Konsolidasi Berlanjut, IHSG Berada Di Persimpangan

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan. Ketiga indeks utama memangkas penurunan tajam yang terjadi di awal sesi, didukung oleh penguatan saham sektor kesehatan. Setelah sempat turun sebesar 391 poin pada awal perdagangan, Dow Jones membaik dan berakhir melemah 70,92 poin (-0,29%) ke level 24.538,06. Sementara S&P 500 berhasil menguat 13,58 poin (+0,51%) menjadi 2.691,25, dan Nasdaq bertambah 77,31 poin (+1,08%) menjadi 7.257,87, setelah sempat tumbang lebih dari -1% di awal sesi. Meski berhasil rebound, namun ketiga indeks utama saham AS tercatat masih melemah dalam sepekan terakhir. Selama sepekan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun -3,05%, -2,04% dan -1,08%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG turun 23,74 poin (-0,36%) ke level 6.582,31 pada akhir pekan. Investor asing masih keluar dari market dengan mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 691 miliar. Selama sepekan, IHSG cenderung lesu dan berakhir melemah -0,57%, dengan diikuti penjualan bersih oleh pemodal asing sebesar Rp. 2,82 triliun di pasar reguler.

Sepanjang pekan lalu, pergerakan IHSG lebih didominasi oleh sentimen negatif terutama yang berasal dari eksternal. Pidato Ketua The Fed yang baru Jerome Powell di depan Kongres AS yang cenderung hawkish, membuka peluang kenaikan fed rate sebanyak empat kali pada tahun ini. Spekulasi ini membuat pasar saham dunia tertekan dan USD menguat. Kondisi ini juga menekan IHSG dan nilai tukar Rupiah pun melemah mendekati level 13.800/USD. Di sisi lain, keputusan Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif impor baja sebesar 25% dan aluminium 10 % juga turut memberi sentimen negatif pada pasar, karena dikhawatirkan akan memicu perang dagang. Sementara sentimen dari dalam negeri datang dari rilis data inflasi Februari sebesar 0,17% dan inflasi dari tahun ke tahun tercatat rendah sebesar 3,2%, menjadi sentimen positif bagi IHSG disamping rilis kinerja keuangan tahunan emiten yang rata-rata bagus jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kondisi IHSG pada pekan lalu tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya. Ketidak pastian terutama dari kenaikan suku bunga AS, telah membuat pasar cenderung bergerak bervariatif.  IHSG diperkirakan masih akan volatile dan cenderung tertekan, sampai kebijakan moneter akan lebih jelas setelah rapat bank sentral AS pada tanggal 20-21 Maret 2018 mendatang. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam fase sideways jangka pendek, dengan area pergerakan di kisaran range support 6.445 dan resistance di 6.689. Indikator teknikal cenderung bergerak negatif, dimana Stochastic dan MACD masih cenderung bergerak menurun terbatas. Dari kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas menuju area support konsolidasinya dikisaran 6.445.

Minggu ini pelaku pasar masih akan mencermati rilis kinerja keuangan tahunan emiten yang bakal keluar. Sementara itu tidak ada data ekonomi penting domestik, selain rilis data cadangan devisa pada hari rabu. Sedangkan dari luar negeri, cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 5 Maret 2018: Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data sektor jasa AS
  • Selasa 6 Maret 2018 : Kebijakan suku bunga dan pernyataan RBA (Bank Sentral Australia), Rilis data neraca transaksi berjalan dan penjualan ritel Australia
  • Rabu 7 Maret 2018 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data GDP Australia, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data pekerjaan ADP, neraca perdagangan dan cadangan minyak AS
  • Kamis 8 Maret 2018: Rilis data GDP Jepang, Rilis data perdagangan Australia, Rilis data perdagangan China, Keputusan suku bunga euro dan Pernyataan ECB
  • Jum’at 9 Maret 2018 : Rilis data inflasi China, Kebijakan moneter dan suku bunga Jepang, Rilis data perdagangan Jerman, Rilis data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG dalam minggu ini diperkirakan masih akan melanjutkan fase konsolidasinya dengan bergerak fluktutatif dalam pola sideways dikisaran 6.445-6.689. Peluang untuk menembus batas atas ataupun bawah pola konsolidasinya terlihat sama besar, sehingga saat ini IHSG bisa dikatakan dalam persimpangan. Waspadai jika IHSG lepas dari pola sideways-nya, karena berpotensi bergerak kencang ke bawah ataupun keatas tergantung dari penembusan batas level support ataupun resistance-nya. Untuk itu tetap berhati-hati dan lakukan safe trading serta selalu kontrol resiko, terutama jika kondisi market kembali menjadi tidak kondusif dan muncul ketidakpastian (force majeure) sesaat di pasar. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih cukup positif.  Jika terjadi koreksi, bisa dimanfaatkan dengan melakukan buy on weakness pada saham-saham yang masih berkinerja bagus dan memiliki prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *