Masih Konsolidasi, Pergerakan IHSG Dibayangi Oleh Perang Dagang Dan Kekhawatiran Resesi Ekonomi

Bursa Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan lesu, karena investor berhati-hati jelang libur long weekend hari buruh pada hari senin, ditengah ancaman tarif impor AS untuk produk asal China yang dijadwalkan akan mulai dipungut per tanggal 1 September 2019. Pelaku pasar menjadi lebih defensif memasuki akhir pekan akibat ketidakpastian terkait dengan tarif impor AS atas China, meski kedua negara memberikan sedikit harapan kepada pasar karena siap melakukan pertemuan kembali dan melanjutkan negosiasi perdagangan langsung pada bulan September. Dari data ekonomi, pengeluaran konsumen AS yang meningkat tajam pada bulan Juli 2019, untuk sementara bisa menghilangkan kekhawatiran pasar keuangan dari ancaman resesi. Dow Jones ditutup naik 41,03 poin (+ 0,16%) menjadi 26.403,28, S&P 500 menguat tipis 1,88 poin (+0,06%) menjadi 2.926,46, sedangkan Nasdaq turun 10,51 poin (-0,13%) menjadi 7,962,88. Dalam sepekan, ketiga indeks saham utama AS berhasil mengalami rebound dengan Dow Jones naik +3,02%, S&P 500 menguat +2,79%, dan Nasdaq meningkat +2,72%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan dengan kenaikan sebesar 39,351 poin (+0,63%) ke level 6.328,470. Investor asing tercatat membeli saham dengan membukukan net buy senilai Rp 84 miliar di pasar regular. Sepanjang pekan terakhir, IHSG mampu mencatatkan penguatan sebesar +1,16% meski investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp. 1,57 triliun di pasar reguler. Sedangkan untuk sepanjang bulan Agustus 2019, IHSG terkoreksi -0,97%.

Pergerakan IHSG di awal pekan lalu, tertekan oleh eskalasi perang dagang AS-China dan juga kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi AS yang ditunjukan oleh inversi kurva imbal hasil US Treasury. Setelah itu, sisanya selama 4 hari beruntun IHSG selalu berhasil menguat. Performa kinerja IHSG senada dengan mayoritas pergerakan bursa saham utama Asia yang dalam sepekan juga menguat, seiring dengan kembali munculnya harapan damai dagang antara AS dan China, setelah Beijing menunjukkan niatnya untuk menyelesaikan perang dagang dengan AS dan menentang ekskalasi lebih lanjut, serta bersedia untuk bernegosiasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah sengketa dagang dengan sikap yang tenang.

Asa damai dagang yang kembali muncul, mengurangi kekhawatiran pasar sehingga membuat pasar saham bergerak menguat lagi.  Secara teknikal, IHSG telah berhasil keluar dari fase sideways dalam jangka pendek, setelah berhasil menebus resistance area konsolidasinya di kisaran 6,320. Penembusan resistance tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk  melanjutkan penguatannya meski terbatas. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dan mulai bergerak naik diharapkan dapat cross up keatas centreline, sehingga membuka harapan bagi IHSG untuk kembali bergerak naik.

Pasca penembusan ke atas resistance level 6.320 di akhir pekan kemaren, secara teknikal IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya menuju area gap atas dikisaran 6.353-6.372 sebagai resistance indeks pada pekan ini. Jika IHSG dapat mempertahankan momentumnya dengan melewati gap tersebut dan terus bergerak naik melewati level 6.400, maka IHSG akan mengakhiri tren turun jangka menengah dan mulai bergerak uptrend. Namun apabila kenaikan IHSG gagal berlanjut dan kembali bergerak turun, maka IHSG akan kembali memasuki fase konsolidasi dalam jangka pendek dengan level support masih berada dikisaran 6.160.

Seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar tengah menunggu data-data ekonomi, seperti data manufaktur dan inflasi bulan Agustus 2019. BI memperkirakan inflasi Agustus 2019 masih terkendali dengan perkiraan berada dikisaran level 0,15% secara bulanan (MoM) dan 3,47% untuk tahunan (YoY). Data lain yang ditunggu pada pekan ini adalah data cadangan devisa akhir Agustus yang akan dirilis pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 2 September 2019 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur zona eropa
  • Selasa 3 September 2019 : Rilis data ritel Australia, Kebijakan suku bunga Australia, Rilis data manufaktur AS
  • Rabu 4 September 2019 : Rilis data GDP Australia, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data perdagangan AS
  • Kamis 5 September 2019 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data pekerjaan ADP dan persediaan minyak AS
  • Jum’at 6 September 2019 : Rilis data GDP zona eropa, Rilis data pekerjaan AS, Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Memasuki bulan September, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh kondisi global terutama dari situasi perang dagang AS-China, serta pergerakan harga komoditas dunia. Meski pada pekan lalu perang dagang AS-China sedikit mereda, namun diperkirakan hanya sementara. Sebab memasuki September, kemungkinan situasi perang dagang AS-China akan mulai menghangat lagi. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS tak akan menunda kenaikan tarif pada barang-barang Tiongkok yang akan dilakukan mulai tanggal 1 September 2019, meski tim negosiasi perdagangan AS-China terus berkomunikasi dan akan bertemu pada bulan September.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan hati-hati, serta selalu waspada karena pasar saham dunia masih dipenuhi oleh ketidakpastian terkait perang dagang dan ancaman terjadinya resesi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat, terutama jika kondisi pasar kembali bergejolak dan menjadi tidak kondusif lagi. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*