IHSG Telah Mengakhiri Tren Turunnya, Akankah Terus Berlanjut?

Bursa Wall Street menghentikan reli penguatan selama 3 hari berturut-turut dengan ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan. Penurunan tajam saham Apple membebani pasar secara keseluruhan, di tengah data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Saham Apple anjlok 6,63% dan membuat nilai kapitalisasi pasarnya turun di bawah US$ 1 triliun pada penutupan perdagangan, karena kekecewaan investor atas proyeksi perusahaan. Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja melaporkan data payroll pekerjaan non-pertanian AS meningkat 250.000 pada Oktober dan melebihi perkiraan, sedangkan tingkat pengangguran AS tetap di angka 3,7 % sesuai dengan konsensus pasar. Sementara itu, sentimen dari pemerintah AS turut mengurangi optimisme atas pembicaraan perdagangan antara AS-China. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa Presiden Donald Trump belum meminta pejabat AS untuk menyusun draft rencana perdagangan yang diusulkan dalam  pembicaraan perdagangan dengan China. Hal ini bertentangan dengan laporan sebelumnya, sehingga mengurangi suasana yang telah mendorong harapan penyelesaian sengketa perdagangan AS-China. Dow Jones berakhir turun 109,91 poin (-0,43%) ke level 25.270,83, S&P 500 berkurang 17,31 poin(-0,63 %,) menjadi 2.723,06 poin dan Nasdaq merosot 77,06 poin (-1,04 %) ke posisi 7.356,99. Selama sepekan bursa saham AS berhasil rebound, dengan ke-3 indeks saham utama AS mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Juni. Dalam sepekan, Dow Jones dan  S&P 500 masing-masing mendaki +2,36% dan +2,42%, sedangkan Nasdaq bertambah +2,65%.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak menguat di akhir pekan dengan melonjak 70,37 poin (+1,21%) ke posisi 5.906,29. Aksi beli investor asing yang mencatatkan net buy senilai Rp 1,01 triliun di pasar regular turut menjadi katalis positif bagi IHSG. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat +2,1% dengan didorong oleh masuknya aliran dana asing sebesar Rp 3,98 triliun di pasar reguler.

IHSG berhasil menguat dalam 4 hari berturut-turut dan mengahiri perdagangan pekan lalu dengan catatan positif. Penguatan IHSG pekan lalu sejalan dengan reboundnya pasar saham dunia yang dipengaruhi oleh kondisi global yang cenderung kondusif, seiring meredanya perang dagang AS-China. Presiden AS Donald Trump sedang diagendakan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada acara G20 di Argentina akhir bulan ini. Sebelumnya, Donald Trump mengatakan telah melakukan pembicaraan yang sangat panjang dan baik dengan Presiden China Xi Jinping dengan penekanan pada perdagangan kedua negara. Pelaku pasar merespon positif upaya yang dilakukan oleh kedua pemimpin tersebut dalam memecah kebuntuan dan mengakhiri friksi dagang yang memanas selama ini. Sementara sentimen dari internal, IHSG dipoles oleh hasil laporan kinerja emiten di kuartal ketiga yang secara umum masih tumbuh, sehingga memacu keyakinan investor. Di sisi lain, BPS melaporkan inflasi Oktober 2018 mencapai 0,28% dan inflasi year on year (YoY) tercatat 3,16%. Meskipun secara bulanan meningkat, tapi inflasi pada Oktober 2018 tetap terkendali dan masuk dalam target inflasi tahunan pemerintah dikisaran 3,5%±1%, sehingga direspon positif oleh pelaku pasar.

Berbagai sentimen positif baik dari dalam luar negeri, mendorong aliran dana investor asing kembali masuk ke IHSG. Tercatat asing membukukan net buy diatas Rp 1 triliun per hari dalam 3 hari terakhir. Di pasar obligasi, indeks obligasi turut menguat 0,9% sepanjang pekan lalu dan membuat yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun menjadi 8,3%. Kondisi ini turut membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS hingga meninggalkan posisi 15.000 dan menutup perdagangan akhir pekan di posisi Rp 14.950/USD.

Secara teknikal IHSG telah mengakhiri fase downtrend dalam jangka pendek, setelah berhasil menembus ke atas resistance level 5.869 dan down trend resistance line (garis menurun warna merah dari chart di bawah ini). Penembusan resistance tersebut telah membuka ruang bagi IHSG untuk melanjutkan konsolidasi jangka menengah dengan resistance di 6.116 dan minor resistance di level 5.976. Sementara untuk support terdekat IHSG berada di level 5.868 dan support selanjutnya dikisaran 5.750.

Perhatikan resistance penting IHSG di level 6.116. Apabila dapat diterobos, maka IHSG akan mengakhiri konsolidasi yang terbentuk sejak akhir bulan Mei dan kembali bergerak dalam tren naik (bullish trend), dengan target terdekat dikisaran 6.350. Namun selama resistance tersebut belum dapat dilewati, maka IHSG masih akan terus cenderung bergerak sideways.

Minggu ini cukup banyak data ekonomi penting domestik yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Yang akan dicermati oleh investor terutama adalah data pertumbuhan ekonomi (GDP) kuartal ketiga diperkirakan akan turun ke kisaran 5,1%-5,15%, dibandingkan periode sebelumnya (kuartal kedua) di angka 5,27%. Data ini akan rilis pada hari senin awal pekan besok. Lalu pada hari Rabu akan dirilis data cadangan devisa akhir Oktober. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa trend penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun akan berakhir dan diperkirakan akan mulai meningkat di bulan Oktober. Sedangkan pada hari Jum’at akan dirilis data penting lainnya yaitu defisit neraca berjalan (CAD) kuartal ketiga, yang menurut BI akan lebih tinggi dibandingkan kuartal kedua yang sebesar 3% terhadap PDB. Perkiraan BI defisit transaksi berjalan pada kuartal III 2018 akan berada di atas 3% tapi tidak akan lebih dari 3,5%. Apabila data-data ekonomi yang dirilis tersebut lebih buruk dari perkiraan, maka akan kembali menekan rupiah sehingga akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada pekan ini.

Sementara dari luar negeri, minggu ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting. Yang akan menjadi perhatian pelaku pasar dunia adalah pernyataan The Fed dan kebijakan suku bunga AS pada hari kamis waktu setempat, yang diperkirakan tidak akan berubah atau tetap di level 2,25%. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi yang perlu diperhatikan dalam minggu ini:

  • Senin 5 November 2018: Kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data ISM sektor jasa AS
  • Selasa 6 November 2018 : Kebijakan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA), Pemilu Anggota Kongres AS
  • Kamis 8 November 2018 : Rilis data perdagangan China, Kebijakan suku bunga dan penyataan The Fed,
  • Jum’at 9 November 2018 : Pernyataan dan kebijakan moneter RBA, Rilis data inflasi China, Rilis data manufaktur, perdagangan dan GDP Inggris, Rilis data produsen AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun secara teknikal IHSG telah mengakhiri tren penurunannya setelah berhasil menembus ke atas down trend resistance line, namun kondisi ini dapat berubah sewaktu-waktu apabila rilis data ekonomi domestik jauh lebih buruk dari perkiraan. Tapi jika data yang dirilis cukup bagus, dan rupiah bergerak stabil pasca penguatan, serta dana asing masih terus mengalir masuk ke pasar saham Indonesia, maka kemungknan IHSG masih berpotensi bergerak menguat, termasuk mencoba menguji level psikologis 6.000.

Namun demikian, tetap disarankan safe trading, karena bagaimanapun selalu ada fluktuasi harga. Untuk itu selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat dan terus cermati arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market kembali tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *