Pasca Libur Panjang Lebaran, IHSG Kembali Downtrend

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan akhir pekan. Indeks Dow Jones mampu menguat dan mengakhiri penurunan 8 hari berturut-turut, didorong oleh kenaikan saham-saham di sektor energi. Harga minyak mentah AS ditutup naik 4,6% ke level USD 68,58/barel dan harga minyak Brent naik 3,4% menjadi USD 75,55/barel. Kenaikan ini terjadi setelah kesepakatan OPEC untuk menaikkan produksi di angka moderat sesuai dengan peningkatan permintaan global. Dow Jones berhasil naik 119,19 poin (+0,49%) ke level 24.580,89 dan S&P 500 menguat 5,12 poin (+0,19%) menjadi 2.754,88. Sedangkan Nasdaq mengalami tekanan dan ditutup turun 20,14 poin (-0,26%) menjadi 7.692,82, karena pelemahan saham-saham di sektor teknologi. Selama sepekan terakhir, Dow Jones kehilangan -2,03%, S&P 500 turun -0,89% dan Nasdaq melemah -0,69%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG terkoreksi tipis 0,52 poin (-0,01%) ke level 5.821,81 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing melakukan aksi jual di pasar reguler senilai Rp. 806 miliar. Dalam sepekan setelah kembali dari libur panjang lebaran, IHSG jatuh hingga -2,9%. Investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp 3,455 triliun di pasar reguler dalam 3 hari perdagangan di pekan kemaren.

Kekhawatian meningkatnya konflik dan eskalasi perang dagang antara AS dengan Cina dan Uni Eropa membuat bursa saham dunia tertekan pada pekan lalu. IHSG yang memulai perdagangan setelah kembali dari libur panjang lebaran tidak luput dari tekanan jual tersebut. Selain itu, rencana The Fed untuk menaikkan suku bunganya dengan agresif, dan rencana ECB untuk mengakhiri program stimulusnya menimbulkan gejolak di negara-negara emerging market. Normalisasi kebijakan moneter AS dan Eropa tersebut membuat mata uang emerging market kembali tertekan, termasuk rupiah. Kondisi ini menjadi pertimbangan bagi BI untuk memperketat kebijakan moneter, guna menjaga stabilitas rupiah dalam jangka pendek yang merupakan prioritas BI. Hal ini membuat BI berpeluang menaikan kembali BI rate dalam RDG BI yang akan dilaksanakan 27-28 Juni 2018. Dampak dari potensi kenaikan suku bunga acuan BI ini telah menjadi pemicu tekanan terhadap harga saham yang diperdagangkan di BEI, sehingga membuat IHSG terkoreksi cukup tajam pada pekan lalu.

Masih dominannya sentimen negatif di pasar baik dari dalam dan luar negeri, mempersulit bagi IHSG untuk bisa keluar dari trend penurunannya yang terbentuk sejak dari awal tahun ini. Secara teknikal, IHSG masih belum berhasil kembali bergerak bullish setelah gagal menembus keatas garis down trend resistance line dan garis MA 200 nya. Kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berada di fase downtrend. Indikator teknikal Stochastic masih bergerak turun, sedangkan MACD telah death cross, mengindikasikan bahwa IHSG masih tidak kondusif dan cenderung untuk bergerak negatif. Untuk pekan ini, support IHSG berada di 5716, sedangkan resistance di kisaran area gap 5947-5987. Hati-hati jika IHSG gagal bertahan di support 5716, karena akan melanjutkan tren penurunannya menuju target dikisaran 5475-5500, dengan minor target di 5625.

Minggu ini adalah pekan terakhir kuartal kedua untuk tahun 2018. Diharapkan akan terjadi window dressing semester pertama tahun ini dan semoga IHSG dapat menutup gap atas di 5947-5987, serta dapat kembali ke level psikologis 6000. Untuk pekan ini, pelaku pasar tengah menunggu arah kebijakan suku bunga dalam RDG BI pada tanggal 27-28 Juni, dimana menurut konsensus dan perkiraan akan tetap dipertahankan. Namun jika BI memilih untuk memprioritaskan menjaga kestablilan rupiah, maka akan ada kenaikan sebesar 25 bps untuk mengimbangi kenaikan fed rate pada 2 pekan lalu. Sedangkan di awal pekan besok, investor tengah menanti data neraca perdagangan, ekspor dan impor yang diperkirakan masih akan mengalami defisit. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 25 Juni 2018: Rilis data penjualan rumah baru AS
  • Selasa 26 Juni 2018 : Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 27 Juni 2018 : Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data durable goods orders dan persediaan minyak AS
  • Kamis 28 Juni 2018: Rilis data GDP AS
  • Jum’at 29 Juni 2018: Rilis keyakinan konsumen, current account dan GDP Inggris, Rilis data tingkat pengangguran dan keyakinan konsumen Jepang, Rilis data personal spending dan persona income AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini.  Keterpurukan IHSG membuatnya masih berada di fase downtrend. Namun untuk pekan ini kemungkinan IHSG akan bergerak secara konsolidasi setelah penurunan cukup tajam pada pekan lalu. Perhatikan level support 5716. Jika jebol ke bawah, waspada akan potensi koreksi lanjutan. Tapi apabila masih bertahan, maka IHSG masih berpeluang rebound menguji area gap atas. Disarankan tetap safe trading dan selalu hati-hati serta atur money manajemen dengan bijaksana.

Terus cermati perkembangan pasar, karena IHSG belum keluar dari fase downtrend. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, terutama jika kondisi market masih tidak kondusif serta ketidakpastian di pasar kembali terjadi. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *