Currency War Menekan Pasar Saham Dunia Dan Menyeret IHSG

Bursa  Wall Street jatuh pada penutupan perdagangan akhir pekan, di tengah ketidakpastian atas penyelesaian perang dagang AS-China dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS dan China sedang melakukan pembicaraan perdagangan, tetapi dia tidak siap untuk membuat kesepakatan. Pernyataan Trump ini meningkatkan kekhawatiran tentang dampak perang dagang terhadap ekonomi global. Dow Jones turun 90,75 poin (-0,34%) menjadi 26.287,44, S&P 500 kehilangan 19,44 poin (-0,66%) menjadi 2.918,65 dan Nasdaq melemah 80,02 poin (-1%) ke level 7.959,14. Perdagangan sepekan diwarnai oleh volatilitas yang tinggi, dengan ketiga indeks utama saham AS berakhir melemah. Dalam sepekan, Dow Jones turun -0,75%, S&P 500 melemah -0,46%, dan Nasdaq berkurang -0,56%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat tipis sebesar 7,46 poin (+0,12%) ke level 6.282,13 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 9 miliar di pasar regular. Sepanjang pekan IHSG terkoreksi sebesar -0,92%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing sebesar Rp 2,92 triliun di pasar regular.

Mengikuti pergerakan bursa global, pergerakan IHSG cukup fluktuatif selama pekan lalu. Setelah terkoreksi cukup tajam di awal pekan, IHSG kembali rebound selama 3 hari berturut-turut di akhir perdagangan pekan kemaren. Sejumlah sentimen mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan lalu.

Di awal pekan, IHSG tertekan oleh sentimen tensi perang dagang yang kembali memanas, karena berkembang menjadi perang mata uang atau currency war, setelah Yuan terdepresiasi 2%. China sengaja melemahkan mata uangnya ke atas posisi US$ 7/yuan yang merupakan posisi terendah sejak tahun 2008. Di sisi lain, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh hanya sebesar 5,05% atau turun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang berada di level 5,07%, turut menjadi sentimen negatif yang menekan IHSG.

Memasuki tengah pekan kekhawatiran pasar mulai mereda, setelah Bank Sentral China menyatakan tidak akan melakukan devaluasi yuan untuk membalas AS dalam perang dagang. Sementara itu, BI merilis data cadangan devisa Indonesia per akhir bulan Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar US$ 2,1 miliar menjadi US$ 125,9 miliar, sehingga menjadi katalis reboundnya IHSG. Namun rebound IHSG mulai tertahan di akhir pekan, setelah rilis data transaksi berjalan (CAD/current account deficit) kuartal kedua, dimana Indonesia kembali mengalami defisit sebesar US$ 8,44 miliar atau 3,04% dari PDB, lebih dalam ketimbang kuartal sebelumnya yaitu minus US$ 6,97 miliar (2,6% PDB).

Untuk pekan ini,  IHSG masih akan dipengaruhi sentimen trade war maupun currency war. Minimnya sentimen positif dari domestik dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi sentimen yang akan mempengaruhi perdagangan pekan ini. Secara teknikal, IHSG berada di fase downtrend dalam jangka pendek. Setelah turun hingga level terendah di 6.022, IHSG berhasil rebound cukup signifikan sehingga membentuk long tail (ekor panjang) pada pola candlestick weekly chartnya. Tertahannya IHSG di area support kuat 6.117 dengan membentuk pola candle bullish pin bar pada chart mingguan, mengindikasikan peluang terjadinya reversal. Indikator tenikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam tren positif. IHSG untuk perdagangan pekan ini diproyeksikan akan bergerak direntang kisaran support 6.192, hingga resistance dikisaran 6.372.

Minggu ini, investor akan mencermati rilis data ekspor-impor dan neraca dagang bulan Juli 2019. Diperkirakan neraca dagang bulan Juli akan kembali mengalami defisit perdagangan, karena turunnya ekspor yang diakibatkan oleh lemahnya pertumbuhan ekonomi global saat ini. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Selasa 13 Agustus 2019 : Rilis data pekerjaan, pendapatan dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 14 Agustus 2019 : Rilis indeks keyakinan konsumen dan data gaji Australia, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data GDP zona eropa
  • Kamis 15 Agustus 2019 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran Australia, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis indeks manufaktur dan penjualan ritel AS.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan akan bergerak mixed dan volatile dengan kecenderungan terkonsolidasi atau terkoreksi. Adanya kekhawatiran pasar bahwa trade war AS-China akan tereskalasi menjadi currency war, menjadi sentimen yang membuat  investor asing terus mencatatkan net sell dan diikuti dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Untuk itu disarankan tetap safe trading. Selalu waspada serta berhati-hati apabila kondisi pasar terus mengalami ketidakpastian dan tidak kondusif. Untuk trader, terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*