Pasca BI Rate Naik, Rupiah Masih Tertekan, What Next?

Wall Street berakhir mixed dan cenderung melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan, tertekan oleh saham sektor perbankan dan saham teknologi yang menjadi pemberat laju gerak indeks saham AS. Dow Jones bergerak mendatar dan cenderung flat, hanya menguat tipis 1,11 poin (+0,00%) menjadi 24,715.09. Indeks S&P 500 kehilangan 7,16 poin (-0,26%) ke level 2.712,97 dan Nasdaq turun 28,13 poin (-0,38&) menjadi 7.354,34. Dalam sepekan, ketiga bursa utama tersebut membukukan kerugian karena pasar bereaksi negatif terhadap laporan dari pertemuan perdagangan antara AS dengan China, naiknya yield obligasi surat utang pemerintah AS, serta meningkatnya harga minyak dunia. Secara mingguan, Dow Jones mengalami penurunan sebesar -0,47%, S&P 500 melemah -0,54% dan Nasdaq berkurang -0,66%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 32,61 poin (-0,56%) ke level 5.783,31 pada penutupan perdagangan akhir pekan.  Investor asing tercatat melakukan net sell dengan melepas saham sebesar Rp. 550 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, laju IHSG tertekan dengan melemah sebesar -2,91%, dengan diikuti oleh investor asing membukukan net sell sekitar Rp. 3 triliun di pasar reguler.

Naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun yang menembus keatas angka 3,1%, atau kembali ke level tertinggi 7 tahun yang didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi AS akibat naiknya harga minyak mentah dunia, serta pesimisme investor terhadap negosiasi perdagangan AS-China membayangi pasar keuangan global termasuk IHSG pada pekan lalu. Walaupun mayoritas bursa saham lainnya di kawasan Asia juga terkoreksi, tetapi penurunan IHSG tetap yang terburuk di kawasan regional. Tekanan yang dialami oleh IHSG disebabkan oleh rilis data ekonomi Indonesia. BPS melaporkan defisit neraca perdagangan senilai USD 1,6 miliar pada April 2018. Selain itu aksi  teror bom di Indonesia juga sempat mempengaruhi IHSG meski terbatas. Kondisi ini menekan nilai tukar rupiah dan membuat BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau 7 day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Namun langkah kebijakan BI ini tak cukup mampu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang justru kembali melemah dan sempat menembus level 14.150/USD jelang akhir pekan. Disisi lain, aksi jual oleh pemodal asing kembali berlanjut. Bahkan net sell asing kembali meningkat jika dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini membuat IHSG berbalik arah ke zona merah setelah sempat rebound di pertengahan pekan.

Secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek dan tetap berada di fase downtrend. Saat ini IHSG terlihat masih bergerak dikisaran area trading 5.716-6.012 dalam jangka pendek. Hati-Hati bila support 5.716 dijebol, maka IHSG berpotensi terkoreksi lagi dan terbuka potensi untuk melanjutkan trend bearish menuju level 5.500 an. Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar namun cenderung menurun dan masih di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih tidak terlalu kondusif. Kondisi ini menunjukan bahwa masih terbuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan trend penurunannya.

Untuk pekan ini, laju IHSG akan lebih banyak dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap USD pasca kenaikan BI rate dan pergerakan indeks Dow Jones serta harga komoditas utama dunia. Sementara untuk data ekonomi, minggu ini tidak ada data dan kejadian ekomoni domestik penting yang akan dirilis. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada minggu ini, diantaranya adalah:

  • Senin 21 Mei 2018 : Rilis data perdagangan Jepang.
  • Rabu 23 Mei 2018 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan rumah baru dan cadangan minyak AS, Laporan meeting The Fed
  • Kamis 24 Mei 2018: Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data ritel Inggris, Pertemuan dan Kebijakan moneter ECB
  • Jum’at 25 Mei 2018: Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data GDP Inggris, Rilis data durable goods AS, Pernyataan Ketua Fed Powell

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan berlanjutnya aksi jual investor asing, maka IHSG masih berpotensi terkoreksi pada awal minggu ini. Tidak adanya sentimen positif dari dalam negeri, akan membuat IHSG cenderung melemah menguji area support 5.716. Sekali lagi waspadai apabila level support ini dijebol ke bawah, karena ada potensi koreksi lanjutan. Namun jika level support ini tetap dipertahankan dan tidak tembus, maka IHSG masih akan melanjutkan konsolidasinya dalam jangka pendek.

Terus cermati perkembangan pasar dan disarankan untuk tetap lakukan safe trading serta atur money manajemen dengan bijaksana. Selalu hati-hati dan kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, terutama jika kondisi market tetap tidak kondusif dan ketidakpastian di pasar masih terus berlanjut. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah keseimbangan market dicapai. Apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kinerja kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *