Bursa Saham Dunia Kembali Tertekan, IHSG Masih Mencoba Bertahan

Bursa Wall Street berakhir di zona merah pada perdagangan akhir pekan didorong oleh pelemahan saham-saham di sektor teknologi dan internet, karena kinerja keuangan kuartal III yang kurang memuaskan. Saham Amazon memimpin pelemahan dengan terjun -7,8%, yang merupakan penurunan terburuk sejak Oktober 2014. Buruknya performa saham teknologi dan internet ini menutupi sentimen positif yang datang dari angka pertumbuhan ekonomi AS yang melaju 3,5% pada kuartal III-2018, di atas perkiraan 3,4% dan masih sejalan dengan target pemerintah 3%. Dow Jones ditutup turun 296,24 poin (-1,19%) menjadi 24.688,31, S&P 500 kehilangan 46,88 poin (-1,73%) menjadi 2.658,69 dan Nasdaq jatuh 151,12 poin (-2,07%) menjadi 7.167,21. Selama sepekan terakhir Bursa Saham AS tertekan, dengan Dow Jones tercatat turun -2,97%, S&P 500 anjlok -3,94%, ke level terendah sejak awal Mei dan Nasdaq jatuh -3,78%.

Dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 29,95 poin (+0,52%) ke posisi 5.784,92 pada akhir pekan, dengan ditopang oleh aksi beli investor asing sebesar Rp 253 miliar di pasar regular. Namun IHSG terkoreksi -0,9% selama sepekan karena dipengaruhi oleh sentimen global dan aksi jual investor asing yang mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 1,25 triliun di pasar reguler.

Laju pergerakan IHSG pekan lalu dibayangi oleh sejumlah sentimen baik dari eksternal maupun internal. Dari ekternal, situasi ekonomi global yang kurang kondusif masih mengahantui pelaku pasar. Melambatnya pertumbuhan ekonomi China kuartal ketiga ke angka 6,5% dari periode sebelumnya di 6,7%, telah meningkatkan kekhawatiran akan dampak perang dagang antara AS dengan China terhadap kondisi ekonomi global. Lalu, kematian jurnalis Washington Post berkebangsaan Arab Saudi, yaitu Jamal Khashoggi telah meningkatkan ketegangan geopolitik dan turut mempengaruhi bursa saham dunia. Untungnya, sentimen domestik masih menyelamatkan IHSG supaya tidak jatuh terlalu dalam. Rilis laporan kinerja keuangan emiten kuartal III-2018 dan ditahannya suku bunga acuan 7-day reverse repo rate di level 5,75% oleh BI, menjadi penyelamat bagi IHSG, sehingga penurunannya terbatas jika dibandingkan dengan bursa saham utama global.

Pada minggu lalu, IHSG sempat anjlok hingga menguji area level support di 5.623, namun akhirnya berhasil rebound dan ditutup di level 5.784. Secara teknikal IHSG masih bergerak di fase downtrend dalam jangka pendek. Terlihat IHSG belum dapat menguat menembus down trend resistance line dan resistance konsolidasi terdekat di level 5.869, sehingga terlihat masih cenderung bergerak dalam pola turun. Indikator teknikal MACD masih cenderung bergerak mendatar di bawah centreline (area negatif), sehingga mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam tren melemah jangka pendek. Diperkirakan IHSG pada minggu ini akan bergerak dalam rentang kisaran area trading 5.621-5.869. Apabila mampu menerobos keatas resistance 5.869, maka IHSG akan menuju resistance konsolidasi selanjutnya di 5.975. Sementara apabila turun ke bawah support 5.621, maka IHSG akan kembali memasuki area bearish dan akan melanjutkan trend turunnya.

Bursa saham utama dunia sudah turun tajam pada minggu lalu, sehingga berpotensi rebound atau setidaknya berkonsolidasi pada pekan ini. Jika bursa saham dunia rebound, maka IHSG berpotensi mengikuti atau setidaknya melanjutkan konsolidasinya dan tidak turun tajam. Rilis kinerja keuangan emiten yang banyak keluar pada pekan ini (jelang akhir bulan Oktober) diharapkan dapat menopang laju IHSG. Sementara itu pelaku pasar juga tengah mencermati rilis data ekonomi manufaktur dan inflasi bulan Oktober pada hari kamis tanggal 1 November 2018. BI memperkirakan inflasi Oktober 2018 akan berada di kisaran 0,17% dan secara year on year sebesar 3,05%.

Dari luar negeri, minggu ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 29 Oktober 2018: Rilis data pendapatan dan pengeluaran perorangan AS, Rilis data tingkat pengangguran Jepang.
  • Selasa 30 Oktober 2018 : Rilis data keyakinan bisnis dan GDP zona eropa, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 31 Oktober 2018 : Rilis data inflasi Australia, Kebijakan suku bunga Jepang dan konferensi pers BOJ, Rilis data pekerjaan ADP dan persediaan minyak AS, Rilis data tingkat pengangguran zona eropa
  • Kamis 1 November 2018 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur dan inflasi Inggris, Kebijakan Suku bunga Inggris dan Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data manufaktur AS
  • Jumat 2 November 2018 : Rilis data penjualan ritel Australia, rilis data perdagangan dan pekerjaan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini.  IHSG di minggu ini kemungkinan masih berpotensi melanjutkan konsolidasinya dengan mencoba menembus down trend resistance line. Perlu dicermati, bahwa selama IHSG belum dapat menembus ke atas down trend resistance line dan resistance konsolidasi terdekat di level 5.869,  maka trend IHSG masih akan berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak melemah dalam jangka pendek.

Untuk itu tetap disarankan safe trading, karena mengingat bursa saham dunia masih cenderung tertekan. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat dan terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *