Pasca Mencetak Rekor, IHSG Rehat Dan Kembali Berkonsolidasi

Bursa saham AS mencatatkan reli pada akhir pekan, terangkat oleh kenaikan saham sektor teknologi, utility dan energi. Sentimen positif datang dari pernyataan The Fed yang menyebut bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan tetap stabil dan tidak melihat adanya risiko yang serius. Hal ini membuat kekhawatiran kenaikan Fed Rate pada tahun ini berkurang dan menyebabkan imbal hasil obligasi AS menjadi turun. Investor menduga The Fed hanya akan menaikan tingkat suku bunga acuannya sebanyak tiga kali pada tahun ini. Dow Jones ditutup naik 347,51 poin (+1,39%) ke level 25.309,99, S&P 500 meningkat 43,34 poin (+1,6%) ke angka 2.747,3 dan Nasdaq menguat 127,3 poin (+1,77%) menjadi 7.337,39. Dalam sepekan, Bursa Wall Street berada pada jalur positif dengan Dow Jones mencatatkan kenaikan +0,36%, S&P 500 bertambah +0,55% dan Nasdaq menguat +1,35%.

Dari dalam negeri, IHSG menguat 26,743 poin (+0,41%) ke posisi 6.619,804 pada akhir pekan. Investor asing melakukan aksi jual Rp 51 miliar di pasar reguler. Selama sepekan, IHSG berhasil melanjutkan kenaikannya dengan menguat tipis +0,43%. Namun penguatan IHSG pada pekan lalu tidak diikuti oleh masuknya aliran dana asing. Investor asing masih melakukan aksi jual dengan mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 144 milyar dalam sepekan.

Sentimen yang mewarnai pergerakan IHSG pada pekan lalu terutama datang dari rilis notulensi pertemuan The Fed bulan Januari 2018 lalu, yang melihat adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi AS dan diikuti inflasi. Pasar pun bereaksi terhadap risalah The Fed, sehingga membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencatatkan level tertinggi dalam 4 tahun dan menyebabkan bursa saham sempat bergejolak pada pertengahan pekan. Sementara dari dalam negeri, pemerintah menghentikan sementara proyek infrastruktur khususnya proyek layang di seluruh Indonesia. Penghentian sementara itu membuat saham-saham sektor konstruksi BUMN tertekan sepanjang pekan lalu.

Bauran sentimen tersebut membuat IHSG bergejolak sepanjang pekan lalu dengan bergerak bervariatif. Setelah sempat berhasil mencetak rekor all time high di level 6.693 pada awal pekan, IHSG berbalik arah dan kembali turun di pertengahan pekan dengan meninggalkan level 6.600, sebelum akhirnya rebound pada akhir pekan dengan ditutup di level 6.619.  Secara teknikal IHSG masuk dalam fase sideways dalam jangka pendek, dengan bergerak dikisaran support 6.445, sedangkan resistance di 6.689. Indikator teknikal bergerak mixed, dimana Stochastic death cross dan bergerak turun keluar dari area over bought, sementara MACD menurun dengan cenderung bergerak sideways. Dari kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas.

Sementara dari luar negeri, resiko pasar tampaknya mulai mereda. Kondisi ini terlihat pada yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun yang turun ke level 2,866 pada akhir pekan kemaren, setelah sempat menembus 2,95 pada pertengahan pekan lalu merespon rilis notulensi pertemuan The Fed. Sedangkan VIX indeks telah turun ke angka 16,49, yang mengindikasikan bahwa kecemasan pelaku pasar mulai mereda. Dari sisi teknikal Dow Jones juga terlihat indikasi akan terjadinya pola V-Shaped Recovery. Saat ini Dow Jones tengah menguat untuk menguji area resistance di level 25.432,42. Apabila resistance tersebut dapat di terombol keatas dan dipertahankan, maka Dow Jones berpotensi untuk menuju level all time high-nya kembali di 26.616,74

Untuk pekan ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data manufaktur dan inflasi bulan februari pada awal bulan hari kamis tanggal 1 maret. Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada Februari 2018 sebesar 0,19% month per month. Sementara dari luar negeri, cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 26 Februari 2018: Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, Rilis data penjualan rumah baru AS
  • Selasa 27 Februari 2018 : Rilis data inflasi Jerman, Rilis data persedian barang tahan lama dan keyakinan konsumen AS, Pernyataan Ketua Fed Powell
  • Rabu 28 Februari 2018 : Rilis data keyakinan konsumen Inggris, Rilis data keyakinan konsumen dan tingkat pengangguran Jerman, Rilis data GDP dan persediaan cadangan minyak AS
  • Kamis 1 Maret 2018: Rilis Data modal swasta Australia, Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis data manufaktur dan tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data manufaktur Inggris, Rilis data manufaktur AS dan Pernyataan Ketua Fed Powell
  • Jum’at 2 Maret 2018 : Rilis data tingkat pengangguran Jepang, Pernyataan PM Inggris Theresa May, Rilis data konstruksi Inggris, Pernyataan Gubernur BOE Carney

Pernyataan Ketua The Fed yang baru Jerome Powell akan menjadi perhatian pelaku pasar. Pernyataan Powell yang pertama kali sebagai Ketua The Fed berpotensi menggerakkan arah pasar financial global pada pekan ini. Jika pernyataannya semakin menguatkan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif, ada kemungkinan pasar saham akan kembali bergejolak. Sementara dari dalam negeri, rilis laporan kinerja keuangan akan mempengaruhi pergerakan saham emiten masing-masing.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG dalam minggu ini diperkirakan masih dalam fase konsolidasi, dengan bergerak sideways di area trading 6.445-6.689. Tetap hati-hati dan melakukan safe trading serta selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market kembali menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian (force majeure) sesaat pada pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa dimanfaatkan dengan melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *