Pelemahan Rupiah Kembali Membuat IHSG Bergerak Turun

Bursa wall street melemah dalam dua hari berturut-turut jelang akhir pekan, dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS usai laporan data-data ekonomi AS yang solid. Pada akhir pekan, Departeman Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa upah tenaga kerja di AS meningkat dan tingkat pengangguran turun ke level 3,7% pada September 2018, yang merupakan  level terendah sejak 49 tahun terakhir. Data ini mendorong yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke posisi tertinggi yakni 3,248% dan membebani saham-saham di bursa AS. Dow Jones melemah 180,43 poin (-0,68%) ke posisi 26.447,05, S&P 500 susut 16,04 poin (-0,55%) ke level 2.885,57 dan Nasdaq melemah 91,06 poin (-1,16%) menjadi 7.788,45. Selama sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir melemah. Dow Jones turun tipis -0,04% dan S&P 500 merosot -0,97%. Sementara Nasdaq anjlok -3,21% yang merupakan penurunan terbesar dalam sepakan sejak Maret lalu.

Dari dalam negeri, IHSG kembali melanjutkan pelemahan menjelang akhir pekan. IHSG ditutup turun 24,68 poin (-0,43%) ke posisi 5.731,93, dengan diikuti oleh net sell investor asing yang melepas saham senilai Rp 1,124 triliun di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG merosot -4,1% didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sepanjang pekan investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp. 2,4 triliun di pasar reguler.

Pelemahan nilai tukar Rupiah yang merosot hingga level Rp 15.200 per dollar AS, benar-benar membuat IHSG terkapar dengan tanpa sehari pun menguat sepanjang pekan lalu. Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh naiknya imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang menguat. Kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh level tertinggi sejak tahun 2014 membuat beban pemerintah membengkak dan semakin berat. Ditambah lagi, pemerintah sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai dengan pilpres tahun 2019. Selain itu, positifnya data-data ekonomi AS pada pekan lalu mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun menguat hingga ke posisi 3,2% untuk pertama kali sejak 2011. Sentimen itu membuat harapan The Fed akan terus menaikkan suku bunga acuannya yang diperkirakan akan naik lagi pada bulan Desember nanti semakin menguat. Kondisi ini (pelemahan rupiah) membuat IHSG terus dihajar hingga mengalami penurunan 5 hari berturut-turut.

Setelah dihajar terus menerus sepanjang pekan lalu, IHSG terlihat bergerak melemah. Secara teknikal IHSG kembali berada di fase downtrend dalam jangka pendek. IHSG gagal naik ke level 6.000, dan malah bergerak turun menembus ke bawah support 5.850. Penembusan ke bawah 5.850, telah mengkonfiramsi pola bearish double top dengan target menuju 5.725 dan telah tercapai pada akhir pekan lalu. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun, sedangkan MACD telah death cross dan mulai bergerak turun ke area negatif (di bawah centreline). Dari kondisi tersebut mengindikasikan bahwa IHSG telah kembali dalam fase downtrend dalam jangka pendek.

Setelah penurunan tajam dan tertekan selama 5 hari berturut-turut, ada kemungkinan IHSG akan bergerak lebih tenang dalam pola konsolidasi pada pekan ini. Diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran area trading 5.621-5.850 pada pekan ini.  Ada potensi IHSG akan mengalami teknikal rebound terbatas setelah turun tajam sebelumnya. Diselenggarakannya Rapat IMF dan Bank Dunia di Bali pekan ini diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi para investor untuk masuk ke Indonesia. Potensi rebound akan semakin terbuka jika rupiah dapat bergerak lebih stabil setelah mengalami koreksi yang cukup tajam pada pekan lalu.

Namun untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan masih akan di buka dengan pelemahan di awal perdagangan. Koreksi yang dialami bursa saham AS di akhir pekan lalu dan rilis data cadangan devisa Indonesia bulan September yang turun sebesar USD 3,1 miliar, menjadi USD 114,8 miliar dari posisi akhir Agustus 2018 di USD 117,9 miliar, akan mempengaruhi laju pergerakan IHSG di awal pembukaan perdagangan pekan ini.  IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang support psikologis di level 5.700 dan resistance di level 5.780 pada perdagangan Senin besok.

Tidak ada banyak data dan kejadian ekonomi domestik penting selain Rapat IMF dan Bank Dunia yang akan digelar di Bali. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 9 Oktober 2018: Rilis data keyakinan bisnis Australia
  • Rabu 10 Oktober 2018 : Rilis indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data neraca perdagangan, manufaktur dan GDP Inggris, Rilis data harga produsen AS
  • Kamis 11 Oktober 2018 : Meeting kebijakan moneter ECB, Rilis data inflasi AS
  • Jum’at 12 Oktober 2018: Rilis data perdagangan dan cadangan devisa China, Meeting Tahunan IMF dan Bank Dunia

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG downtrend dalam jangka pendek, namun dalam jangka menengah IHSG masih terlihat bergerak sideways. Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat dan terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market menjadi tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *