Aura Damai AS-China Akan Membawa IHSG Melanjutkan Penguatannya

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan hari jum’at akhir pekan kemaren. Investor berharap akan adanya kemajuan dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam perjamuan makan malam pada hari Sabtu waktu setempat, di sela-sela pertemuan G20 yang berlangsung di Buenos Aires Argentina. Pasar dipengaruhi harapan, usai seorang pejabat Cina mengatakan bahwa “konsensus terus meningkat” dalam negosiasi perdagangan antara AS dengan China. Investor berharap akan adanya resolusi positif dalam sengketa tarif yang sedang berlangsung sehingga akan menghasilkan kesepakatan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Dow Jones menguat 199,62 poin (+0,79%) menjadi 25.538,46, S&P 500 naik 22,41 poin (+0,82%) ke posisi 2.760,17, dan Nasdaq menambahkan 57,45 poin (+0,79%) ke 7.330,54. Ketiga indeks saham utama AS membukukan kenaikan persentase mingguan terbesarnya dalam tahun ini. Sepanjang pekan, Dow Jones mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam 2 tahun terakhir dengan melonjak +5,16%.  Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan persentase mingguan terbesar dalam hampir 7 tahun dengan masing-masing meningkat +4,85% dan +5,64%. Sementara sepanjang bulan November, Dow Jones bertambah +1,7%, S&P 500 menguat +1,8% dan Nasdaq hanya mampu naik +0,3%.

Dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan di zona merah dengan melemah 51,04 poin (-0,84%) ke level 6.056,12. Investor asing membukukan net sell mencapai Rp 477 miliar di pasar reguler. Kendati turun diakhir pekan, namun dalam sepekan IHSG masih mencatat kenaikan +0,83% dengan di ikuti oleh masuknya aliran modal asing sebesar Rp. 588 miliar di pasar reguler. Sedangkan untuk sepanjang bulan November, dana asing masuk ke pasar saham sebesar Rp 6,81 triliun sehingga berhasil mendorong IHSG mencatatkan kenaikan +3,85%, setelah sebelumnya melemah 2 bulan berturut-turut.

Mayoritas bursa saham utama dunia, termasuk IHSG mencatatkan performa mingguan yang positif di sepanjang pekan lalu. Pasar saham global menguat terdorong oleh komentar “dovish” Gubernur The Fed Jerome Powell. Dalam pidatonya tengah pekan lalu, Powell mengatakan bahwa suku bunga AS telah mendekati level netral. Kondisi ini dipersepsikan oleh pelaku pasar bahwa akan ada lebih sedikit kenaikan suku bunga acuan AS kedepan. Sentimen lain yang mendorong penguatan bursa saham dunia adalah “aura damai” dalam perdagangan AS-China. Baik penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dan seorang pejabat Cina menyatakan bahwa ada kemungkinan Washington dan Beijing akan mencapai kesepakatan kala Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 pada akhir pekan. Sementara pelemahan harga minyak dunia dan beberapa komodiatas utama lainnya turut mewarnai pergerakan pasar saham global pekan lalu.

Kondisi berbeda ditunjukan oleh IHSG pada akhir pekan, yang sekaligus merupakan penutupan perdagangan akhir bulan November. IHSG melemah kala mayoritas bursa saham utama dunia diperdagangkan menguat. Pelemahan IHSG terjadi karena dipengaruhi oleh sentimen perubahan yang terjadi dalam komposisi MSCI Index yang berlaku efektif pada 30 November 2018. Manajer Investasi mulai mengatur ulang komposisi portfolio mereka dengan melepas beberapa saham yang dikeluarkan ataupun dikurangi bobotnya oleh MSCI Index sebagai acuan. Selain itu pelaku pasar juga melakukan aksi ambil untung setelah IHSG berhasil menguat signifikan pada hari kamis dan telah menyentuh resistance 6.117  yang merupakan level tertinggi dalam 7 bulan terakhir.

Secara teknikal, walaupun IHSG gagal menembus resistance level 6.117, tapi indeks masih berada di fase uptrend dalam jangka pendek. Posisi IHSG terlihat masih relatif lebih bagus dibandingkan dengan penutupan minggu sebelumnya. IHSG terlihat masih dalam tren positif, dalam upaya menembus resistance level 6.117. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik di atas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak naik dalam jangka pendek.

IHSG terlihat masih kondusif dengan berada di fase uptrend dalam jangka pendek, namun kenaikan masih tertahan oleh resistance konsolidasi jangka menengah di level 6.117. Diperkirakan IHSG akan bergerak di rentang kisaran support 5.980 hingga resistance di level 6.117 pada pekan ini. Namun apabila dapat melewati resistance area konsolidasi jangka menengahnya di 6.117, maka terbuka ruang bagi IHSG untuk kembali memasuki fase bullish, dengan target swing menuju kisaran 6.350 dan minor target di area gap 6.220-6.225.

Seperti biasa di awal bulan, investor mencermati data-data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini, seperti data manufaktur dan inflasi bulan November. BI memperkirakan inflasi akan mencapai 0,28% month to month dan secara tahunan di angka 3,14%. Sementara prediksi ekonom inflasi November 2018 akan stabil di level 0,2%. Data tersebut akan dirilis besok di awal pekan. Sedangkan pada jum’at akhir pekan, akan dirilis data cadangan devisa yang berakhir hingga bulan November 2018, dengan perkiraan akan mengalami kenaikan. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 3 Desember 2018 : Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur AS
  • Selasa 4 Desember 2018 : Kebijakan suku bunga Australia, Pernyataan Gubernur BOE Carney
  • Rabu 5 Desember 2018 : Rilis data GDP Australia, Pernyataan Presiden ECB Draghi, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Rilis data sektor jasa dan data persedian minyak AS
  • Kamis 6 Desember 2018 : Rilis data perdagangan dan penjualan ritel Australia, Meeting OPEC, Rilis data perdagangan AS
  • Jumat 7 Desember 2018 : Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Rilis data pekerjaan AS

Memasuki bulan Desember, IHSG terlihat mulai pulih dengan bergerak positif dan berpeluang masuk ke fase bullish. Peluang untuk memasuki bullish trend semakin besar, karena selama lebih dari 10 tahun terakhir IHSG selalu mengalami kenaikan di bulan Desember. Bahkan jika di rata-rata dalam 13 tahun terakhir, potensi penguatan IHSG sekitar 3,91%. Berikut kinerja IHSG dari tahun 2005-2017 (data diambil dari Amibroker):

Salah satu faktor penyebab IHSG selalu menguat di bulan Desember adalah adanya Santa Claus Rally, dimana para fund manager dan dana institusi keuangan serta emiten melakukan pembelian saham-saham beberapa hari sebelum tutup tahun untuk keperluan window dressing. Aura bullish di bulan Desember semakin pekat setelah kabar terbaru bahwa AS-China sepakat untuk tidak mengenakan tarif tambahan di sektor perdagangan setelah 1 Januari 2019, guna meredam eskalasi perang dagang yang terjadi selama ini. Kabar ini menambahkan sentimen positif dari penguatan rupiah dan sikap dovish The Fed, serta adanya indikasi investor asing untuk kembali ke emerging.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun IHSG masih cenderung bergerak uptrend di bulan ini, namun tidak semua saham bergerak naik. Terlihat bahwa kenaikan saham di bursa tidak merata.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium.  Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *