Krisis Turki Bikin Bursa Global Tertekan, Bagaimana IHSG Pekan Ini?

Bursa Wall Street melemah didorong krisis ekonomi di Turki sehingga menyeret turun saham perbankan dan memicu investor keluar dari aset berisiko. Lira, mata uang Turki sempat terjun bebas 17% terhadap USD ke rekor terendah setelah Presiden AS Donald Trump melipatgandakan bea impor logam ke Turki. Aksi jual pun melanda pasar saham global, tak terkecuali di bursa saham Wall Street. Dow Jones melemah 196,09 poin (-0,77%) ke posisi 25.313,14, S&P 500 susut 20,3 poin (- 0,71%) ke level 2.833,28 dan Nasdaq tergelincir 52,67 poin (-0,67%) menjadi 7.839,11. Selama sepekan, bursa saham AS bergerak variatif dengan Dow Jones turun -0,59% dan S&P 500 tergelincir -0,25%. Sedangkan Nasdaq berhasil naik +0,35% didorong rebound kenaikan saham-saham teknologi.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil naik 11,917 poin (+0,20%) ke posisi 6.077,173 pada penutupan perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net sell senilai Rp 473 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +1,16%, meskipun investor asing mencatatkan net sell senilai Rp. 206 miliar di pasar reguler.

Laju penguatan IHSG sepanjang pekan lalu dimotori oleh rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal-II 2018 yang tumbuh di atas ekspektasi. BPS mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal-II tumbuh sebesar 5,27% YoY, diatas konsensus 5,1% dan juga mengalahkan posisi kuartal-I 2018 yang sebesar 5,06% YoY, serta posisi kuartal-II 2017 yang sebesar 5,01% YoY. Di sisi lain, turunnya cadangan devisa sebesar USD 1,5 miliar menjadi USD 118,3 miliar di periode akhir Juli 2018, serta pengumuman capres dan cawapres peserta kontestan pilpres 2019 turut mewarnai pergerakan IHSG. Sementara itu, risiko perang dagang yang berupa aksi saling balas antara AS dan China, serta menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS oleh The Fed masih sangat kuat membayangi pasar keuangan global.

Mengawali pekan ini, IHSG diperkirakan akan cenderung tertekan, seiring sentimen negatif yang beredar setelah penutupan perdagangan akhir pekan kemaren. Sentimen negatif pertama datang dari domestik yaitu rilis data transaksi berjalan yang mengalami defisit lebih buruk dari perkiraan. Defisit transaksi berjalan mencapai USD 8 miliar pada kuartal II 2018 atau sekitar 3% dari PDB dan lebih tinggi dari konsensus USD 7,8 miliar. Sementara sentimen kedua, datang dari ekternal yaitu efek krisis Turki yang sudah mulai merembet ke bursa saham dunia pada akhir pekan kemaren. Investor waspada dan khawatir bahwa krisis Turki bakal menimbulkan efek domino dan menular dengan cepat ke pasar keuangan Eropa, serta pasar keuangan negara berkembang lainnya.

Technically, IHSG masih terlihat kondusif walaupun masih gagal melanjutkan laju penguatannya, karena tertahan oleh resistance penting di level 6.116 dan garis MA 200. IHSG tampak masih berkonsolidasi dengan mencoba bertahan di atas level 6.000, setelah berhasil keluar dari tren turunnya. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik di atas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak positif dalam jangka pendek. Kegagalan IHSG menembus keatas area resistance membuatnya cenderung mengalami pullback ke kisaran support 5.960 pada pekan ini. Diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah.

Minggu ini pelaku pasar tengah menunggu rilis data neraca perdagangan dan data export-import pada hari rabu. Investor juga menantikan pengumuman BI rate yang diperkirakan akan tetap tidak berubah dan juga pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam HUT ke-73 RI pada hari kamis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 14 Agustus 2018 : Rilis data keyakinan bisnis Australia, Rilis data pendapatan dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data GDP kuartal kedua zona eropa
  • Rabu 15 Agustus 2018 : Rilis data gaji Australia, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan ritel dan cadangan minyak AS
  • Kamis 16 Agustus 2018 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data ijin bangunan AS
  • Jumat 17 Agustus 2018 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan di awal pekan IHSG berpotensi terkoreksi. Musim laporan keuangan sudah reda dan kejelasan mengenai siapa capres-cawapres kontestan pemilu 2019 sudah diketahui oleh pelaku pasar. Sentimen kuat yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG awal pekan besok adalah Neraca Pembayaran Indonesia yang kembali mengalami defisit dan potensi krisis Turki, dikhawatirkan dapat menekan Rupiah dan IHSG. Selain itu ketegangan perang dagang AS-China juga masih ada.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati jika pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *