IHSG Berpotensi Rebound, Di Dorong Kesepakatan Dagang Tahap Satu AS-China & Meredanya Tensi Geopolitik Di Timur Tengah

Bursa Wall Street tergelincir dari level tertingginya pada akhir pekan, setelah data lapangan kerja di AS pada bulan Desember lebih lambat dari perkiraan. Data lapangan kerja di AS periode Desember 145.000, di bawah perkiraan sebanyak 164.000. Namun para analis menyatakan data rekrutmen tersebut lebih dari cukup untuk menjaga ekspansi ekonomi AS. Sedangkan persentase pengangguran sebesar 3,5%, merupakan terendah dalam 50 tahun terakhir. Upah per jam rata-rata naik 0,1% pada bulan sebelumnya. Laporan tenaga kerja tersebut menjadi alasan bagi investor untuk mengambil aksi profit taking. Dow Jones turun 133,13 poin (-0,46%) menjadi 28.823,77, S&P 500 kehilangan 9,35 poin (-0,29%) menjadi 3.265,35 dan Nasdaq melemah 24,57 poin (-0,27%) menjadi 9.178,86. Untuk sepanjang minggu kemaren, Dow Jones berhasil menguat +0,66% dan S&P 500 naik +0,94%. Sedangkan Nasdaq meningkat +1,75% dan memperpanjang kenaikan menjadi minggu kelima berturut-turut.

Dari dalam negeri, IHSG bergerak flat pada akhir pekan dan ditutup menguat tipis +0,4 poin (+0,01%) ke level 6.274,941. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 18 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan IHSG turun -0,77%, dengan diikuti oleh aksi jual investor asing sebesar Rp 227 milyar di pasar reguler.

Memasuki minggu kedua di tahun 2020, IHSG kembali terkoreksi melanjutkan pelemahan di minggu pertama awal tahun ini. Pelemahan IHSG pada pekan lalu disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar atas konflik geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Sementara dari dalam negeri, kasus Jiwasraya dan kisruh rontoknya portfolio saham Asabri menjadi perhatian investor. Efek psikologis dari berbagai sentimen tersebut membuat pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dalam memasuki pasar.

Namun memasuki pekan ini, IHSG berpeluang untuk rebound. Kondisi ini diyakini setelah tensi konflik antara AS dan Iran di Timur Tengah sedikit kendur karena kedua negara menahan diri untuk tidak meningkatkan eskalasi, serta harapan terhadap kesepakatan perdagangan AS-China. Penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan AS-China tahap pertama akan segera ditandatangani pada 15 Januari 2020 mendatang. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah terhadap US dollar ke level Rp. 13.773/USD dan naiknya cadangan devisa sebesar US$ 2,6 miliar ke posisi US$ 129,2 miliar per akhir desember 2019, akan menjadi katalis penopang pergerakan IHSG di  pekan ini.

Secara teknikal, setelah berhasil keluar dari downtrend channelnya, IHSG terlihat mulai mengalami konsolidasi. IHSG masih mampu bertahan diatas penembusan dari resisten tren turunnya dan terlihat bergerak relatif datar. Indikator teknikal MACD masih diatas centreline tapi mulai bergerak turun dengan histogram bar di area negatif. Kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih bergerak mixed, namun ada potensi untuk bergerak menguat lagi apabila mampu membuat higher high dengan menembus level tertinggi sebelumnya di level 6.337. Diproyeksikan untuk pekan ini, IHSG akan bergerak dikisaran area support 6.210-6.218 dan resistance dikisaran 6.337-6.348. Apabila mampu melewati 6.348, maka IHSG berpeluang menuju resistance selanjutnya di level 6.414.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan data perdagangan bulan desember pada hari rabu. Diperkirakan defisit perdagangan akan menurun jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar. Sementara dari luar negeri, minggu ini cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar, diantaranya adalah:

  • Senin 13 Desember 2020 : Rilis data perdagangan dan GDP Inggris
  • Selasa 14 Januari 2020 : Rilis data inflasi AS
  • Rabu 15 Januari 2020 : Rilis data GDP Jerman, Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 16 Januari 2020 : Kebijakan moneter ECB, Rilis data penjualan ritel AS, Pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde
  • Jum’at 17 Januari 2020 : Rilis data GDP China, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meski secara teknikal IHSG masih terlihat mengalami konsolidasi  dalam fase sideways jangka pendek, namun ada potensi untuk kembali bergerak menguat seiring sentimen positif dari kesepakatan dagang tahap satu antara AS-China yang akan ditandatangi di White House pada pekan ini. Kementrian perdagangan China mengatakan bahwa Wakil PM Liu He akan terbang ke Wahington untuk menandatangani perjanjian dagang yang telah dicapai sebelum akhir tahun lalu.

Namun demikian tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi, karena masih ada ganjalan dari masalah di Timur Tengah. Meski saat ini tensi geopolitik di Timur Tengah sudah mulai tampak mereda, disarankan tetap berhati-hati karena kemungkinan sewaktu-waktu bisa saja kembali memanas. Untuk itu disarankan tetap memantau pekembangan situasi kondisi global dan selalu kontrol resiko, sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*