IHSG Dead Cat Bounce?

Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan, di tengah kekhawatiran akan krisis ekonomi akibat virus korona. Bursa saham AS berada dalam tekanan meski data lapangan pekerjaan di AS pada periode Februari naik sebanyak 273.000 pekerjaan, mengalahkan ekspektasi sebanyak 175.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 3,5%, menyamai level terendah dalam lebih dari 50 tahun. Investor terus mencari aset yang lebih aman di tengah kekhawatiran bahwa virus korona akan mengganggu rantai pasokan global dan mendorong perekonomian ke dalam resesi. Aset Safe Haven seperti emas, mengalami minggu terbaik sejak 2016. Di sisi lain, benchmark US Treasury 10-tahun jatuh di bawah 0,7% untuk pertama kalinya. Dow Jones terkoreksi hingga 256,5 poin (-0,98%) menjadi 25.865,78, S&P 500 turun 51,57 poin (-1,71%) menjadi 2.972,37 dan Nasdaq melemah 162,98 poin (-1,87%) menjadi 8.575,62. Meski turun di akhir pekan, namun ketiga indeks saham utama AS berhasil membukukan penguatan selama sepekan setelah bergerak tidak menentu dengan swing yang lebar. Secara mingguan, Dow Jones berhasil naik +1,79%, S&P 500 menguat +0,61% dan Nasdaq bertambah +0,1%

Sementara dari dalam negeri, IHSG berakhir turun tajam sebesar -139,59 poin (-2,48%) ke level 5.498,54 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 359 miliar di pasar reguler. Meski turun di akhir pekan, namun kinerja IHSG berhasil menguat sebesar +0,84% selama sepekan terakhir. Adapun investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 678 miliar dalam sepekan.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, IHSG pada minggu lalu berhasil mengalami teknikal rebound sesaat, pasca mengalami penurunan tajam. Dalam sepekan terakhir, pergerakan pasar saham dunia masih diselimuti oleh sentimen negatif terkait dengan perkembangan wabah virus korona terutama di luar wilayah China. Peningkatan jumlah kasus dan korban jiwa akibat virus korona yang terkonfirmasi di luar China, kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 ini.

Dinaungi oleh sentimen negatif, pasar saham dunia bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, meski akhirnya berhasil rebound karena didorong oleh paket-paket stimulus yang dikeluarkan oleh berbagai bank sentral dunia. The Fed secara mengejutkan melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 bps. Ini merupakan pemotongan suku bunga darurat pertama kali sejak krisis keuangan tahun 2008, guna mengantisipasi dampak penyebaran virus korona yang cepat terhadap pertumbuhan ekonomi. Langkah yang dilakukan oleh The Fed dalam menurunkan suku bunga acuannya juga diikuti oleh bank sentral Australia dan Kanada. Di sisi lain, IMF juga berjanji akan mengucurkan paket bantuan senilai USD 50 miliar ke negara-negara berpenghasilan rendah dan emerging market yang terkena wabah virus tersebut.

Sempat rebound di tengah pekan, IHSG akhirnya kembali tertekan di akhir pekan seiring turunnya bursa saham global. Pasar saham dunia nampaknya masih di warnai oleh kekawatiran wabah virus korona akibat penyebaran yang cepat ke berbagai negara di luar China. Secara teknikal, IHSG terlihat masih dalam fase downtrend, karena belum dapat menembus keatas resistance dari tren penurunannya. Kenaikan IHSG pada tengah pekan lalu masih tergolong teknikal rebound dalam trend turun atau biasa dalam istilah teknikal disebut “dead cat bounce”. Indikator teknikal MACD slips dan tidak jadi golden cross, sehingga mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung bergerak turun. IHSG untuk minggu ini diproyeksikan akan bergerak di rentang kisaran support 5.288 dan resistance di level 5.715.

Pekan ini tidak ada data ekonomi domestik penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar. Investor masih menunggu rilis kinerja laporan keuangan emiten akhir tahun 2019 yang belum keluar. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Senin 9 Maret 2020 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data perdagangan Jerman
  • Selasa 10 Maret 2020 : Rilis data keyakinan bisnis Australia, Rilis data inflasi China, Rilis data GDP euro zone
  • Rabu 11 Maret 2020 : Rilis indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data GDP, manufaktur, perdagangan dan anggaran belanja tahunan Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Kamis 12 Maret 2020 : Kebijakan Moneter dan Konferensi Pers ECB

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meski IHSG terlihat mulai bergerak cukup relatif datar pada pekan lalu, namun terlihat masih dalam pola konsolidasi cenderung turun. Sentimen negatif dari virus korona terutama penyebaran yang cepat di negara Iran, Korea Selatan, Italia dan negara eropa lainnya serta AS, kemungkinan masih akan kembali menjadi perhatian dari para pelaku pasar saham. Kekhawatiran dunia akan memasuki resesi akibat wabah virus korona bisa menjadi ganjalan bagi pasar saham global. Perhatikan level support 5288, jika ditembus ke bawah maka IHSG berpotensi melanjutkan tren penurunan (bearish) nya.

Oleh karena itu tetap disarankan untuk safe trading. Selalu waspada dan hati-hati apabila kondisi pasar masih tidak kondusif dan ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/