Sentimen Perang Dagang AS-China Kembali Membayangi IHSG, What Next?

Bursa Wall Street kembali rontok pada akhir pekan, dipicu ancaman tarif terbaru senilai USD 100 miliar oleh Presiden AS Donald Trump terhadap produk impor asal Cina. Ancaman ini dibalas Beijing dengan mengatakan siap sepenuhnya untuk menanggapi hal tersebut dengan serangan balasan yang lebih besar. Kondisi ini memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan perang dagang antar kedua negara tersebut. Sementara itu Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral AS kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga untuk menjaga inflasi terkendali dan mengatakan terlalu dini untuk mengetahui apakah naiknya ketegangan perdagangan akan memukul ekonomi AS. Dow Jones ditutup turun 572,46 poin (-2,34%) menjadi 23.932,76, S&P 500 jatuh 58,37 poin (-2,19%) menjadi 2.604,47 dan Nasdaq berkurang 161,44 poin (-2,28%) menjadi 6.915,11. Dalam sepekan bursa saham AS kembali terkoreksi, dengan DJIA melemah -0,71%, S&P 500 turun -1,38%, dan Nasdaq merosot -2,1%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun tipis 8,18 poin (-0,13%) ke level 6.175,052 pada akhir pekan, dan diserti oleh aksi jual investor asing yang mencapai sekitar Rp 236 miliar di pasar reguler. Dengan penurunan ini, maka dalam sepekan terakhir IHSG tercatat melemah sebesar -0,23%. Sepanjang pekan lalu tercatat aksi jual saham oleh investor asing mencapai sekitar Rp 1,03 triliun di pasar reguler.

Kembali memanasnya isu perang dagang antara China dan AS mewarnai perdagangan pekan kemaren. Meski berbagai upaya seperti negosiasi tetap dilakukan untuk mengurangi tensi perang dagang tersebut, namun aksi saling balas dan saling ancam yang dilancarkan oleh kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar saat ini, membuat bursa saham global bergejolak. Sementara sentimen dari dalam negeri yaitu rilis data Inflasi bulan maret dan rencana pemerintah untuk memberikan insentif tax holiday bagi sektor manufaktur, turut menjadi sentimen yang mewarnai pasar.

Walaupun market bergerak volatile, namun secara teknikal IHSG masih berada di fase konsolidasi short term dengan bergerak relatif datar dikisaran 6.085-6.252. IHSG masih mencoba untuk bertahan diatas garis MA 200 dan di level support 6.085. Apabila support tersebut gagal dipertahankan, maka IHSG berpeluang melanjutkan tren bearish menuju target di kisaran 5.950-6.000, dengan level supportnya dikisaran 5.967. Namun apabila dapat bertahan diatas garis MA 200, maka IHSG berpeluang untuk rebound dengan menembus resistance 6.252 dan menuju resistance selanjutnya di level 6.351. Perlu diingat bahwa selama masih berada di bawah level 6.351 maka trend IHSG masih cenderung bergerak turun. Dari indikator teknikal MACD yang bergerak cenderung mendatar, menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek untuk menentukan arah selanjutnya.

Sementara pergerakan Dow Jones (DJIA) hampir sama dengan pergerakan pekan sebelumnya, masih membentuk descending triangle pattern. Secara teknikal DJIA masih bergerak turun dan mencoba bertahan di area support level 23.360 dan garis MA 200 nya. Jika gagal bertahan diatas support tersebut dan turun menjebol ke bawah garis MA 200, maka trend bearish DJIA akan berlanjut dengan target menuju kisaran 20.050-21.000. Namun apabila DJIA mampu menembus keatas short term down trend resistance yang saat ini ada di kisaran 24.650 dan bertahan, maka terbuka peluang bagi DJIA untuk mengakhiri trend turun jangka pendek dan berpeluang kembali menguat menguji area resistance level di kisaran 25.500-25.800.

Untuk minggu ini, pelaku pasar mencermati data penjualan eceran bulan Februari pada hari senin besok, yang diproyeksikan akan membaik dari bulan sebelumnya sehingga menunjukkan adanya tanda-tanda kenaikan daya beli masyarakat. Sementara dari luar negeri, pekan ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 9 April 2018 : Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis data neraca perdagangan Jerman, BOC Business Outlook
  • Selasa 10 April 2018 : Rilis data Keyakinan Bisnis Australia, Rilis data harga produsen AS
  • Rabu 11 April 2018 : RIlis data Keyakinan konsumen Australia, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data inflasi China, Rilis data perdagangan dan manufaktur Inggris, Pernyataan Ketua ECB Draghi, Rilis data inflasi dan cadangan minyak AS
  • Kamis 12 April 2018: Laporan meeting The Fed, Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Kebijakan moneter ECB
  • Jumat 13 April 2018: Rilis data neraca perdagangan China, Pernyataan Gubernur BOE Carney

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Adanya ketidakpastian dari pasar saham global, terutama perang dagang AS-China masih membayangi IHSG dan menjadi sentimen negatif bagi market. Walaupun saat ini pasar masih cenderung bergerak dalam pola konsolidasi, namun selama IHSG masih berada di bawah level 6.351 maka trend bearish masih lebih dominan. Perhatikan support kritis IHSG dan DJIA, apabila gagal bertahan dan jebol ke bawah garis MA 200 nya, maka diperkirakan indeks akan meluncur ke bawah.

Oleh karena itu tetap disarankan berhati-hati dan lakukan safe trading. Atur money manajemen dengan baik dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terutama jika kondisi market masih tidak kondusif dan ketidakpastian di pasar masih berlanjut. Sementara bagi investor, koreksi masih bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih stabil. Jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness terutama pada saham-saham yang telah melaporkan keuangan full year 2017 dengan kinerja bagus, ataupun emiten yang masih memiliki prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *