IHSG Terus Menguat Jelang Tutup Tahun 2019, What Next?

Bursa Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan bervariatif. Dow Jones berhasil naik tipis 23,87 poin (+0,08%) ke level 28.645,26 dan S&P 500 berakhir cenderung flat, hanya bertambah tipis 0,11 poin (+0%) ke posisi 3.240,02. Ekspektasi investor bahwa AS dan China akan segera menandatangani pakta perjanjian perdagangan fase awal berhasil mendorong penguatan pasar. Sementara Nasdaq mengakhiri kenaikan 11 hari berturut-turut setelah mengalami profit taking dan turun sebesar 15,77 poin (-0,17%) ke 9.006,62. Volume perdagangan mulai menipis selama sepekan libur natal dan akan terus tipis menjelang liburan Tahun Baru pada Rabu depan. Dalam sepekan bursa saham AS kembali melanjutkan penguatannya, dengan Dow Jones berhasil menguat +0,67%, S&P 500 naik +0,58% dan Nasdaq meningkat +0,91%.

Dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 9,871 poin (+0,16%) ke level 6.329,314 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp 207 miliar di pasar reguler. Dan untuk sepanjang minggu kemaren, IHSG berhasil membukukan kenaikan +0,72%, dengan diikuti oleh aksi net buy investor asing di pasar reguler senilai Rp 1,67 triliun.

IHSG terus melanjutkan penguatannya, sehingga secara mingguan telah membukukan kenaikan menjadi 4 pekan berturut-turut. Optimisme atas kesepakatan dagang AS-China dan pengaruh window dressing masih menjadi katalis yang membuat IHSG kuat menanjak pada pekan lalu. Pergerakan IHSG searah dengan mayoritas bursa saham utama dunia yang didorong oleh fenomena Santa Claus Rally. Untuk diketahui, Santa Claus rally merupakan sebuah reli di pasar saham yang terjadi pada 5 perdagangan terakhir di bulan Desember hingga 2 perdagangan pertama di awal bulan Januari. Selain itu, aura positif hubungan AS-China yang di ambang penandatanganan perjanjian damai dagang fase pertama masih menjadi katalis positif pendorong pasar menuju tahun 2020.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG terus terdorong menguat oleh fenomena santa claus rally. Dengan hanya menyisakan 1 hari perdagangan saja pada tahun 2019 ini, penguatan IHSG berpotensi berlanjut sampai dengan penutupan bursa tahun 2019. Secara teknikal, setelah berhasil keluar dari downtrend channelnya dan menembus keatas resisten tren turunnya, IHSG terus bergerak menguat. Ada potensi IHSG akan menguji level 6.350 di akhir tahun 2019 ini sebagai area resistance terdekat. Kedepan, apabila dapat melewatinya dan melanjutkan kenaikannya maka IHSG berpeluang menuju target selanjutnya di level 6.465. Sementara untuk level support pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 6.210-6.230. Indikator teknikal yang masih bergerak naik diatas centreline, menunjukan bahwa momentum penguatan IHSG masih terbuka.

Untuk minggu ini seperti biasa memasuki awal bulan, pelaku pasar akan mencermati data manufaktur dan inflasi bulan Desember 2019 pada hari kamis tanggal 2 Januari 2020. BI memprediksi inflasi Desember akan mencapai 0,55%, atau terendah dalam 5 tahun. Sedangkan secara tahunan inflasi diperkirakan akan tercatat sebesar 2,93%. Sementara dari luar negeri, memasuki awal tahun belum banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar. Berikut adalah kejadian dan data ekonomi dalam minggu ini diantaranya adalah:

  • Senin 30 Desember 2019 :  Rilis data Chicago PMI AS
  • Selasa 31 Desember 2019 :  Rilis data manufaktur China. Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Kamis 2 Januari 2020 :  Rilis data Caixin manufaktur China
  • Jum’at 3 Januari 2020 :  Rilis data manufaktur AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun IHSG masih berpeluang menguat, namun untuk sementara kenaikan akan terbatas karena efek pengaruh window dressing terhadap pasar mulai berkurang setelah indeks terus menerus mencatatkan reli kenaikan. Resiko pelemahan dalam jangka pendek akibat profit taking dapat terjadi di awal tahun. Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, apabila terjadi koreksi, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*