IHSG: Berkonsolidasi Tapi Masih Dalam Tren Turun?

Bursa Wall Street ditutup melemah di akhir pekan, dipicu oleh lonjakan kasus baru virus korona serta lesunya data aktivitas bisnis di AS pada bulan Februari, hingga memicu kekhawatiran investor tentang prospek pertumbuhan ekonomi. China melaporkan lonjakan kasus baru virus corona pada Jum’at lalu, sementara Korea Selatan menjadi hot spot terbaru dengan 100 kasus baru dan lebih dari 80 orang dinyatakan positif terkena virus korona di Jepang. Sementara itu, indeks IHS Markit Purchasing Managers dari aktivitas sektor jasa turun ke level terendah sejak Oktober 2013, menandakan kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016. Dow Jones ditutup turun 227,57 poin (-0,78%) ke level 28.992,41, S&P 500 melemah 35,48 poin (-1,05%) ke 3.337,75 dan Nasdaq anjlok 174,38 poin (-1,79%) menjadi 9.576,59. Selama sepekan ketiga indeks saham utama AS mengalami tekanan, dengan Dow Jones turun -1,38%, S&P 500 berkurang -1,25% dan Nasdaq melemah -1,59%.

Dari dalam negeri, IHSG melemah 60,232 poin (-1,01%) ke level 5.882,255 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 342 miliar. Namun dalam sepekan IHSG masih mampu berhasil menguat +0,26%, meski investor asing mencatatkan net sell senilai Rp 1,45 triliun di pasar reguler.

Setelah sempat menguat empat hari di awal perdagangan pekan kemaren, IHSG akhirnya terkena aksi ambil untung pada akhir pekan. Pergerakan IHSG diwarnai oleh berbagai sentimen, utamanya dari kasus virus korona dan rilis data ekonomi serta kebijakan bank-bank sentral dunia. Dari dalam negeri, mengecewakannya data neraca perdagangan bulan Januari yang membukukan defisit lebih besar dari perkiraan akibat turunnya ekspor, mampu ditutupi oleh sentimen positif dari penurunan BI rate sebesar 25 bps menjadi 4,75% yang dilakukan oleh BI. Langkah BI ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemungkinan juga akan terseret oleh perlambatan ekonomi China akibat penyebaran wabah virus korona.

Sementara itu dari ekternal, The Fed merilis risalah dari pertemuan kebijakan bulan Januari dan mengatakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil tahun ini karena adanya resiko baru yang disebabkan oleh wabah virus korona. Di sisi lain, aktifnya kembali aktivitas bisnis di China setelah beberapa minggu lalu mengalami libur sementara akibat wabah virus korona, menimbulkan optmisme menyusul pengumuman stimulus yang diambil oleh Bank Sentral China (PBOC) untuk mengurangi dampak dari wabah virus korona bagi perlambatan ekonomi negara tersebut. Tetapi optimisme tersebut berakhir di akhir pekan setelah adanya kekhawatiran akibat peningkatan tajam dalam penyebaran kasus virus korona di luar China.

Wabah virus corona yang melanda China dan negara-negara lainnya masih menjadi fokus utama pelaku pasar. Belum tertalanginya wabah virus korona dikhawatirkan akan memangkas pertumbuhan ekonomi China di kuartal I-2019. Hal ini dikhawatirkan akan turut menyeret negara-negara lainnya, sehingga dapat mengancam pertumbuhan perekonomian global.

Secara teknikal IHSG telihat masih berada dalam tren turun, namun saat ini tengah memasuki fase konsolidasi dalam jangka pendek. Penguatan yang dialami oleh IHSG pada pekan lalu hanyalah teknikal rebound sementara saja. IHSG terlihat masih dalam tekanan jual karena belum mampu melewati downtrend resistance line.

Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran area support 5.843 dan resistance level 5.960. Apabila gagal bertahan di support 5.843, maka IHSG akan melanjutkan tren turunnya dan berpeluang menuju support berikutnya dikisaran level 5.767. Namun jika IHSG mampu menguat dan melewati resistance 5.960, maka terbuka potensi bagi IHSG kembali ke atas level psikologis 6.000 dengan resistance level di 6.013. Selama IHSG masih di bawah 5.960,technically potensi untuk turun lebih besar daripada naik.

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang ditunggu oleh pelaku pasar. Invetor tengah menanti rilis kinerja laporan keuangan emiten periode akhir tahun 2019. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Senin 24 Februari 2020 : Rilis data iklim bisnis Jerman
  • Selasa 25 Februari 2020 : Rilis data GDP Jerman, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Kamis 27 Februari 2020 : Rilis data belanja modal swasta Australia, Rilis data durable goods orders dan perkiraan GDP AS
  • Jum’at 28 Februari 2020 : Rilis data keyakinan konsumen Inggris, Rilis data pendapatan dan pengeluaran pribadi AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Perkiraan kami, IHSG minggu ini masih bergerak dalam pola konsolidasi cenderung turun. Apabila terjadi rebound sifatnya hanya terbatas atau sementara saja. Sentimen dari wabah virus korona masih akan menjadi fokus utama perhatian pasar. Untuk itu disarankan tetap safe trading. Selalu waspada dan hati-hati apabila kondisi pasar masih tidak kondusif dan ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*