Break Low, IHSG Masih Dalam Tren Turun

Bursa Wall Street bergerak stagnan dan ditutup bervariasi di akhir pekan, menyusul kombinasi data negatif penjualan ritel AS dan kabar bahwa pemerintah AS mempertimbangkan insentif pajak bagi orang-orang di AS untuk membeli saham. Data penjualan ritel tidak termasuk penjualan mobil, bensin dan material bangunan serta pangan relatif stagnan. Sementara itu CNBC melaporkan bahwa pemerintahan Donald Trump akan memperkenalkan insentif pajak bagi orang-orang yang berpenghasilan kurang dari US$ 200.000 hingga US$ 10.000 untuk berinvestasi di pasar saham AS. Dow Jones ditutup turun tipis 25,23 poin (-0,09%) menjadi 29.398,08, S&P naik 6,22 poin (+0,18%) ke level 3.380,16 dan Nasdaq menguat 19,21 poin (+ 0,2%) menjadi 9.731,18. Ketiga indeks saham utama AS menorehkan kenaikan mingguan, dengan Dow Jones naik +1,02%, S&P 500 meningkat +1,58% dan Nasdaq menguat +2,21%.

Dari dalam negeri, IHSG melemah tipis 5,01 poin (-0,09%) ke level 5.866,945 di akhir pekan. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 368 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG turun -2,21% meski investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler senilai Rp 92 miliar.

Ditengah penguatan mayoritas bursa saham global pada pekan lalu, IHSG justru kembali bergerak melemah. Meski lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service masih memberikan predikat investment grade terbaru dengan outlook yang stabil pada Indonesia, seiring stabilnya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, rendahnya beban utang pemerintah dan disiplin fiskal yang konsisten, serta rilis data CAD tahun 2019 yang membaik dimana defisit transaksi berjalan turun ke level 2,72% dari PDB Indonesia, namun hal itu belum cukup mendorong penguatan IHSG.

Pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu disebabkan oleh kekhawatiran pelaku pasar yang dipicu oleh adanya isu pemblokiran rekening efek dan rumor gagal bayar suatu produk reksadana. Aksi bersih-bersih yang sedang dilakukan oleh regulator dan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus dugaan korupsi Jiwasraya, serta upaya untuk mengembalikan industri reksadana yang sehat, justru membuat market malah tertekan. Pasar khawatir suspensi sejumlah akun di sekuritas dan likuidasi beberapa reksadana yang tidak melakukan kepatuhan atau melanggar aturan masih akan terjadi, sehingga mengakibatkan turunnya transaksi perdagangan di bursa dan menyebabkan IHSG kembali tertekan sepanjang pekan lalu. Belum lagi kekhawatiran investor terkait dampak negatif dari virus korona terhadap ekonomi China akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia yang merupakan mitra bisnis utama China turut menjadi senitmen negaitf bagi IHSG.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, bahwa IHSG mengalami teknikal rebound dalam tren turun. Hal ini terbukti setelah gagal kembali ke atas level psikologis 6.000, IHSG malah mencetak lower low lagi dengan break down level 5.877. Kondisi ini menunjukan bahwa secara teknikal IHSG masih berada di fase downtrend.

Dari weekly chart diatas, terlihat bahwa IHSG telah keluar dari pola konsolidasinya setelah turun menjebol ke bawah support pola symmetrical triangle. Sementara indikator teknikal MACD masih bergerak turun dan berada di area negatif di bawah centreline. Kondisi ini mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung berada di fase downtrend. Untuk minggu ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di area support 5.767 dan resistance di level 5.939. Apabila mampu melewati keatas 5.939, maka IHSG berpeluang menguji area resistance selanjutnya di level 6.013.

Pekan ini pelaku pasar menunggu data ekspor-impor dan neraca perdagangan Indonesia bulan Januari 2020 yang akan dirilis pada hari senin besok. Sementara pada hari kamis dalam RDG BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan tetap di level 5%. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada minggu ini diantaranya adalah:

  • Senin 17 Februari 2020 : Rilis data GDP Jepang
  • Selasa 18 Februari 2020 : Kebijakan moneter Australia, Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data sentimen ekonomi Jerman
  • Rabu 19 Februari 2020 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pendapatan Australia, Rilis data inflasi Inggris, Laporan meeting The Fed
  • Kamis 20 Februari 2020 : Rilis data pekerjaan Ausralia, Rilis data penjualan ritel Inggris, Meeting ECB
  • Jum’at 21 Februari 2020 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data manufaktur zona eropa, rilis data manufaktur Inggris, Rilis data manufaktur AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Wabah penyebaran virus korona dan krisis kepercayaan investasi di pasar saham akibat kasus reksadana bermasalah serta skandal korupsi Jiwasraya masih tetap menjadi fokus utama perhatian para investor. IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan penurunannya. Apabila terjadi rebound sifatnya hanya terbatas atau hanya konsolidasi sementara. Tetap safe trading dan selalu waspada serta berhati-hati terutama apabila kondisi pasar masih tidak kondusif dan terus mengalami ketidakpastian. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/