Terus Tertekan, IHSG Berpotensi Rebound Sesaat

Bursa Wall Street melemah di akhir pekan, didorong ketegangan perang dagang AS dan China yang berlanjut. China menambah ketegangan perang dagang menjadi semakin sengit dengan AS, setelah menyerang dengan nada yang lebih agresif dan menyarankan pembicaraan lebih lanjut bisa membuahkan hasil kecuali AS mengubah arah. Penurunan Wall Street disokong oleh saham sektor industri dan teknologi. Dow Jones turun 98,68 poin (-0,38%) menjadi 25.764, S&P 500 kehilangan 16,79 poin (-0,58%) menjadi 2.859,53 dan Nasdaq merosot 81,76 poin (-1,04%) menjadi 7.816,29. Ketiga bursa saham utama AS melanjutkan pelemahannya secara mingguan, dengan Dow Jones turun -0,69%, S&P 500 melemah -0,76% dan Nasdaq kehilangan -1,27%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah 68,87 poin (-1,17%) ke posisi 5.826,86 di akhir pekan. Investor asing terus mencatatkan net sell dengan melepas saham  di pasar reguler senilai Rp 852 miliar. Dalam sepekan IHSG anjlok -6,16% dengan disertai keluarnya dana asing sebesar Rp 3,98 triliun di pasar reguler.

Penurunan indeks dalam 5 hari perdagangan berturut-turut menggenapi pelemahan IHSG selama sepekan. Praktis dengan penurunan tersebut, sepanjang pekan kemaren tidak ada 1 hari pun IHSG ditutup di zona hijau. Kondisi ini menenggelamkan IHSG, sehingga secara year to date IHSG turun -5,93% di tahun 2019 ini, menyentuh level terendah 6 bulan sejak November 2018.

Berbagai sentimen negatif menjadi faktor penyebab turunnya IHSG. Dari ekternal, sentimen perang dagang antara AS dan China masih membebani psikologis pasar. Sementara dari dalam negeri, rilis data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan dan kondisi ketidakpastian politik jelang pengumuman hasil pilpres tanggal 22 Mei oleh KPU, menjadi faktor penekan bagi IHSG.

Transaksi berjalan dan necara perdagangan Indonesia sama-sama mengalami defisit. BI melaporkan defisit transaksi berjalan (CAD) kuartal-I 2019 sebesar 2,6% dari PDB, sementara defisit neraca perdagangan bulan April mencapai USD 2,5 miliar. Sementara pernyataan capres Prabowo Subianto yang menolak hasil perhitungan KPU, dan mendeklarasikan kemenangan berdasarkan hasil perhitungan internal, menimbulkan ketidakpastian politik dalam negeri. Tergangunya stabilitas politik ini sudah terlihat sejak sepekan setelah pencoblosan, dimana IHSG terus merosot hingga membukukan penurunan 4 pekan beruntun, dengan disertai keluarnya dana asing dalam jumlah yang cukup besar.

Kondisi IHSG pada pekan lalu sungguh sangat menyedihkan. IHSG terpuruk dan menjadi bursa saham dengan penurunan terdalam di kawasan regional se-Asia Pasifik sepanjang pekan kemaren. Secara teknikal IHSG berada dalam trend bearish berat. Namun akibat penurunan tajam sepanjang pekan lalu, memberi sedikit harapan adanya peluang untuk terjadinya teknikal rebound pada pekan ini.

Seteleh keluar dari konsolidasi jangka pendeknya dengan turun menjebol support 6337, IHSG terus meluncur ke bawah dan memasuki fase downtrend. Penurunan IHSG bahkan langsung menembus beberapa area support penting di level 6117 dan 5970. Bahkan penurunan IHSG sempat membuat gap dikisaran 6107-6135 . Indikator teknikal MACD yang masih bergerak turun di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG sedang bearada dalam trend bearish.

Technically, kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk masih bergerak turun menuju target dikisaran 5750 hingga 5620. Level area tersebut akan menjadi area support kuat bagi penurunan IHSG dalam jangka pendek. Terbuka ruang terjadinya rebound, namun hanya sebatas technical rebound dalam fase tren turun. Adapun jika terjadi rebound maka IHSG akan membuka ruang kenaikan menuju 5.970 hingga 6.117. Gap area dikisaran 6107-6135 tampaknya akan menjadi resistance cukup kuat bagi IHSG dan belum akan dilewati dalam waktu dekat. Jika gagal melewatinya, maka IHSG masih berada dalam tren turun. IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya lagi, hingga tercapai titik keseimbangan baru apabila terjadi konsolidasi yang signifikan sehingga membuka ruang terjadinya bottom reversal.

Minggu ini tidak ada data dan agenda ekonomi penting nasional, selain menunggu keputusan KPU yang akan mengumumkan hasil Pemilu 2019 dan Pilpres pada hari rabu tanggal 22 Mei. Ancaman teroris dan gerakan demo jelang pengumuman tersebut, membuat stabilitas politik terganggu sehingga meningkatkan ketidakpastian bagi pasar. Kondisi politik tersebut membuat para investor cenderung melakukan aksi wait and see dan menjauhi market untuk sementara dengan melepas portfolionya, untuk menghindari resiko apabila terjadi hal-hal buruk yang diluar perkiraan.  

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 20 Mei 2019 : Rilis data GDP Jepang
  • Selasa 21 Mei 2019 : Pidato Ketua The Fed Jerome Powell, Meeting kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA)
  • Rabu 22 Mei 2019 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Meeting The Fed
  • Kamis 23 Mei 2019 : Rilis data GDP dan manufaktur Jerman, Pemilu parlemen Eropa
  • Jum’at 24 Mei 2019 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data durable goods

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Melihat kondisi politik yang memanas jelang pengumuman pemenang pemilu, maka disarankan untuk tetap safe trading dan selalu waspada, serta hati-hati apabila kondisi pasar kembali mengalami ketidakpastian dan market menjadi tidak kondusif lagi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*