US$ 700 juta untuk bulan Januari dan BI rate diperkirakan akan tetap atau tidak berubah. Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Hari Selasa 13 Februari 2018 : Rilis indeks keyakinan bisnis Australia, Rilis data inflasi Inggris
  • Rabu 14 Februari 2018 : Rilis indeks kepercayaan konsumen Australia, Rilis data GDP Jepang, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data inflasi, penjualan ritel dan cadangan minyak AS
  • Kamis 15 Februari 2018: Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data harga produsen AS
  • Jum’at 16 Februari 2018 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data ijin bangunan AS

Walaupun fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus, tapi mengingat pasar bisa volatile dan capital outflow masih cukup besar, maka diperlukan prinsip manajemen resiko yang baik. Terutama untuk trader dengan modal terbatas harus tetap waspada dalam mengatur money manajemen dengan memperketat manajemen risiko. Langkah antisipasi diperlukan dengan menyediakan porsi kas yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi trading jangka pendek.  Sementara bagi investor, jika volatilitas meningkat dan  koreksi terjadi pada saham-saham yang berkinerja bagus, justru bisa dimanfaatkan untuk masuk di harga murah. Cermati saham-saham emiten dengan pertumbuhan kinerja yang positif dan memiliki peningkatan kinerja yang bisa dipertahankan secara konsisten. Apabila terjadi koreksi pada saham-saham tersebut gunakan sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi buy.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk trader disarankan tetap berhati-hati dengan melakukan safe trading. Selalu kontrol resiko dan atur money manajemen dengan baik. Sedangkan bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah, karena mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *