IHSG Menanti Putusan Suku Bunga The Fed dan BI, What Next?

Bursa  wall street ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan. Indeks Dow Jones dan S&P 500 sempat menyentuh rekor all time high, dengan dipimpin oleh kenaikan saham sektor industri. Dow Jones naik 86,52 poin (+0,32%) ke posisi penutupan tertinggi sepanjang sejarah di level 26.743,5. Sementara S&P 500 setelah sempat meningkat +0,4%, berakhir melemah tipis 1,08 poin (-0,04%) ke posisi 2.929,67. Sedangkan Nasdaq merosot 41,28 poin (-0,51%) ke posisi 7.986,96. Selama sepekan, Bursa saham AS berakhir mixed, dengan Dow Jones naik +2,25%, dan S&P 500 menguat +0,85%, sedangkan Nasdaq melemah -0,29%.

Dari dalam negeri, pada penutupan perdagangan akhir pekan IHSG berhasil menguat 26,47 poin (+0,45%) ke posisi 5.957,74. Investor asing mencatatkan net buy dengan membeli saham senilai Rp 1,13 triliun di pasar regular. Dalam sepekan IHSG bergerak menguat +0,45%, didorong oleh net buy asing sebesar Rp 1,2 triliun di pasar reguler.

IHSG berhasil menguat selama sepekan, didorong oleh sentimen nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS dan meredanya sentimen perang dagang AS dengan China. Kekhawatiran pelaku pasar mereda setelah AS melunak dengan tidak langsung mengenakan tarif 25% atas produk China. Sedangkan China juga akan membalas mengenakan tarif produk impor asal AS hanya senilai US$ 60 miliar, atau tidak sebesar tarif yang diterapkan AS atas produk impor China senilai $200 miliar. Disisi lain, pertemuan bilateral antara pemimpin Korea selatan dan Korea Utara di Pyongyang yang menandatangani deklarasi perdamaian tanpa senjata nuklir, menjadi katalis positif bagi perdamaian di semenanjung Korea dan memberi katalis positif bagi bursa regional Asia, termasuk IHSG.

Untuk pekan ini, laju IHSG akan ditentukan oleh rapat FOMC dan BI terkait kebijakan suku bunga, serta aksi window dressing jelang akhir pembukuan kuartal ketiga, yang akan menjadi penentu gerak pasar. Secara teknikal laju pergerakan IHSG masih sama dengan pekan sebelumnya. IHSG masih dalam fase sideways jangka menengah, namun terlihat menguat dalam jangka pendek setelah berhasil menembus resistance 5.931 di akhir pekan kemaren. IHSG membuka ruang untuk bergerak naik ke area resistance konsolidasi jangka menengah dikisaran 6.085-6.117 lagi. Indikator teknikal Stochastic dan MACD terlihat bergerak positif setelah berhasil golden cross, mengindikasikan bahwa  IHSG berpeluang bergerak positif dalam jangka pendek. Jika nantinya indeks mampu menembus keatas resistance 6.117, maka IHSG akan mengakhiri trend sideways jangka menengahnya dan kembali ke trend bullish dengan potensi menuju target kenaikan di level 6.350. Sementara untuk support terdekat IHSG pekan ini berada di area gap 5.882-5.897, dengan support selanjutnya di level 5.781.

Pergerakan IHSG pekan ini kemungkinan akan bergerak cenderung sideways menanti keputusan suku bunga The Fed dan BI.  Mendekati akhir pekan, baru IHSG diperkirakan akan menguat di dorong oleh sentimen window dressing. Pelaku pasar mencermati keputusan BI terkait kebijakan suku bunga acuan pada hari kamis dalam RDG BI. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 24 September 2018: Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Selasa 25 September 2018 : Kebijakan Moneter BOJ Jepang dan Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 26 September 2018 : Rilis data penjualan rumah baru dan cadangan minyak AS, Kebijakan suku bunga AS dan pernyataan pers The fed
  • Kamis 27 September 2018 : Rilis data buletin ekonomi zona eropa, Rilis data durable goods orders dan data GDP AS, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Jum’at 28 September 2018 : Rilis data current account dan GDP Inggris, Rilis data tingkat pengangguran Jepang

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk awal minggu ini. IHSG kemungkinan akan bergerak sideways cenderung melemah setelah membentuk pola candlestick doji star. Pasar masih menunggu dan mencermati keputusan The Fed dan serta BI. Ada peluang bagi IHSG untuk melemah dan menutup gap bawah dulu di 5.882-5.897 pada awal pekan. Setelah keputusan suku bunga, ada potensi bagi rupiah kembali bergerak stabil dan IHSG berpeluang menguat, karena pasar mengantisipasi window dressing.

Tetap disarankan untuk safe trading serta selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *