IHSG Bertahan Ditengah Sentimen Negatif Global Dan Pelemahan Rupiah

Bursa  Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan, dengan indeks S&P 500 berakhir datar sementara Dow Jones melemah dan Nasdaq ditutup naik, setelah Kanada dan AS tidak dapat mencapai kesepakatan dan menutup pembicaraan perdagangan tanpa hasil. Disisi lain, kekhawatiran kembali muncul di akhir pekan setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk mengenakan tarif tambahan impor senilai USD 200 miliar kepada Cina  dalam waktu dekat. Dow Jones turun 22,1 poin (-0,09%) menjadi 25.964,82, S&P 500 naik tipis 0,39 poin (+0,01%) menjadi 2.901,52 dan Nasdaq meningkat 21,17 poin (+0,26%) menjadi 8.109,54. Ketiga indeks utama AS membukukan kenaikan sepanjang pekan lalu, dengan Dow Jones naik +0,68%, S&P 500 menguat +0,93% dan Nasdaq melonjak +2,06%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah tipis 0,5 poin (-0,01%) ke posisi 6.018,46 di akhir pekan, dengan investor asing melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp. 355 miliar. Meski melemah dalam 2 hari perdagangan terakhir pekan lalu, namun IHSG berhasil mencatatkan kenaikan +0,83% dalam sepekan, dengan diikuti oleh net buy investor asing sebesar Rp. 1,6 triliun di pasar reguler.

Sesuai analisa sebelumnya di pekan lalu, IHSG mampu lanjutkan penguatannya dan ditutup di atas level 6.000 kembali. Penguatan IHSG terjadi ditengah meningkatnya sentimen negatif global. Krisis keuangan Argentina dan perang dagang antara AS dengan China menjadi sorotan pada pekan lalu. Mata uang Argentina turun tajam pada Kamis lalu, sehingga mendorong bank sentral Argentina menaikkan suku bunga acuan 15% dari sebelumnya 45% menjadi 60%, untuk menyelamatkan mata uang peso yang terus merosot terhadap dolar AS. Dalam sepekan terakhir, nilai mata uang peso Argentina anjlok 8,55% terhadap dolar AS dan sudah terdepresiasi 51,9% sejak awal tahun. Pelaku pasar cemas bahwa situasi di Argentina, dan sebelumnya di Turki, akan menular ke negara-negara berkembang lainnya sehingga menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Kondisi ini membuat nilai tukar rupiah merosot  terhadap USD ke level terendah sejak krisis keuangan Asia 1998 ke posisi 14.750/USD.

Selain itu, pelaku pasar tengah mencermati penerapan pengenaan tarif impor barang China oleh AS senilai USD 200 miliar yang mungkin akan diberlakukan pada pekan ini. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan tidak ada waktu untuk mulai kembali perundingan dengan China. Sementara China bersiap untuk membalas AS dengan pengenaan tarif terhadap barang yang diimpor dari AS, apabila kebijakan Trump tersebut jadi diberlakukan. Jika perang dagang tersebut memanas lagi dan pelemahan rupiah berlanjut, maka IHSG harus berhati-hati karena potensi koreksi akan terbuka untuk pekan ini.

Secara teknikal, IHSG mencoba untuk bertahan di atas level psikologis 6.000, dan kembali berada di fase sideways dalam jangka pendek. IHSG masih berusaha untuk menembus resistance konsolidasinya di level 6.117. Jika bisa tembus keatas resistance ini, kemungkinan bisa berdampak positif bagi IHSG ke depannya, karena akan mengakhiri konsolidasinya dan mulai bergerak naik. Sementara untuk support terdekat IHSG berada di level 5.940. Apabila support tersebut gagal dipertahankan, maka IHSG berpeluang turun menguji area gap bawah di level 5.811-5.833 sebagai support selanjutnya. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline mengindikasikan kecenderungan bahwa IHSG masih berada dalam fase sideways dalam jangka pendek.

Mengawali pekan ini pada hari senin besok, seperti biasa di awal bulan investor akan menanti rilis data ekonomi domestik seperti data manufaktur dan inflasi. Menurut BI ada potensi bulan Agustus akan mengalami deflasi sebesar 0,02%. Jika memang terjadi deflasi, akan menjadi senitmen positif bagi IHSG. Sebab di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi tidak terpengaruh. Kondisi ini menunjukan bahwa tingkat inflasi masih cenderung terjaga. Data domestik lain yang ditunggu adalah rilis cadangan devisa pada hari Jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 3 September 2018 : Rilis data penjualan ritel Australia, Rilis data Caixin manufaktur China, Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Rilis data manufaktur Inggris, Bursa AS libur hari buruh
  • Selasa 4 September 2018 : Kebijakan suku bunga Australia, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data manufaktur AS
  • Rabu 5 September 2018 : Rilis data GDP Australia, Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data perdagangan AS
  • Kamis 6 September 2018 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data pekerjaan ADP Non Farm, data ISM Non manufacturing dan data cadangan minyak AS
  • Jumat 7 September 2018 : Rilis data GDP Zona eropa, Rilis data pekerjaan AS

Sentimen negatif global seperti krisis finansial Argentina dan potensi memanasnya kembali perang dagang China-AS, masih akan membayangi laju pergerakan IHSG dan menjadi kecemasan pasar pada pekan ini. Kemungkinannya IHSG minggu ini masih akan bergerak volatile dalam pola sideways dengan kecenderungan melemah. Para pelaku pasar diperkirakan akan cenderung lebih berhati-hati seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *