Perang Dagang Dimulai, IHSG Masih Downtrend

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, dipicu oleh data laporan pekerjaan AS, ditengah meningkatnya perselisihan perdagangan AS dengan China. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data nonfarm payrolls mencapai 213.000 pada bulan Juni, diatas konsesus sebanyak 195.000. Sedangkan tingkat pengangguran naik 4% dan rata-rata penghasilan per jam naik 0,2%. Pertumbuhan upah yang moderat, mendorong optimisme bahwa The Fed akan tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Sementara perang dagang AS-China yang baru saja dimulai tampaknya baru berdampak kecil. Dow Jones ditutup naik 99,74 poin (+0,41%) menjadi 24.456,48, S&P 500 menguat 23,21 poin (+0,85%) menjadi 2.759,82, dan Nasdaq meningkat 101,96 poin (+1,34) menjadi 7.688,39. Untuk sepanjang minggu lalu, Dow Jones berhasil naik +0,76%, S&P 500 bertambah +1,52% dan Nasdaq melonjak +2,37%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG di tutup turun 44,420 poin (-0,77%) ke level 5.694,912 pada akhir pekan.  Investor asing melakukan net sell dengan menjual saham senilai Rp. 29 miliar di pasar reguler. Selama sepekan kemaren, IHSG melorot -1,8% dengan disertai oleh keluarnya dana asing sebesar Rp 685 miliar di pasar reguler.

Diwarnai oleh sentimen Perang Dagang, IHSG kembali tertekan dan melanjutkan pelemahannya menjadi 3 pekan berturut-turut. Kuatnya sentimen negatif dari eksternal dan global, serta pelemahan nilai tukar rupiah membuat IHSG masih sulit untuk bangkit. Rencana AS untuk mulai memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 25% untuk 818 produk China senilai US$ 34 miliar yang dimulai pada tanggal 6 Juli kemaren, langsung dibalas oleh China yang juga mengenakan bea masuk 25% senilai yang sama untuk 659 produk AS. Aksi saling balas ini membuat situasi ekonomi global kian tidak pasti sehingga meningkatkan kekhawatiran investor dan menyebabkan bursa saham di kawasan Asean termasuk Indonesia berguguran.

Dari dalam negeri, selain pelemahan nilai tukar rupiah, IHSG masih diterpa oleh sentimen negatif. BI memperkirakan defisit transaksi berjalan di kuartal II-2018 akan melebar menjadi 2,5% dari PDB, atau lebih besar dibandingkan kuartal I-2018 yang hanya sebesar 2,15% dari PDB. Sentimen negatif juga datang dari rilis data cadangan devisa akhir Juni 2018 sebesar US$ 119,8 miliar, atau turun US$ 3,1 miliar dari posisi akhir Mei 2018. Kondisi ini yang membuat laju penguatan IHSG menjadi berat.

Secara teknikal IHSG masih berada di fase downtrend yang terbentuk sejak akhir februari 2018. Dari chart terlihat bahwa kondisi IHSG masih tidak terlalu kondusif karena belum dapat keluar dari trend penurunannya. Indikator teknikal mulai bergerak mixed. Stochastic berusaha naik dan keluar dari area oversold, sedangkan MACD masih bergerak turun namun cenderung berbalik arah. Dari kondisi ini menunjukan bahwa indeks masih berada dalam tren turun, namun dalam jangka pendek kemungkinan IHSG akan berkonsollidasi dulu.

IHSG kemungkinan akan bergerak secara konsolidasi dalam area trading 5557-5832 pada pekan ini. Apabila kembali turun dan menjebol ke bawah support 5557, maka IHSG akan melanjutkan trend turunnya menuju target di level 5315. Sedangkan jika mampu melewati resistance 5832, maka IHSG akan menguji area gap atas dikisaran 5947-5987 yang juga merupakan kisaran area down trend resistance line-nya. Jika nanti dapat melewati gap atas tersebut dan bertahan, maka kemungkinan IHSG akan mengakhiri trend turunnya dan mulai berkonsolidasi untuk mencoba bergerak naik.

Untuk minggu ini tidak ada data dan kejadian ekonomi penting dari dalam negeri.  Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 9 Juli 2018 : Pernyataan Gub BOJ Kuroda, Rilis data perdagangan Jerman, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi
  • Selasa 10 Juli 2018 : Rilis data inflasi China, Rilis data GDP, neraca perdagangan dan data produksi manufatur Inggris
  • Rabu 11 Juli 2018 : Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, Rilis data indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data cadangan minyak AS, Pernyataan Ketua BOE Carney
  • Kamis 12 Juli 2018: Kebijakan moneter ECB, Rilis data inflasi AS
  • Jum’at 13 Juli 2018: Rilis data perdagangan dan eksport-import China

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Setelah mengalami koreksi hampir selama 3 pekan terakhir, yaitu sejak sehari sebelum libur lebaran, minggu ini kemungkinan IHSG berpeluang bergerak secara konsolidasi sebelum melanjutkan arah pergerakan selanjutnya. Disarankan untuk tetap waspada, karena IHSG masih dalam fase downtrend dan belum ada sentimen positif pada market. Secara umum, sentimen market masih negatif, terutama dimulainya perang dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump dikabarkan juga mulai mengancam untuk melakukan perang dagang dengan Indonesia dan akan mengenakan tarif pada produk Indonesia.

Disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, terutama jika kondisi market masih tidak kondusif serta ketidakpastian di pasar kembali terjadi. Terus cermati perkembangan pasar, jika masih tidak kondusif maka jangan memaksakan diri untuk ambil posisi. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *