Berada Di Persimpangan, Mampukah IHSG Mengakhiri Tren Turunnya?

Bursa Wall Street menguat tipis di akhir pekan, dipicu oleh kenaikan saham sektor industri yang mengimbangi pelemahan sektor keuangan usai rilis kinerja tiga bank besar yang mengecewakan. Sektor saham industri naik 0,6% dan mendorong indeks  S&P mencatatkan kenaikan tertinggi dalam 5 bulan belakangan, karena ditopang oleh saham Boeing Co, Caterpillar Inc dan 3M Co yang kompak menguat. Investor optimistis menjelang musim laporan keuangan kuartal II 2018 yang kuat. Dow Jones ditutup menguat 94,52 poin (+0,38%) ke posisi 25.019,41, S&P 500 naik tipis 3,02 poin (+0,11%) ke level 2.801,31 dan Nasdaq bertambah 2,06 poin (+0,03%) menjadi 7.825,98. Untuk sepanjang pekan, Dow Jones berhasil naik +2,3%, S&P 500 bertambah +1,5% dan Nasdaq melonjak +1,79%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG bergerak di zona hijau pada akhir pekan dengan ditutup menguat 36,20 poin (+0,61%) ke posisi 5.944,07. Investor asing mencatatkan net buy dengan beli saham senilai Rp 523 miliar di pasar regular. Selama sepekan, IHSG berhasil rebound dengan naik +4,38% dan diikuti oleh net buy asing sebesar Rp 1,52 triliun di pasar reguler.

IHSG akhirnya berhasil rebound dan ditutup menguat pada pekan lalu, setelah terus mengalami tekanan selama tiga pekan sebelumnya. Walaupun masih dibayangi oleh sentimen eksternal dari perang dagang, namun IHSG mampu berbalik arah karena di topang oleh aksi beli investor asing. Selain itu, faktor stabilitas rupiah yang tidak melemah lebih lanjut dan rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juni 2018 sebesar 128,1 yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta ekspektasi investor terkait dengan kinerja laporan keuangan kuartal II 2018 yang diproyeksikan masih bagus, menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Walaupun pada minggu lalu IHSG berhasil rebound dan ditutup naik tajam dibanding penutupan minggu sebelumnya, namun secara teknikal IHSG masih berada di fase konsolidasi dalam jangka pendek. Terlihat IHSG masih berusaha untuk menembus resistance down trend line yang selama ini belum berhasil dilakukan.

IHSG terlihat mulai bergerak kondusif, dengan indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan mencoba bergerak naik mendekati centre line. Diperkirakan pada pekan ini, IHSG akan bergerak diantara dua gap, yaitu gap bawah dikisaran 5.815-5.829 sebagai level supportnya dan gap atas dikisaran 5.947-5.987 sebagai level resistancenya. Bila gagal menembus down trend resistance line, IHSG berpotensi terkoreksi kembali untuk menguji support gap bawah. Namun apabila sanggup menembus ke atas down trend line, maka IHSG kemungkinan akan mengakhiri trend penurunannya. Jika hal itu terjadi, maka IHSG berpeluang menguji resistance berikutnya dikisaran 6.116-6.139, yang juga merupakan area garis MA 200 nya. Nantinya apabila IHSG mampu menerobos ketas garis MA 200, maka IHSG berpotensi bergerak positif ke depannya dan mulai up trend.

Untuk minggu ini pelaku pasar menunggu data neraca perdagangan yang akan dirilis di awal pekan besok. BI memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2018 akan mencatat surplus US$ 900 juta. Jika tercapai, maka tren defisit neraca perdagangan yang terjadi dalam 2 bulan sebelumnya akan berakhir. Ini akan menjadi sentimen positif baik bagi rupiah maupun IHSG. Selain itu, pelaku pasar juga menanti meeting RDG BI pada hari kamis 19 Juli 2018, yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuan setelah kenaikan 50 bps pada akhir bulan lalu. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 16 Juli 2018 : Rilis data GDP China, Rilis data penjualan ritel AS
  • Selasa 17 Juli 2018 : Kebijakan moneter Australia, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data pendapatan dan tingkat pengangguran Inggris, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell
  • Rabu 18 Juli 2018 : Rilis data inflasi Inggris, Rilis data ijin bangunan dan cadangan minyak AS, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell
  • Kamis 19 Juli 2018 : Rilis data neraca perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia, RIlis data penjualan ritel Inggris
  • Jum’at 20 Juli 2018 : Rilis data inflasi Jepang

Secara umum, sentimen IHSG mulai kondusif walaupun belum confirm naik karena masih tertahan oleh down trend resistance line. Tidak hanya IHSG, sentimen dari bursa saham global juga mulai menggeliat positif, seiring perang dagang AS-China yang sedikit mereda, meskipun sebenarnya bara perang dagang belum hilang sepenuhnya dan masih membayangi market. Rencana AS untuk menerapkan bea masuk 10% kepada barang China senilai US$ 200 miliar itu belum tentu terwujud, karena mendapat tentangan dari legislatif, dari partai pengusung Presiden Donald Trump yaitu partai Republik.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG untuk minggu ini kemungkinan akan bergerak secara konsolidasi di antara dua gap, yaitu gap atas maupun bawahnya. Jadi boleh dibilang, IHSG saat ini berada dipersimpangan jalan. Jika sanggup tembus gap atas dan down trend reistance line, maka kemungkinan IHSG berpotensi positif ke depannya. Namun jika gap bawah yang di tembus dan gagal dipertahankan, maka IHSG masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah lagi.

Untuk itu disarankan tetap safe trading. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, terutama jika kondisi market kembali tidak kondusif dan muncul ketidakpastian di pasar lagi. Terus cermati perkembangan pasar. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Apabila terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *