IHSG: Heading In The Right Direction

Bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan, didorong oleh penurunan saham sektor energi, dan investor yang bersiap menyambut musim laporan keuangan. Penguatan bursa saham AS terhenti setelah mengalami reli 5 hari beruntun, karena pasar menunggu jelang musim rilis laporan keuangan pada pekan ini. Bank-bank besar akan mempublikasikan laporan keuangan kuartal IV-2018, dan investor akan melihat laporan tersebut untuk membuktikan apakah ada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ataupun resesi ekonomi. Dow Jones ditutup turun tipis 5,97 poin (-0,02%) ke level 23.995,95, S&P 500 melemah tipis 0,38 poin (-0,01%) ke posisi 2.596,26 dan Nasdaq merosot 14,59 poin (-0,21%) menjadi 6.971,48. Selama sepekan, Bursa saham AS mencatatkan penguatan dengan Dow Jones mengalami kenaikan +2,4%, S&P 500 bertambah +2,54% dan Nasdaq melonjak +3,45%.

Sementara dari dalam negeri, pada penutupan perdagangan akhir pekan  IHSG ditutup naik 32,75 poin (+0,52%) ke posisi 6.361,46. Investor asing mencatatkan net buy dengan membeli saham seniliai Rp 878 miliar di pasar regular. Dalam sepekan IHSG membukukan penguatan sebesar +1,39%  dan berhasil melanjutkan penguatannya menjadi 3 pekan berturut-turut. Selama sepekan investor asing terus memborong saham, dengan mencatatkan net buy sebesar Rp 2,77 triliun di pasar reguler.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, trend bullish IHSG berlanjut didorong oleh sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Dari ekternal, negosiasi perdagangan antara AS dan China, serta pernyataan dovish dari Gubernur The Fed Jerome Powel yang akan lebih berhati-hati dalam melakukan normalisasi suku bunga acuan AS, menjadi motor utama penguatan bursa saham dunia dan juga IHSG. Sementara dari domestik, rilis data cadangan devisa Indonesia per Desember 2018 yang mengalami kenaikan menjadi USD 120,7 miliar dan data penjualan ritel per November meningkat menjadi 3,4% dari 2,9%, menjadi katalis positif bagi IHSG. Laju IHSG semakin mantap seiring dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan berlanjutnya aksi beli investor asing yang masuk ke pasar saham.

Secara teknikal IHSG terus bergerak naik dan melanjutkan fase uptrendnya. Pasca penembusan ke atas resistance area konsolidasi jangka menengahnya di level 6.117, IHSG berada di jalur bullish dengan terus bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Indikator teknikal MACD yang terus bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa indeks masih berada di fase uptrend dan cenderung melanjutkan pergerakan positifnya. Sesuai perkiraan pekan lalu, IHSG berhasil mencapai target di level 6.360. Apabila tren penguatan terus berlanjut, maka terbuka peluang bagi IHSG menuju target berikutnya dikisaran 6.445 hingga 6.500. Sementara apabila terjadi aksi profit taking wajar, maka IHSG akan mencoba bertahan di support terdekat di level 6.250, dengan support berikutnya berada di level 6.185

IHSG: Heading In The Right Direction

Untuk pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada data eksport-import dan neraca perdagangan bulan Desember yang akan dirilis pada hari selasa. Sementara pada hari kamis, investor akan mencermati rapat dewan gubernur BI yang diperkirakan akan menahan suku bunga acuan BI rate. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 14 Januari 2019: Rilis data perdagangan China
  • Selasa 15 Januari 2019 : Rilis data indeks produsen AS, Pernyataan Presiden ECB Draghi, Brexit Vote
  • Rabu 16 Januari 2019 : Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 17 Januari 2019 : Rilis index keyakinan konsumen Australia, Meeting G20, Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda
  • Jum’at 18 Januari 2019 : Rilis data inflasi Jepang, Meeting G20, Rilis data ritel Inggris

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berada di dalam trend bullish, dengan bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Walaupun ada potensi penguatan masih bisa berlanjut, namun IHSG sudah memasuki area jenuh beli dalam jangka pendek, sehingga penguatan akan cenderung terbatas. IHSG bisa saja mengalami profit taking sejenak ataupun berkonsolidasi dulu sebelum melanjutkan reli penguatannya lagi, agar trend bullish yang saat ini sedang terjadi bisa sustainable dan wajar.

Sejak mengalami reli penguatan pada akhir tahun, IHSG relatif bergerak naik tanpa adanya koreksi yang berarti. Walaupun belum tentu terjadi koreksi, disarankan tetap waspada terhadap potensi terjadinya profit taking tiba-tiba. Untuk itu, trader disarankan tetap safe trading dan berhati-hati, terutama jika pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market global menjadi tidak kondusif.  Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah terutama jelang rilis laporan keuangan kwartal ke-4 tahun 2018.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *