Diwarnai Oleh Anloknya Rupiah, Bagaimana Pergerakan IHSG Pekan Ini?

Bursa Wall Street melemah pada akhir pekan seiring kekhawatiran investor akan naiknya imbal hasil surat utang AS bertenor 10 tahun ke posisi 2,9583. Penurunan bursa saham AS dipimpin saham sektor teknologi dari sejumlah perusahaan besar yang melemah jelang rilis kinerja kuartalan. Dow Jones turun 201,95 poin (-0,82%) ke posisi 24.462,94, S&P 500 tergelincir 22,99 poin (-0,85%) ke level 2.670,14 dan Nasdaq susut 91,93 poin (-1,27%) menjadi 7.146,13. Walaupun melemah di akhir pekan, namun sepekan terakhir bursa saham AS masih mampu mencatatkan penguatan, dengan Dow Jones naik +0,42%, S&P 500 bertambah +0,52%, dan Nasdaq meningkat +0,56%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG terpeleset di perdagangan akhir pekan dengan ditutup melemah 18,206 poin (-0,29%) ke level 6.337,695. Investor asing masih melepas saham dengan mencatatkan net sell sekitar Rp. 137 miliar di pasar reguler.  Walaupun melemah di akhir pekan, namun selama sepekan IHSG masih mampu menguat hingga +1,07%. Akan tetapi meskipun mengalami penguatan, dalam sepekan terakhir investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp. 1,05 Triliun di pasar reguler.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi gerak laju pasar saham pada pekan lalu. Meredanya kekhawatiran geopolitik di Suriah (Timur Tengah) dan di Semenanjung Korea, rilis data neraca perdagangan Indonesia yang secara mengejutkan mencatatkan surplus sebesar USD 1,1 miliar pada Maret 2018, dan menguatnya harga minyak dunia serta harga komoditas lainnya memberikan energi positif bagi pergerakan IHSG. Namun indeks saham merosot jelang perdagangan akhir pekan, terseret oleh pelemahan nilai tukar rupiah, lantaran mengantisipasi terhadap kenaikan suku bunga AS. Di sisi lain, Bank Indonesia masih ngotot menahan suku bunga acuan 7 day repo rate di angka 4,25% pada RDG pertengahan pekan lalu. Alhasil rupiah akhirnya melemah di atas Rp 13.800/dolar AS, bahkan sempat mencapai Rp 13.934, sebelum akhirnya di tutup diposisi Rp 13.875/dolar AS di akhir pekan.

Secara teknikal, trend pergerakan IHSG dalam jangka pendek mulai terlihat bergerak positif. IHSG mulai membentuk higher low, dengan bergerak naik di dalam up trend channel barunya. Indikator teknikal Stochastic dan MACD masih bergerak naik, mengindikasikan bahwa trend pergerakan IHSG masih cenderung menguat dalam jangka pendek.

Technically dari pola pergerakan IHSG saat ini, terlihat bahwa level supportnya berada dikisaran 6.255. Sementara untuk level resistance berada dikisaran 6.425 hingga 6.500. Apabila IHSG mampu menerobos keatas 6.500, maka IHSG akan kembali ke jalur bullish. Akan tetapi jika kembali turun di bawah support 6.255, maka IHSG berpotensi terkoreksi kembali.

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Namun mendekati akhir bulan ini, fokus perhatian pelaku pasar tertuju pada kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2018 dari beberapa emiten yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 23 April 2018: Rilis data manufaktur zona eropa, Rilis data penjualan perumahan AS
  • Selasa 24 April 2018 : Rilis data inflasi Australia, Rilis data keyakinan konsumen dan data pembangunan rumah AS
  • Rabu 25 April 2018 : Rilis data cadangan minyak AS
  • Kamis 26 April 2018: Kebijakan suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data persediaan barang tahan lama AS
  • Jum’at 27 April 2018: Rilis data tingkat pengangguran dan Kebijakan suku bunga Jepang serta konferensi pers BOJ, Rilis data keyakinan konsumen dan data GDP Inggris, serta pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data GDP AS.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun secara teknikal IHSG mulai terlihat bergerak naik dalam jangka pendek, namun pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat membuat IHSG kembali terpeleset. IHSG akan cenderung tertekan, karena banyak emiten yang memiliki eksposur hutang dalam bentuk USD akan terimbas oleh pelemahan rupiah. Diantara sektor yang paling terpangaruh adalah farmasi, aneka industri, barang konsumsi, properti, konstruksi dan otomotif. Di sisi lain, emiten yang bisa mendapat pengaruh positif dari melemahnya nilai tukar rupiah diantaranya perkebunan dan pertambangan.

Oleh karena itu disarankan untuk tetap lakukan safe trading. Selama indeks masih bergerak naik di dalam uptrend channel barunya, IHSG masih aman. Namun hati-hati apabila tembus ke bawah support 6.255, karena akan mematahkan trend naik jangka pendeknya dan IHSG berpotensi kembali tertekan. Cermati perkembangan pasar, terutama pelemahan rupiah apabila terus berlanjut. Atur money manajemen dengan bijaksana dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat.

Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, mengingat kondisi makro ekonomi dalam negeri masih stabil. Ini terlihat dari surplus neraca perdagangan, inflasi yang terkendali, meningkatnya penerimaan negara dari perpajakan dan naiknya peringkat surat utang Indonesia. Oleh karena itu jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *