Dilanda Kepanikan, IHSG Masuk Fase Short Term Bearish

Bursa Wall Street anjlok turun tajam pada perdagangan akhir pekan. Penyebaran wabah virus corona ditambah data ekonomi AS yang memperlihatkan manufaktur di Midwest mencapai level terendah dalam 4 tahun terakhir, serta kinerja laba emiten yang mixed di bursa saham AS, telah memicu turunnya pasar saham AS. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan telah mengeluarkan perintah yang akan melarang masuk warga negara asing dari mana pun, yang telah melakukan perjalanan ke China dalam 2 minggu terakhir. Sementara warga negara AS yang melakukan perjalanan ke China akan dikarantina, memicu kekhawatiran perlambatan global. Dow Jones anjlok 603,41 poin (-2,09%) menjadi 28.256,03, S&P 500 merosot 58,14 poin (-1,77%) menjadi 3.225,52 dan Nasdaq ambles 148,00 poin (-1,59%) menjadi 9.150,94. Dalam sepekan, bursa saham AS tertekan oleh kekhawatiran wabah virus corona akan berdampak pada ekonomi global. Secara mingguan, Dow Jones melemah -2,53%, S&P 500 kehilangan -2,12% dan Nasdaq turun -1,76%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG tergerus -117,548 poin (-1,94%) ke level 5.940,05 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp 1,75 triliun di pasar reguler. Dalam perdagangan sepekan terakhir, IHSG terkoreksi -4,87% dengan diikuti oleh keluarnya dana asing di pasar reguler sebesar Rp 2,61 triliun. Sedangkan secara year-to-date, IHSG ambles -5,70%.

Sepanjang perdagangan minggu lalu, IHSG anjlok tajam dihajar oleh berbagai sentimen negatif baik dari dalam maupun luar negeri. Penurunan IHSG sejalan dengan bursa saham utama dunia yang dipicu oleh kekhawatiran investor terkait meningkatnya penyebaran wabah virus corona yang jumlahnya terus bertambah, dikhawatirkan dapat memperlambat ekonomi dunia. Terbaru (hingga ulasan ini ditulis), jumlah kasus terkait infeksi virus ini telah mencapai lebih dari 14.380 orang dan angka kematian korban jiwa menjadi 304 orang. Sementara dari dalam negeri, kekisruhan pasar akibat aksi jual portfolio saham dari reksadana yang dibubarkan oleh OJK dan pemblokiran subrekening dana nasabah yang terkait kasus skandal jiwasraya dan Asabri masih menjadi sentimen negatif buat IHSG.

Pada minggu lalu, IHSG gagal bertahan di support 6.218 sehingga mengkonfirmasi pembentukan pola bearish double top. Derasnya aksi jual yang dilakukan pelaku pasar bahkan membuat IHSG kembali meninggalkan level psikologis 6.000. Secara teknikal IHSG telah masuk ke fase bearish dengan bergerak downtrend dalam jangka pendek.

Weekly chart IHSG

Dari weekly chart diatas, terlihat IHSG bergerak turun tajam. IHSG membentuk pola long black candle, yang menunjukan tekanan jual yang cukup besar. Indikator teknikal MACD yang death cross di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG saat ini cenderung bergerak negatif. Namun penurunan IHSG untuk sementara tertahan tepat di area support pola symmetrical triangle di level 5.949. Apabila tekanan jual berlanjut, maka IHSG berpeluang turun menuju support berikutnya di level 5.767. Sedangkan apabila terjadi teknikal rebound, maka untuk level resistance IHSG minggu ini diperkirakan akan berada dikisaran 6.095.

Untuk mingu ini seperti biasa diawal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan Januari 2020 di awal pekan. BI memperkirakan inflasi Januari sekitar 0,42% month to month dan year on year di angka 2,82%. Sementara pada hari rabu, pelaku pasar akan mencermati rilis data GDP akhir tahun 2019. Dan pada hari kamis akan dirilis data tingkat kepercayaan konsumen bulan januari, serta pada hari jum’at akan dirilis data cadangan devisa akhir januari 2020.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Senin 3 Februari 2020 : Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur AS
  • Selasa 4 Februari 2020 : Keputusan suku bunga RBA Australia
  • Rabu 5 Februari 2020 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Pernyataan Presiden ECB Lagarde, Rilis data pekerjaan ADP non farm, neraca perdagangan dan data sektor jasa AS
  • Kamis 6 Februari 2020 : Rilis data penjualan ritel dan perdagangan Australia, Pernyataan Presiden ECB Lagarde
  • Jum’at 7 Februari 2020 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG terlihat tidak kondusif karena sentimen bearish masih cukup kuat. Kepanikan melanda pasar disebabkan oleh sentimen negatif penyebaran coronavirus dan kisruh kasus reksadana, serta skandal Jiwasraya-Asabri. Ada risiko penurunan lanjutan, apabila sentimen merebaknya Coronavirus makin kuat dan aksi jual portfolio dari reksadana yang dibubarkan oleh OJK berlanjut. Namun tidak menutup pula kemungkinan terjadinya teknikal rebound apabila kepanikan lewat dan sentimen coronavirus mereda, karena mengingat IHSG telah turun tajam. Tetapi kalaupun terjadi rebound, sifatnya untuk sementara ini diperkirakan terbatas.

Untuk itu tetap disarankan safe trading. Selalu waspada dan berhati-hati terutama jika kondisi pasar masih tidak kondusif dan terus mengalami ketidakpastian. Lebih baik tunggu momentum tepat sampai kepanikan lewat. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*