Pasar Menunggu Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20

Bursa Wall Street turun tipis pada penutupan perdagangan akhir pekan, setelah Departemen Perdagangan AS melarang lima perusahaan China untuk membeli komponen dari AS tanpa persetujuan dari pemerintah terlebih dahulu. Menanggapi kebijakan ini, saham-saham perusahaan pembuat chip anjlok. Selain itu ketegangan antara AS dan Iran turut menjadi pemberat bursa saham AS. Dow Jones turun 34,04 poin (-0,13%) ke level 26.719,13, S&P 500 kehilangan 3,72 poin (-0,13%) menjadi 2.950,46 dan Nasdaq melemah 19,63 poin (-0,24%) menjadi 8.031,71. Meski mengalami koreksi di akhir pekan, namun dalam perdagangan sepanjang pekan lalu bursa saham AS berhasil menguat tajam dengan Dow Jones naik +2,41%, S&P 500 meningkat +2,2% dan Nasdaq melonjak +3,01%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG merosot 20,26 poin (-0,32%) ke posisi 6.315,43 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy dengan membeli saham senilai Rp 13 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG masih menguat +1,04% dengan diikui oleh aksi beli investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp. 1,35 triliun di pasar reguler.

IHSG masih terus melaju dengan membukukan penguatan menjadi 4 minggu berturut-turut. Penguatan IHSG sejalan dengan bursa saham utama dunia yang dipicu oleh kebijakan pelonggaran moneter dari sejumlah bank sentral di berbagai negara untuk mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. ECB telah mengumumkan stimulus baru untuk Eropa dan akan mengambil kebijakan berupa pemotongan suku bunga serta pembelian aset. Langkah ini diikuti oleh The Fed yang membuka peluang penurunan suku bunga acuan pada bulan depan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang melemah sebagai imbas dari perang dagang dengan China.

Tidak mau ketinggalan, BI juga terlihat akan mengambil kebijakan yang sama dengan mengatakan melihat ruang untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan pada tahun ini. Sebagai langkah awal, BI menurunkan GWM sebesar 50 bps pada pertemuan tengah pekan kemaren untuk menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam pembiayaan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga akan mengeluarkan stimulus berupa insentif pajak, dengan melakukan pemangkasan pajak besar-besaran untuk meraih investasi dan meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya. Kondisi ini memicu IHSG terus melanjutkan reli reboundnya setelah pada bulan lalu terperosok turun hingga ke level 5.767.

Secara teknikal, IHSG sudah menyelesaikan koreksi dan menutup gap di 6.209. Bahkan setelah itu, IHSG berhasil menguat dan telah melewati resistance level 6.335 sebelum akhirnya kembali terkoreksi di akhir pekan dan ditutup di level 6.315. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support berada dikisaran gap 6.257-6.269 dan resistance dikisaran 6.400-6.450. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik dan cross up keatas centreline mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak positif.

Untuk pekan ini, perhatian para pelaku pasar di bursa saham dunia akan tertuju pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di Jepang tanggal 28-29 Juni mendatang. Sementara dari dalam negeri, adanya rilis data neraca dagang di awal pekan akan turut menggerakkan laju IHSG. Diperkirakan neraca perdagangan pada Mei 2019 akan kembali mengalami defisit sebesar US$ 1,4 miliar, lebih baik jika dibandingkan April 2019 yang tercatat membukukan defisit sebesar US$ 2,5 miliar. Bahkan Gubernur BI Perry Warjiyo saat memaparkan hasil RDG tengah pekan lalu, mengatakan bahwa pada Mei neraca dagang akan berbalik arah dengan perkiraan surplus. Jika hasilnya baik, maka IHSG akan kembali rebound. Namun jika kurang baik dan  tidak sesuai dengan ekspektasi pasar, akan memengaruhi nilai tukar rupiah dan IHSG pada perdagangan besok.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 25 Juni 2019 : Pertemuan OPEC, Rilis data ekyakinan konsumen AS, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell
  • Rabu 26 Juni 2019 : Rilis data inflasi Inggris, Rilis data durable goods AS
  • Kamis 27 Juni 2019 : Rilis data inflasi Jerman, Rilis data GDP AS
  • Jum’at 28 Juni 2019 : Pertemuan G-20, rilis data transaksi berjalan dan GDP Inggris, Rilis data inflasi zona eropa, Rilis data pendapatan dan pengeluan perorangan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan IHSG di awal pekan besok akan dipengaruhi oleh rilis data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan Mei. Setelah itu, market akan berkonsolidasi menunggu pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di akhir pekan.

Disarankan untuk tetap safe trading dan selalu waspada, serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan mengalami ketidakpastian lagi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko, sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*