Setelah Anjlok Pekan Lalu, IHSG Mencoba Rebound

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, seiring munculnya laporan kemajuan dalam pembahasan tarif perdagangan antara AS dengan mitra dagangnya China dan Meksiko. Pemerintah Cina dan AS diketahui sedang berunding dan merencanakan pembicaraan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan jelang pertemuan pada November. Selain itu, menteri ekonomi Meksiko, Ildefonso Guajardo berharap untuk menyelesaikan masalah bilateral kedua negara pada pertemuan NAFTA pertengahan minggu depan. Dow Jones ditutup naik 110,59 poin (+0,43%) menjadi 25.669,32, S&P 500 menguat 9,44 poin (+0,33%) menjadi 2.850,13 dan Nasdaq bertambah 9,81 poin (+0,13%) menjadi 7.816,33. Dalam sepekan, Bursa saham AS bergerak bervariasi dengan Dow Jones dan S&P 500 membukukan kenaikan mingguan masing-masing +1,41% dan +0,59%, sedangkan Nasdaq mencatatkan penurunan sebesar -0,29%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 32,79 poin (-0,56%) ke level 5.783,798 pada akhir pekan jelang libur long weekend menyambut HUT RI ke-37. Tekanan IHSG itu terjadi di tengah aksi jual investor asing yang kembali membukukan net sell senilai Rp 675 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG tumbang -4,83% dengan investor asing mencetak jual bersih senilai Rp 2,96 triliun di pasar reguler.

Pasar keuangan rontok pada pekan lalu, seiring tekanan dari dalam dan luar negeri yang begitu kompleks menekan IHSG. Krisis keuangan Turki, ditengah masih berkecamuknya trader war antara AS dengan mitra dagangnya, makin menambah ketidakpastian global. Sementara rilis data ekonomi domestik yang lebih buruk dari perkiraan memberikan tekanan lebih lanjut bagi IHSG. Pasar merespon negatif defisit transaksi berjalan kuartal-II 2018 yang menembus ke atas level 3% dari PDB. Sentimen negatif ini makin bertambah dengan dirilisnya data defisit perdagangan bulan Juli sebesar US$ 2,03 miliar, atau jauh lebih dalam dibandingkan konsensus. Bauran kondisi tersebut berimbas kepada melemahnya mata uang Rupiah dan IHSG pada pekan lalu.

IHSG dan Rupiah mulai berbalik arah setelah BI mengambil  langkah cepat dengan mengumumkan kenaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,5% pada rabu lalu. Namun penguatan itu tidak bertahan lama, sebab Rupiah dan IHSG tetap melemah jelang penutupan perdagangan sebelum libur long weekend. Investor tampaknya tidak mau mengambil resiko dan segera melakukan profit taking, karena krisis keuangan Turki masih mendominasi sentimen pasar.

Untuk pekan ini, IHSG akan cenderung berkonsolidasi, sebab sepanjang pekan lalu penurunannya sudah hampir mencapai 5%. Semua sentimen dari dalam negeri berupa data-data makroekonomi yang krusial tampaknya juga sudah dirilis, seperti pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, neraca pembayaran, dan defisit transaksi berjalan, serta nota keuangan RAPBN 2019. Secara teknikal, kegagalan menembus resistance 6.116 membuat IHSG berbalik arah dengan kembali bergerak turun. Koreksi tajam yang terjadi pekan lalu, membuat IHSG saat ini bergerak dalam kondisi bearish jangka pendek dan berpotensi berkonsolidasi dikisaran 5.557-6.116 dalam jangka menengah. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross, sementara MACD bergerak turun tepat berada di garis centreline. Diharapkan MACD tidak break down centreline dan mampu berbalik naik. Dari kondisi tersebut menunjukan bahwa IHSG cenderung bergerak mixed pada pekan ini, dengan mencoba rebound setelah anjlok dalam pada pekan lalu. IHSG diprediksikan akan berkonsolidasi dengan perkiraan bergerak dikisaran area trading 5.689 hingga 5.905 pada minggu ini.

Pekan ini tidak ada data makroekonomi domestik penting yang bakal dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 21 Agustus 2018 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe dan Meeting Kebijakan Moneter RBA
  • Rabu 22 Agustus 2018 : Laporan meeting The Fed, Rilis data persediaan minyak AS
  • Kamis 23 Agustus 2018 : Meeting Kebijakan Moneter ECB, Rilis data penjualan rumah baru AS
  • Jum’at 24 Agustus 2018 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data durable goods AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan di awal pekan ada potensi IHSG bakal menguat terbatas, mengikuti sentimen pasar saham dunia yang rebound akhir pekan lalu, saat bursa saham kita libur long weekend. Tapi setelah itu IHSG ada kemungkinan cenderung bergerak dalam pola konsolidasi lagi. Pelemahan nilai tukar rupiah, berlanjutnya net sell asing dan masih adanya ketidakpastian ekternal terkait perang dagang dan krisis Turki, serta agresifitas kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun masih menjadi sentimen negatif yang membayangi IHSG. Waspadai apabila IHSG lanjut turun dan tembus ke bawah support 5.557, karena akan melanjutkan bearish trend.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati jika pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap, karena dalam jangka panjang pasar saham akan selalu naik setelah mencapai keseimbangannya. Jika terjadi koreksi tajam, bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *