Tekanan Pada Rupiah Mulai Berkurang, IHSG Bersiap Untuk Temporary Rebound

Bursa Wall Street ditutup cenderung flat pada perdagangan akhir pekan. Rilis kinerja keuangan dan data ekonomi yang cenderung bervariasi membuat sesi perdagangan berjalan volatile. Saham Amazon menjadi pemimpin penguatan di sektor konsumsi, namun mengecewakannya laporan Exxon Mobil menjadi pemberat laju penguatan indeks. Di sisi lain Departemen Perdagangan AS mengumumkan laju ekonomi AS kuartal I sebesar 2,3%, melambat ketimbang kuartal sebelumnya yang sebesar 2,9%, namun masih di atas ekspektasi para analis yang memperkirakan sebesar 2%. Selain itu, pertumbuhan pengeluaran belanja juga merupakan yang terlemah dalam 5 tahun terakhir. Namun kenaikan di upah pekerja dan kemungkinan adanya penurunan tarif pajak menjadi sinyal positif bagi ekonomi AS. Dow Jones terkoreksi tipis 11,15 poin (-0,05%) ke level 24.311,19, sementara S&P 500 menguat 2,97 poin (+0,11%) menjadi 2.669,91 dan Nasdaq bertambah 1,12 poin (+0,02%) ke level 7.119,80. Ketiga indeks utama AS mengakhiri perdagangan pekan kemaren dengan penurunan, setelah dua pekan sebelumnya menguat berturut-turut. Dalam sepekan DJIA melemah -0,62%, S&P 500 turun tipis -0,01%, dan Nasdaq berkurang -0,37%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG akhirnya bangkit setelah tumbang 5 hari berturut-turut. IHSG ditutup naik tipis 10,04 poin (+ 0,17%) ke posisi 5.919,238 pada akhir pekan. Investor asing melakukan aksi jual dengan mencatatkan net sell asing di pasar reguler senilai Rp. 415 miliar. Meski berhasil rebound, namun sepekan terakhir IHSG tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar -6,60%, dengan diikuti oleh aksi jual pemodal asing secara massive mencapai sekitar Rp. 5,3 triliun.

Pekan lalu merupakan pekan yang terberat bagi pelaku pasar sepanjang tahun ini. IHSG menghadapi tekanan hebat dan meninggalkan level 6.000, setelah cukup lama nyaman bertahan di atas level tersebut. Pelemahan ini disebabkan oleh kondisi rupiah yang sempat melemah mendekati level Rp. 14.000/USD, serta naiknya imbal hasil (yield) US treasury 10 tahun di atas 3%. Investor khawatir melemahnya nilai tukar rupiah akan menekan kinerja emiten yang memiliki eksposur hutang dalam bentuk USD. Selain itu, kinerja keuangan kuartal pertama yang tak memuaskan menjadi faktor utama dilepasnya saham-saham berkapitalisasi besar oleh investor, seperti BBCA, BMRI, ASII, UNVR, HMSP dan ADRO.

Secara teknikal IHSG terlihat melemah signifikan dan kembali masuk dalam fase downtrend. Namun penurunan tajam IHSG pada pekan lalu akibat tekanan hebat dari pelemahan rupiah dan naiknya yield obligasi AS diperkirakan akan berhenti untuk sementara waktu, seiring mulai membaiknya nilai tukar rupiah dan turunnya yield obligasi AS bertenor 10 tahun di bawah level 3%. Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk terjadinya teknikal rebound sementara.

Technically, IHSG membentuk pola candlestick bullish homing pigeon yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound. Indikator teknikal Stochastic berada di area oversold dan berpotensi golden cross. Sementara indikator MACD masih bergerak turun di bawah centreline. Kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berada di fase down trend, dengan terbuka peluang terjadinya konsolidasi positif dalam jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran area support 5.858-5.885, sedangkan untuk level resistancenya diperkirakan akan berada dikisaran 6.085-6.130.

Minggu ini seperti biasa di awal bulan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data manufaktur dan inflasi bulan April yang akan dirilis pada hari rabu 2 Mei 2018. BI memprediksi laju inflasi selama April sebesar 0,12% (mom) dan 3,44% secara tahunan (yoy). Sementara dari luar negeri, minggu ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 30 April 2018 : Pernyataan Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe, Rilis data pendapatan dan pengeluaran perorangan AS
  • Selasa 1 Mei 2018 : Kebijakan suku bunga RBA, Rilis data manufaktur Inggris, Rilis data manufaktur AS
  • Rabu 2 Mei 2018 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data konstruksi Inggris, Rilis data tingkat pengangguran dan pertumbuhan GDP zone eropa, Rilis data pekerjaan (ADP) dan persediaan minyak AS
  • Kamis 3 Mei 2018: Pernyataan dan Keputusan Suku bunga AS, Rilis data perdagangan Australia, Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data sektor jasa dan data perdagangan AS
  • Jumat 4 Mei 2018: Kebijakan Moneter Australia, Rilis data pekerjaan NFP dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan bergerak volatile cenderung agak datar di awal minggu ini jelang harpitnas, karena pada hari selasa libur hari buruh. Selain itu perhatian pelaku pasar saham dunia akan tertuju pada pertemuan The Fed pada pertengahan pekan ini, untuk mencari petunjuk mengenai kebijakan suku bunga AS. Perkiraan kami suku bunga AS tidak akan naik pada pertemuan kali ini, tapi baru pada pertemuan berikutnya tanggal 12-13 Juni 2018. Bila hal ini terjadi maka ada kemungkinan tekanan pada nilai tukar rupiah akan berkurang dan IHSG berpeluang mengalami teknikal rebound sesaat. Meskipun demikian tetap disarankan untuk selalu hati-hati sambil terus mencermati perkembangan pasar. Tetap safe trading dan atur money manajemen dengan bijaksana, serta selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terutama jika kondisi market tetap tidak kondusif dan ketidakpastian di pasar masih terus berlanjut.

Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik jika keseimbangan telah tercapai. Maka apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *