Masih Konsolidasi, IHSG Mencoba Bertahan Di Atas Level 6.000

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan seiring laporan pendapatan perusahaan yang optimis, mengimbangi kecemasan investor tentang meningkatnya tensi perang dagang dan pertumbuhan lapangan kerja AS bulan Juli yang lebih rendah dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa ekonomi AS menambahkan 157 ribu pekerjaan pada Juli, lebih sedikit daripada perkiraan ekonom yakni sebesar 190 ribu, meskipun tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,9%. Data lain menunjukkan defisit perdagangan AS melonjak 7,3% pada Juni menjadi USD 46,3 miliar, peningkatan terbesar sejak November 2016. Dow Jones ditutup naik 136,42 poin (+0,54%) menjadi 25.462,58, S&P 500 bertambah 13,13 poin (+0,46%) menjadi 2.840,35 dan Nasdaq menguat 9,33 poin (+ 0,12%) menjadi 7.812,02. Dalam sepekan, Dow Jones tumbuh tipis +0,05%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing +0,76% dan +0,96%. S&P 500 mencatatkan kenaikan mingguan ke-5 secara berturut-turut, yang merupakan kenaikan terlama sepanjang tahun, dipengaruhi laporan kinerja keuangan perusahaan kuartal II-2018 yang sudah mendekati akhir. Sebanyak 406 perusahaan pada indeks S&P 500 telah melaporkan kinerjanya, dimana sebesar 78,6% kinerjanya di atas prediksi, menurut data Thomson Reuters.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan tipis 4,18 poin (-0,07%) ke level 6.007,53. Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 125 miliar di pasar reguler. Selama sepekan IHSG mampu menguat, walaupun hanya mencatatkan kenaikan tipis sebesar +0,31%. Aksi beli investor asing masih menopang penguatan IHSG, dengan mencatatkan net buy senilai Rp. 677 milyar di pasar regular dalam sepekan.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, setelah berhasil keluar dari fase down trend IHSG berhasil menguat dan menembus keatas level psikologis 6.000 lagi. Sepanjang pekan lalu, IHSG bergerak bervariasi cenderung berkonsolidasi dengan mencoba bertahan di atas level 6.000. Sepekan terakhir, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh rilis kinerja laporan keuangan emiten kwartal kedua 2018, dan data inflasi yang masih sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun faktor yang paling dominan mempengaruhi gerak laju IHSG pekan lalu adalah sentimen dari ekternal. Eskalasi perang dagang antara AS-China kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk menaikkan tarif bea masuk tambahan dari semula 10% menjadi 25% untuk barang impor China senilai US$ 200 miliar. Selain itu, kebijakan bank sentral AS kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Meskipun dalam pertemuannya pada pertengahan pekan, The Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, namun persepsi pasar mengenai kenaikan suku bunga AS sebanyak 4 kali pada tahun ini kembali meningkat. Rencana kenaikan Fed Rate sebanyak 4 kali pada tahun ini, dinilai oleh investor terlalu agresif karena dikhawatirkan akan menghambat laju perekonomian AS pada khususnya dan pertumbuhan ekonomi global pada umumnya, terlebih ada resiko dari perang dagang yang mengintai.

Secara teknikal, setelah keluar dari tren turunnya, IHSG kembali berkonsolidasi. IHSG terlihat masih kondusif setelah berhasil menembus keatas level 6.000 dan bertahan hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik setelah berhasil cross up keatas centreline, sehingga mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak positif dalam jangka pendek. Diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak di area trading 5.840-6.116. Selama bergerak dikisaran area teading tersebut, maka IHSG masih cenderung bergerak sideways. IHSG baru akan memulai tren naiknya kembali apabila mampu melewati resistance 6.116 dan menembus keatas garis MA 200 nya.

Minggu ini pelaku pasar tengah menantikan rilis data GDP kwartal kedua yang rencananya akan diumukan di awal pekan besok. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 diprediksi akan berada dikisaran 5,15% – 5,2%. Sedangkan pada hari selasa akan diumumkan data cadangan devisa akhir bulan Juli, dan pada akhir pekan hari jum’at akan diumumkan data neraca dagang kwartal kedua. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 7 Agustus 2018 : Kebijakan suku bunga Australia
  • Rabu 8 Agustus 2018 : Rilis data perdagangan China, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data persediaan minyak AS
  • Kamis 9 Agustus 2018 : Rilis data inflasi China, Rilis data harga produsen AS
  • Jum’at 10 Agustus 2018 : Rilis data GDP Jepang, Kebijakan moneter Australia, Rilis data neraca perdagangan, data manufaktur dan GDP Inggris, Rilis data inflasi AS

Untuk pekan ini IHSG kemungkinan masih berpeluang bergerak dalam pola konsolidasi dan mencoba bertahan di atas level 6.000. Sentimen terlihat mulai positif dan IHSG berpotensi kembali menguat mendekati level 6.100, apabila pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2018 yang dirilis besok dapat tumbuh diatas 5,2%. Walaupun demikian, tetap hati-hati mengingat kondisi perkembangan pasar terakhir terlihat sentimen negatif mulai muncul lagi. Ketegangan perang dagang AS-China kembali mengemuka dan Rupiah melemah lagi mendekati level 14.500/USD.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan market khususnya dari ekternal. Hati-hati jika kondisi market kembali tidak kondusif dan muncul ketidakpastian di pasar. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *