IHSG Mencoba Kembali Ke Level 6.000, Mampukah?

Bursa wall street menguat di akhir pekan, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah. Penguatan wall street terjadi setelah Federal Reserve menyebut bahwa perekonomian AS tetap kuat. Berbicara di simposium Jackson Hole, Wyoming, Jerome Powell mengatakan bahwa kenaikan Fed rate secara bertahap adalah cara terbaik untuk melindungi pemulihan ekonomi AS, mempertahankan pertumbuhan pekerjaan yang kuat, dan menjaga inflasi tetap kuat. Komentar Powell tersebut tidak mengubah harapan pasar mengenai kenaikan fed rate pada September 2018, dan mungkin sekali lagi pada Desember 2018. Dow Jones ditutup menguat 133,37 poin (+0,52%) ke level 25.790,35, S&P 500 naik 17,71 poin (+0,62%) ke posisi 2.874,69 dan Nasdaq bertambah 67,52 poin (+0,86%) menjadi 7.945,98. Selama sepekan bursa saham AS berhasil menguat, dengan Dow Jones naik +0,47%, S&P 500 meningkat +0,86% dan Nasdaq melonjak +1,66%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG akhirnya harus ditutup melemah di akhir pekan, setelah mengalami reli di tiga hari berturut-turut perdagangan sebelumnya. IHSG ditutup dengan pelemahan 14,23 poin(-0,24%) ke posisi 5.968,75, meskipun investor asing melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp. 94 miliar. Meski turun di akhir pekan, namun IHSG berhasil mencatat kenaikan +3,19% dalam sepekan, dengan diikuti oleh net buy investor asing sebesar Rp. 64 miliar di pasar reguler.

Sesuai analisa awal pekan lalu, IHSG berhasil rebound pasca mengalami koreksi tajam pada pekan sebelumnya. Kenaikan IHSG terjadi oleh rebound di awal-awal pekan, ketika kondisi pasar global dinilai kondusif setelah meredanya krisis Turki dan belum banyak sentimen berarti yang menekan pasar. Namun jelang pertengahan hingga akhir pekan, sejumlah resiko mulai muncul dan membatasi rebound IHSG. Negosiasi perdagangan antara AS dan China gagal membuat terobosan solusi untuk mengatasi ketegangan antara kedua negara tersebut. Bahkan kedua negara kompak saling menerapkan tarif impor baru sehingga membuat perang dagang antara AS dan China kembali berlanjut. Selain itu, pasar juga menghadapi resiko dari kenaikan suku bunga The Fed pada bulan september 2018. Dalam pidatonya di akhir pekan, Gubernur bank sentral AS, Jerome Powell mengatakan bahwa dirinya mengharapkan kenaikan suku bunga AS yang pelan namun stabil terus berlanjut, agar ekonomi AS terus bertumbuh namun inflasi tetap terkontrol.

Isu perang dagang dan kebijakan The Fed terkait suku bunga masih akan menjadi penggerak bursa saham pada pekan ini. Selain itu pergerakan nilai tukar rupiah juga akan mempengaruhi laju pergerakan IHSG. Secara teknikal IHSG mulai kembali masuk fase sideways dalam jangka pendek pasca rebound dari koreksi tajam. Indikator teknikal Stochastic bergerak naik, sedangkan MACD masih bertahan diatas centreline dan berpotensi golden cross. Dari kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa IHSG mencoba reversal dan kembali masuk dalam fase sideways dalam jangka pendek.

IHSG berpeluang menguji level psikologis 6.000 lagi. Jika berhasil tembus dan melewati level 6000, IHSG berpotensi menguji resistance berikutnya di 6.117.  Apabila nantinya mampu menembus resistance 6.117 ke atas, kemungkinan IHSG berpotensi bagus untuk pergerakan ke depannya, karena akan membentuk pola reversal inverted head & shoulder sehingga berpeluang memulai tren pembalikan arah dan bergerak naik dengan target di level 6.686 dan minor target di 6.360 dalam jangka menengah. Namun perlu diingat bahwa selama IHSG masih belum dapat melewati resistance 6.117 dan masih berada di bawah level psikologis 6.000, maka indeks masih akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan berkosolidasi dengan support berada di gap bawah 5.811-5.833 dan resistance di gap atas 6.034-6.059

Memasuki pekan terakhir bulan Agustus, tidak ada data dan kejadian ekonomi penting  domestik. Sementara dari luar negeri, juga tidak terlalu banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi yang perlu diperhatikan dalam minggu ini:

  • Rabu 29 Agustus 2018 : Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Rilis data GDP dan data persediaan minyak AS
  • Kamis 30 Agustus 2018 : Rilis data modal swasta Australia, Rilis data keyakinan bisnis zona eropa, Rilis data pendapatan dan pengeluaran pribadi AS
  • Jum’at 31 Agustus 2018: Rilis data keyakinan konsumen Inggris, Rilis tingkat pengangguran Jepang, Rilis tingkat pengangguran zona eropa

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi dan mencoba melanjutkan penguatannya dengan menguji area level psikologis 6.000 di awal pekan ini, didorong oleh penguatan bursa saham AS akhir pekan kemaren. Namun perlu diingat bahwa resiko pasar masih membayangi akibat berbagai sentimen negatif global. Cermati juga respon pergerakan rupiah pekan ini setelah Powell menyampaikan pidatonya di Jackson Hole, Wyoming pada akhir pekan lalu. Pelemahan rupiah bisa menjadi ganjalan untuk penguatan IHSG selanjutnya. Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati jika pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *