IHSG: The Rally Continues, But Limited

Bursa Wall Street mampu menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, didorong oleh optimisme penyelesaian perang dagang antara AS dengan China. Saham sektor teknologi dan industri memimpin penguatan bursa saham AS, seiring dengan meningkatnya optimisme AS dan China akan segera menyelesaikan sengketa perdagangan mereka. Dow Jones naik 336,25 poin (+1,38%) menjadi 24.706,35, S&P 500 meningkat 34,75 poin (+1,32%) menjadi 2.670,71 dan Nasdaq menguat 72,77 poin (+1,03%) ke level 7.157,23. Sepanjang pekan lalu, pasar saham AS berhasil ditutup menguat dan ketiga indeks saham utama mencatat kenaikan persentase 4 minggu terbesar sejak Oktober 2011. Dalam sepekan, Dow Jones naik +2,96%, S&P 500 menguat +2,87% dan Nasdaq bertambah +2,66%.

Dari dalam negeri, IHSG menguat 24,37 poin (+0,38%) ke posisi 6.448,15 pada penutupan perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy dengan membeli saham senilai Rp 1,29 triliun di pasar regular. Selama sepekan kemarin IHSG berhasil menguat +1,36%, dengan didukung oleh net buy asing sebesar Rp 5,7 triliun di pasar reguler.

IHSG kembali melanjutkan penguatannya menjadi 4 pekan berturut-turut. Penguatan IHSG selama sepekan terakhir disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Sentimen eksternal yang cukup dominan, datang dari kelanjutan negosiasi dagang antara AS dengan China yang menunjukkan gelagat positif, serta rencana pemerintah China untuk meningkatkan stimulus ekonomi melalui peningkatan belanja fiskal dan pemangkasan pajak untuk mengatasai perlambatan ekonomi. Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari pertumbuhan kredit sektor perbankan di Indonesia yang mencapai 12,9% secara year on year, serta keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan di level 6%. Sentimen tersebut berhasil mendorong penguatan saham bank, terutama bank berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak IHSG. Selain itu derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia turut mempengaruhi laju pergerakan IHSG. Tercatat nilai net buy investor asing dari sejak awal tahun ini hampir mencapai kisaran Rp 10 triliun.

Secara teknikal IHSG masih konsisten di jalur kenaikan dengan berada di fase uptrend, sejak menembus ke atas resistance area konsolidasi jangka menengahnya di level 6.117.  IHSG terus berada di jalur bullish dengan bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Indikator teknikal MACD yang terus bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada di fase uptrend dan cenderung melanjutkan pergerakan positifnya. Sesuai perkiraan pekan lalu, IHSG berhasil mencapai target di level 6.445. dan terbuka peluang untuk penguatan lebih lanjut menuju target berikutnya di level 6.500. Sementara apabila terjadi aksi profit taking wajar, maka IHSG akan mencoba bertahan di support terdekat di level 6.355.

Minggu ini tidak ada data dan kejadian ekonomi domestik penting yang ditunggu oleh pelaku pasar. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 21 Januari 2019 : Rilis data GDP China
  • Selasa 22 Januari 2019 : Rilis data pendapatan Inggris
  • Rabu 23 Januari 2019 : Rilis data perdagangan dan kebijakan suku bunga Jepang serta konferensi pers BOJ
  • Kamis 24 Januari 2019 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran Australia, Konferensi Pers ECB

Ditengah minimnya sentimen dari dalam negeri, maka pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh sentimen ekternal. Sentimen yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan IHSG terutama terkait kelanjutan hasil Brexit Vote dan rilis data GDP China. Pertumbuhan ekonomi China akan menjadi parameter dan optimisme bagi pelaku pasar global jika hasilnya positif, karena kinerja mereka sedang terhambat akibat dari perang dagang. Selain itu rilis data pertumbuhan ekonomi China, juga dapat mempengaruhi harga komoditas dunia sehingga dapat berefek pada pergerakan harga saham-saham di sektor pertambangan.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun IHSG masih dalam tren positif, namun sudah memasuki area jenuh beli. Sehingga meskipun potensi penguatan IHSG masih ada, tapi cenderung terbatas. IHSG masih berpotensi mencoba menuju level psikologis 6.500. Tapi perlu diingat bahwa sejak mengalami reli penguatan pada akhir tahun lalu, IHSG terus bergerak menguat tanpa koreksi berarti. Walaupun belum tentu terjadi koreksi, tetapi disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya aksi profit taking sesaat.

Untuk itu, trader disarankan tetap safe trading dan berhati-hati, terutama jika pasar kembali mengalami ketidakpastian dan kondisi market global menjadi tidak kondusif.  Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah terutama jelang rilis laporan keuangan kwartal ke-4 tahun 2018.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*