Keluar Dari Short Term Down Trend Channelnya, IHSG Masih Cenderung Bergerak Sideways

Bursa saham AS ditutup bervariasi pada akhir pekan.  Salah satu sentimen wall street jelang akhir pekan adalah rilis data ekonomi yang keluar, yaitu data pembangunan rumah yang meningkat pada bulan Januari. Dow Jones mencetak kenaikan dalam enam hari berturut-turut, dengan naik tipis 19,01 poin (+0,08%) ke posisi 25.219,38. Sedangkan S&P 500 menguat tipis 1,02 poin (+0,04%) berakhir di posisi 2.732,22, dan Nasdaq melemah 16,96 poin (-0,23%) ke level 7.239,47. Bursa saham AS rebound dari koreksi yang sempat terjadi karena didorong oleh kekhawatiran inflasi meningkat pada Februari. Namun rilis data penjualan ritel yang sedikit melemah, tidak terlalu membuat investor khawatir lagi akan inflasi pada pekan ini. Selama sepekan Wall Street rebound dan mencatat kenaikan mingguan terbaik sejak 2013. Sepanjang pekan lalu, ketiga indeks utama bursa saham AS mengalami rally besar, dengan Dow Jones menguat +4,25%, S&P 500 meningkat +4,3% dan Nasdaq melonjak +5,31%.

Sementara dari dalam negeri, menutup perdagangan sebelum libur panjang akhir pekan menyambut tahun baru imlek, IHSG turun tipis 2,818 poin (-0,04%) ke level 6.591,583. Investor asing mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 274 milyar.  Selama sepekan, IHSG berhasil rebound usai alami koreksi tajam pada pekan sebelumnya dengan naik +1,32%. Meski menguat dalam sepekan, investor asing masih melakukan aksi jual dengan mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 1,541 triliun sepanjang pekan terakhir.

Rebound IHSG pekan lalu seiring dengan pulihnya bursa saham dunia yang juga menguat usai koreksi tajam pada pekan sebelumnya. Penguatan IHSG terjadi ditengah keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuan di posisi 4,25% dan rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Januari 2018 yang kembali mengalami defisit sebesar US$ 670 juta.

Sementara untuk pekan ini, laju pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh pergerakan pasar saham dunia khususnya AS. Perhatian pelaku pasar masih akan terfokus ke arah pergerakan bursa Wall Street. Di sisi lain, laporan keuangan emiten akan menjadi sentimen positif dan pendorong bagi laju IHSG.

Dari sisi teknikal, IHSG telah berhasil breakout dari downtrend channel jangka pendeknya. Walaupun berhasil menguat dan telah break out dari short term down trend channelnya, namun technically IHSG masih dalam fase sideways. Indikator teknikal terlihat bergerak mixed, dimana Stochastic bergerak naik, sedangkan MACD bergerak mendatar. Dari kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dan cenderung bergerak siedways. IHSG terlihat masih bergerak dikisaran support 6.426 dan resistance di 6.686.

Meredanya kehawatiran akan inflasi AS yang bakal meningkat cepat, membuat pasar saham dunia mulai stabil. Kecemasan investor berangsur-angsur pulih dan volatilitas mulai menurun. Pelaku pasar kembali beradaptasi dengan kinerja keuangan perusahaan dan data ekonomi. Untuk minggu ini tidak ada data dan kejadian ekonomi penting dari dalam negeri.  Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 19 Februari 2018: Rilis data neraca perdagangan Jepang.
  • Selasa 20 Februari 2018 : Pernyataan Gubernur BOE Carney, Meeting kebijakan moneter Australia, Rilis indeks sentimen ekonomi Jerman, Rilis data keyakinan konsumen zona eropa
  • Rabu 21 Februari 2018 : Rilis data manufaktur PMI zona eropa, Rilis data pendapatan dan inflasi Inggris
  • Kamis 22 Februari 2018: Laporan meeting The Fed, Rilis data GDP Inggris, Rilis cadangan minyak AS, Meeting Kebijakan moneter ECB
  • Jum’at 23 Februari 2018 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data inflasi zona eropa

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun IHSG dalam minggu ini masih akan mampu melanjutkan penguatannya, namun diperkirakan indeks masih dalam fase konsolidasi. IHSG kemungkinan masih bergerak dalam pola sideways di area terbatas. Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada laporan meeting The Fed pada pertengahan pekan. Untuk itu disarankan tetap berhati-hati dengan melakukan safe trading. Selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market kembali menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian (force majeure) sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa dimanfaatkan dengan melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *