Setelah Reli 8 Hari, IHSG Terkoreksi Tajam, Bagaimana Selanjutnya?

Bursa Wall Street melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan didorong oleh kejatuhan harga minyak yang turun hampir 1%, disebabkan karena meningkatkannya pasokan global dan kekhawatiran melambatnya perekonomian dunia. Pasar khawatir akan kondisi ekonomi China akibat dampak dari perang dagang yang tampaknya sudah mempengaruhi indeks harga produsen (PPI) yang menurun, sebagai tanda melemahnya permintaan domestik dan aktivitas manufaktur di negara tersebut. Selain itu sentimen negatif juga datang dari pernyataan The Fed yang hawkish. The Fed memang mempertahankan suku bunga acuannya tetap pada pertemuan bulan ini, tetapi memberi sinyal akan tetap agresif menaikkan suku bunga pada bulan depan. Dow Jones turun 201,92 poin (-0,77%) menjadi 25.989,3, S&P 500 kehilangan 25,82 poin (-0,92%) ke posisi 2.781,01 dan Nasdaq melemah 123,98 poin (-1,65%) ke level 7.406,90. Walaupun turun di akhir pekan, namun selama sepekan bursa saham AS berhasil menguat, dengan ke-3 indeks saham utama AS mencatatkan kenaikan mingguan. Dalam sepekan, Dow Jones naik +2,84% dan  S&P 500 menguat +2,13%, serta Nasdaq bertambah +0,68%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berakhir melemah pada akhir pekan, dengan merosot 102,652 poin (-1,72%) ke posisi 5.874,154.  Investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 218 miliar di pasar regular. Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat melemah sekitar -0,54%, walaupun dana asing masuk ke pasar saham senilai Rp. 2,14 Triliun di pasar reguler.

Pergerakan IHSG selama sepekan cenderung menguat namun diwarnai oleh koreksi tajam pada akhir pekan. Meski dari awal pekan terjadi reli secara berkesinambungan hingga mendekati level psikologis 6.000, IHSG akhirnya menyerah di akhir pekan dan mengahiri reli kenaikan selama 8 hari berturut-turut dengan penurunan tajam hingga berakhir di level 5.874. Penurunan IHSG didorong oleh anjloknya saham-saham berkapitalisasi besar yang dipimpin oleh penurunan saham HMSP dan UNVR, terkait rencana BEI untuk menerapkan aturan pembobotan pada perhitungan indeks LQ45 dan IDX30.

Kebijakan mengubah aturan perhitungan indeks tersebut dari sebelumnya berdasarkan kapitalisasi pasar menjadi berdasarkan ukuran free float, membuat saham yang memiliki free float kecil tapi punya kapitasilisasi pasar yang besar seperti HMSP dan UNVR menjadi sasaran di lepasnya saham-saham tersebut oleh para manajer investasi, dana pensiun dan intitusi keuangan lainnya yang selalu menjadikan IHSG dan LQ45 sebagai benchmark kinerja portofolio mereka. Para pelaku pasar tersebut melakukan rebalancing portfolionya guna menjaga agar kinerja dana kelolaan mereka tidak lebih buruk dari pada IHSG dan LQ45. Padahal rencana free float adjusment indeks ini baru akan mulai diimplementasikan pada Februari 2019 dan masih rencana atau belum tentu diberlakukan.

Walaupun IHSG mengalami koreksi tajam pada akhir pekan lalu, namun secara teknikal IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek. Selama IHSG mampu bertahan di atas level break out dari down trend resistance line di 5.868, maka trend naik jangka pendek indeks masih terjaga. IHSG berpeluang rebound menutup gap dikisaran 5.936-5.949 yang terbentuk saat terjadi koreksi tajam kemaren. Namun jika terkoreksi kembali dan gagal bertahan di level 5.868, maka IHSG berpeluang mencoba level support dikisaran 5.820-5.780 sebagai level tahanan terdekat. Indikator teknikal MACD yang masih bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa IHSG masih di fase uptrend dalam jangka pendek.

Sementara itu, setelah berakhirnya perdagangan pekan lalu, BI merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (CAD) kuartal III-2018 yang mengalami defisit US$ 8,846 miliar atau 3,37% dari PDB. Angka ini naik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun meskipun terjadi kenaikan defisit transaksi berjalan di kuartal III-2018, tapi diyakini bahwa defisit tersebut akan kembali menurun di kuartal ke empat nanti.

Untuk pekan ini, pelaku pasar menunggu data export-import dan neraca perdagangan yang akan dirilis hari kamis 15 November 2018 nanti. Selain itu pada hari yang sama, BI akan mengumumkan kebijakan moneter terkait suku bunga acuan yang diperkirakan akan tetap di level 5,75% atau tidak akan mengalami perubahan. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 13 November 2018 : Rilis data keyakinan bisnis Australia, rilis data pendapatan dan data pekerjaan Inggris
  • Rabu 14 November 2018 : Rilis data pendapatan Australia, Rilis data GDP Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data inflasi AS, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell
  • Kamis 15 November 2018 : Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data penjualan ritel Inggris, rilis data penjualan ritel AS
  • Jumat 16 November 2018 : Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Di minggu ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang kisaran area trading 5.733 hingga 6.000. Disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Cermati terus arah perkembangan pasar. Hati-hati apabila pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market menjadi tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *