Read more

TLKM Testing Support Level, What Next?

TLKM kembali tertekan pasca merilis laporan kinerja keuangan tahun 2017. Walaupun meraih laba sebesar Rp22,14 triliun, atau naik 14,43% dibandingkan periode tahun sebelumnya, namun secara kuartalan laba TLKM menurun 27,5%. Secara teknikal TLKM saat ini menguji area support kuat di level 3920. Apabila support ini gagal bertahan dan di break down, maka TLKM berpotensi melemah […]

Read more

WSBP Under Pressure, Testing Support Level

WSBP terus tertekan dan menguji area support kuat di kisaran 424-428. Apabila bertahan, terbuka potensi untuk rebound lagi ke kisaran 458 hingga 470. Namun jika gagal bertahan dan break down ke bawah support neckline 424, maka WSBP akan mengonfirmasi trend turun dengan membentuk double top reversal pattern. Target koreksi terdekat dikisaran 384-396. Nantinya apabila koreksi […]

Read more

WIKA: Ready To Lift Higher

WIKA membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun per 31 Desember 2017, atau naik dari laba 2016 yang mencapai Rp 1,06 triliun. Pencapaian itu merupakan rekor baru laba WIKA sepanjang sejarah. Selain itu, penjualan WIKA pada tahun 2017 mencapai Rp 26,18 triliun atau meningkat 67,06% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya. Bukan hanya laba yang dibukukan terbesar […]

Read more

KRAS: Ready To Step Forward?

KRAS saat ini sedang berkonsolidasi membentuk Bull Descending Triangle Pattern, dengan level support dikisaran 472-480. Apabila bertahan di support tersebut dan mampu bergerak naik menembus down trend resistennya dikisaran 515, maka KRAS berpeluang menguat menuju target dikisaran 545 hingga 570 kembali. Indikator teknikal Stochastic yang telah golden cross di area oversold, mengindikasikan peluang terjadinya reversal […]

Read more

INCO Selloff Overdone, Time To Rebound?

INCO terus tertekan sejak rilis kinerja keuangan full year 2017 pada akhir bulan Februari lalu. Meski pendapatan naik hingga US$ 629,33 juta di periode hingga 31 Desember 2017, dibandingkan US$ 584,14 juta di periode sama tahun 2016. Namun INCO menderita rugi bersih sebesar US$ 15,27 juta, usai meraih laba bersih US$ 1,90 juta hingga Desember […]

Read more

Sepekan Jelang FOMC, IHSG Tertekan Dan Rupiah Melemah, What Next?

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, didorong oleh laporan data tenaga kerja bulan Februari. Jika sebelumnya pada bulan lalu, pelaku pasar dibuat khawatir oleh pertumbuhan upah, yang dapat memicu kekhawatiran meningkatnya inflasi sehingga menyebabkan lonjakan volatilitas dan koreksi pada pasar saham. Akhir pekan kemaren, ketakutan inflasi tersebut mereda, usai data dari departemen tenaga […]

Read more

Another Step Forward For MYRX?

MYRX berhasil menembus down trend resisten pola falling wedge, sehingga berpeluang menguat menuju target terdekat dikisaran 177-180. Apabila berlanjut, maka MYRX akan menuju target selanjutnya dikisaran 198-200 lagi. Indikator teknikal MACD bergerak mendatar, mengindikasikan bahwa saham ini sedang berkonsolidasi. Rekomendasi: Hold bagi yang telah buyback ketika tembus 150 saat trading bersama di grup WA Premium. […]

Read more

ADHI: Testing Support Level

ADHI saat ini sedang menguji area support level 2300 yang juga merupakan support dari uptrend jangka pendeknya. Jika mampu bertahan di support tersebut, maka ADHI berpeluang menguat lagi menuju target terdekat di 2420-2430. Nantinya jika penguatan saham ini dapat berlanjut, maka ADHI berpeluang menuju target berikutnya di kisaran level 2470-2500 lagi. Indikator teknikal MACD yang […]

Read more

Pressure On PTBA, What Next?

PTBA saat ini masih berkonsolidasi dikisaran area trading 3020-3430. Saat ini PTBA sedang mengalami tekanan dan menguji area support konsolidasinya tersebut. Apabila support 3020 gagal dipertahankan dan di jebol ke bawah, maka PTBA akan cenderung turun, dengan mengkonfirmasi pola double top reversal pattern. Target penurunan sesuai pola tersebut dikisaran level 2590-2610, dengan minor target di […]

Read more

Bearish Sentiment On KLBF, Sell On Strength

Setelah turun menembus support up trend line-nya (garis warna merah), KBLF gagal bertahan di support neckline area konsolidasinya di level 1585.  Penembusan di bawah kedua support tersebut telah mengkonfirmasi trend turun saham ini, dengan membentuk pola double top reversal pattern. Target pelemahan sesuai pola double top ada dikisaran 1385, dengan minor target di 1535 dan […]