Kembali Ke Level 6.000, IHSG Bersiap Uji Resistance Level 6.116

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan, dengan indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak perlu lagi menerapkan tarif baru untuk produk-produk impor asal China. Pernyataan Presiden Donald Trump tersebut membuat investor lebih tenang, namun indeks Nasdaq sedikit turun karena koreksi harga saham Facebook dan Nvidia. Dow Jones ditutup naik 123,95 poin (+0,49 %) ke level 25.413,22, S&P 500 menguat 6,07 poin (+0,22% ) menjadi 2.736,27, sedangkan Nasdaq turun 11,16 poin (-0,15%) ke posisi 7.247,87. Dalam sepekan, ketiga indeks di bursa saham AS masih membukukan kinerja negatif, dengan Dow Jones turun -2,22%, S&P 500 melemah -1,61% dan Nasdaq merosot -2,15%.

Dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 56,61 poin (+0,95%) ke posisi 6.012,35 pada akhir pekan. Investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp. 1,679 triliun di pasar regular. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat +2,35% dengan didukung oleh masuknya aliran dana asing yang mencapai Rp. 3 triliun dalam sepekan.

IHSG berhasil menguat melanjutkan reli 4 hari berturut-turut dan kembali menembus ke atas level psikologis 6.000. Penguatan ini dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar rupiah yang cenderung menguat terhadap dolar AS dan kenaikan suku bunga acuan BI yang diapresiasi positif oleh pelaku pasar. Selain itu aliran dana asing juga sudah terlihat mulai masuk ke market, sehingga membuat IHSG dapat terus melaju meski sempat terkoreksi sesaat karena neraca dagang bulan Oktober 2018 tercatat alami defisit sebesar US$ 1,82 miliar. Sentimen positif juga datang dari dikeluarkannya paket kebijakan baru ke-XVI oleh pemerintah yang isinya mengenai tax holiday dan revisi daftar negatif investasi.

Secara teknikal reli penguatan selama empat hari berturut-turut membuat IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek. IHSG telah berhasil menembus ke atas down trend resistance line jangka pendeknya dikisaran 5.980, sehingga membuka peluang menguji area resistance konsolidasi jangka menengahnya dikisaran 6.116 pada pekan ini. Apabila nantinya IHSG dapat menerobos ke atas resistance tersebut, maka indeks akan kembali ke jalur bullish, dengan target swing menuju kisaran 6.350. Sementara untuk support IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 5.869. Indikator tenikal Stochastic kembali golden cross dan bergerak naik, sedangkan MACD masih cenderung naik diatas centreline (area positif).  Dari kondisi teknikal itersebut mengindikasikan bahwa IHSG masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek.

Untuk pekan ini, tidak ada data dan kejadian ekonomi penting yang sedang ditunggu oleh investor dari dalam negeri.  Sementara dari luar negeri, juga tidak banyak data dan agenda ekonomi penting yang menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi dalam minggu ini:

  • Senin 19 November 2018: Rilis data perdagangan Jepang
  • Selasa 20 November 2018 : Kebijakan moneter Australia dan Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Rilis data inflasi Inggris
  • Rabu 21 November 2018 : Rilis data durable goods orders AS
  • Kamis 22 November 2018: Rilis data inflasi Jepang, Rilis data keyakinan konsumen zona eropa
  • Jum’at 23 November 2018 : Rilis data manufaktur zona eropa

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Setelah mengalami reli 4 hari berturut-turut, IHSG awal pekan ini kemungkinan bisa terkoreksi. Kenaikan tajam dalam beberapa hari terkahir, dapat membuat sebagian pelaku pasar mungkin mulai ada yang melakukan profit taking. Namun apabila terjadi koreksi, kemungkinan adalah koreksi wajar dan sehat yang tidak terlalu dalam, karena investor asing telah kembali masuk ke pasar saham Indonesia. Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melanjutkan penguatan dalam minggu ini.

“Perhatikan level 6.116 yang merupakan resistance jangka menegah yang membentuk range pergerakan IHSG bergerak sideways sejak Mei 2018. Apabila resitance tersebut dapat dilewati dan dipertahankan, maka IHSG berpeluang besar untuk kembali bergerak up trend (bullish)”

Walaupun IHSG terlihat sudah mulai bergerak positif, namun tetap perlu untuk safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Cermati arah perkembangan pasar dan hati-hati apabila pasar kembali mengalami ketidakpastian serta kondisi market menjadi tidak kondusif. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *