IHSG Dibayangi Perang Dagang, What Next?

Bursa Wall Street kembali jatuh dalam pada perdagangan akhir pekan, disebabkan oleh kekhawatiran terhadap perang dagang antara AS dengan China. Adanya kekhawatiran soal perang dagang berupa aksi saling balas dan saling proteksi, membuat investor kembali mengelola dan meminimalkan risiko dengan meninggalkan bursa saham untuk sementara waktu. Dow Jones anjlok 424,69 poin (-1,77%) menjadi 23.533,2, S&P 500 kehilangan 55,43 poin (-2,10%) ke level 2.588,26 dan Nasdaq merosot 174,01 poin (-2,43%) menjadi 6.992,67. Dalam sepekan, DJIA terkoreksi hingga -5,67%, S&P 500 melemah -5,95%, dan Nasdaq turun -6,54%.

Secara teknikal, setelah berkonsolidasi membentuk symmetrical triangle pattern, Dow Jones melanjutkan pelemahannya dan berpeluang menguji ke area support 23.360 kembali. Apabila support ini gagal dipertahankan, maka Dow Jones akan melanjutkan trend bearsih jangka pendeknya menuju target dikisaran 21.300-21.500, yang merupakan target dari Fibonacci Extensions 161,8% dan juga target teoritis dari pola symmetrical trianglenya.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 43,376 poin (-0,69%) ke level 6.210,698 pada akhir pekan. Koreksi IHSG tersebut diikuti oleh aksi jual investor asing mencapai sekitar Rp 939 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan kemaren, IHSG terkoreksi -1,49% dengan disertai keluarnya aliran modal asing dari bursa sekitar Rp. 4,12 Triliun di pasar regular selama sepekan.

Pasar saham dunia kembali tertekan sepanjang pekan lalu. Gerak bursa saham global diwarnai oleh hasil pertemuan bank sentral AS. Pada pertemuan 2 hari di pertengahan pekan, The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 bps sesuai perkiraan pasar. Mendekati akhir pekan, bursa saham global kembali rontok setelah pada hari kamis waktu AS, Presiden Donald Trump menandatangani memorandum penerapan tarif bea masuk bagi lebih dari 1.000 produk China yang mencapai sekitar USD 60 miliar untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual. China pun membalas kebijakan AS dengan memberlakukan bea masuk bagi 128 produk AS dan kemungkinan besar jumlahnya akan bertambah. Sementara dari dalam negeri, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap di level 4,25%. Disisi lain, rencana pemerintah untuk menurunkan tarif tol menjadi sentimen negatif bagi saham sektor infrastruktur yang kemudian menekan laju IHSG.

Perang dagang antara AS dan China, dikhawatirkan dapat memicu spekulasi bahwa momentum pertumbuhan ekonomi dunia menjadi terancam. Ketidakpastian global tersebut menjadi pemicu terkoreksinya bursa saham dunia, termasuk IHSG. Akhir pekan kemaren, IHSG sempat anjlok tajam mendekati garis MA 200 dan menyentuh level terendah di 6.085, sebelum akhirnya mampu rebound dan ditutup di level 6.210.

Secara teknikal, IHSG saat ini terlihat bergerak di dalam short term down trend channelnya. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support dikisaran garis MA 200 di level 6.077 dan resistance di 6.346 pada pekan ini. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada di fase downtrend dalam jangka pendek.

Potensi tekanan pada IHSG diperkirakan masih dapat berlanjut. Waspadai koreksi lanjutan dalam jangka pendek, walaupun secara jangka panjang IHSG masih menarik. Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi domestik penting yang di tunggu oleh pelaku pasar. Sementara dari luar negeri juga tidak banyak data dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para investor. Berikut adalah agenda ekonomi luar negeri yang perlu diperhatikan dalam minggu ini:

  • Selasa 27 Maret 2018 : Rilis data keyakinan bisnis zona euro, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 28 Maret 2018 : Rilis data GDP dan cadangan minyak AS
  • Kamis 29 Maret 2018: Rilis data transaksi berjalan dan GDP Inggris, Rilis data pendapatan dan belanja perorangan AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG di awal pekan besok diperkirakan masih belum lepas dari sentimen negatif pasar saham global. Anjloknya bursa saham AS pada penutupan perdagangan akhir pekan kemaren, diperkirakan akan menekan IHSG di awal pembukaan perdagangan pekan ini. Memasuki pertengahan menuju akhir pekan, baru kemungkinan badai diperkirakan agak mereda dan pasar baru mulai bergerak cenderung sideways, setelah penurunan tajam sebelumnya.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan berhati-hati. Atur money manajemen dengan baik dan selalu kontrol resiko. Terutama jika kondisi market masih tidak kondusif dan ketidakpastian di pasar masih berlanjut. Sementara bagi investor, koreksi ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih stabil.  Jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham yang telah melaporkan keuangan full year 2017 dengan kinerja bagus, ataupun emiten yang masih memiliki prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our FREE Channel telegram at: https://telegram.me/steptrader

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *