IHSG : Start Of Recovery Or Dead Cat Bounce?

Bursa Wall Street kembali turun tajam pada perdagangan akhir pekan dan mengakhiri lonjakan besar selama 3 hari sebelumnya, setelah pelaku pasar kembali meragukan nasib ekonomi AS seiring meningkatnya kasus terinfeksi virus korona di negara tersebut. Saat ini AS telah menjadi pusat pandemik Covid-19, setelah menjadi negara tertinggi dalam jumlah kasus korona. Jumlah kasus di AS telah melewati 100.000, melampaui China dan Italia sebagai negara yang memiliki kasus virus korona terbesar, dengan jumlah korban tewas melebihi 1.500. Wall Street memperdalam penurunan pada akhir sesi perdagangan, bahkan setelah DPR AS menyetujui paket bantuan US$ 2,2 triliun, yang terbesar dalam sejarah AS, untuk membantu orang dan perusahaan mengatasi penurunan ekonomi yang disebabkan wabah virus tersebut. Dow Jones anjlok turun 915,39 poin (-4,06%) ke level 21.636,78, S&P 500 merosot 88,6 poin (-3,37%) menjadi 2.541,47 dan Nasdaq tergelincir 295,16 poin (-3,79%) ke posisi 7.502,38. Meski turun di akhir pekan, namun ketiga bursa saham utama AS tersebut berhasil rebound dan membukukan kenaikan kuat pada minggu lalu. Secara mingguan, Dow Jones berhasil melonjak +12,84%, S&P 500 meroket +10,26% dan Nasdaq melompat +9,05%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 206,67 poin (+4,76%) ke level 4.545,571 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp 127 miliar. Dalam sepekan IHSG berhasil menguat +8,36%. Meski berhasil rebound, namun investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp 871 miliar di pasar reguler.

Setelah mengalami keterpurukan dan terus bergerak turun, pada pekan lalu IHSG berhasil rebound dan mencatatkan penguatan signifikan. IHSG reli dan berbalik arah, terutama di 2 hari terakhir perdagangan jelang akhir pekan. Penguatan IHSG sejalan dengan rebound bursa saham global yang didorong oleh berbagai stimulus baik fiskal dan moneter yang digelontorkan oleh berbagai pembuat kebijakan dari pemerintahan maupun bank-bank sentral dunia terutama AS dan The Fed. Bank sentral AS tersebut berjanji akan mengeluarkan program quantitative easing dengan besaran nilai tak terbatas, untuk meredam dampak wabah Covid-19 terhadap perekonomian AS. Tak hanya itu, pemerintah AS juga mengeluarkan stimulus fiskal melalui paket stimulus ekonomi sebesar US$ 2 triliun.

Meski berhasil rebound, namun bukan berarti masalah utama yang menyebabkan tekanan jual masif di pasar saham global sudah selesai. Pasar masih dipenuhi oleh ketidakpastian oleh wabah Covid-19 yang masih terus memakan korban dan menjangkiti negara di seluruh dunia. Selama ancaman dari musuh tak kasat mata tersebut belum berakhir, maka faktor resiko bagi market masih tetap ada. Dari dalam negeri, jumlah orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 terus bertambah dan kini jumlahnya sudah menembus angka 1.000 dengan jumlah korban meninggal telah melampaui angka 100 orang lebih.

Meski berhasil menguat pada pekan lalu, namun pergerakan IHSG sebenarnya masih dipersimpangan dan belum pasti akan terus berlanjut, terutama setelah melihat bursa saham Wall Street yang kembali jatuh pada akhir pekan kemaren. Secara teknikal, IHSG terlihat berhasil rebound setelah sempat turun tajam hingga ke bawah level psikologis 4000. IHSG berhasil berbalik arah dan bergerak naik setelah menyentuh level terendah di 3.911.

IHSG terlihat telah berhasil menembus downtrend resistline jangka pendeknya. Apabila IHSG berhasil bertahan diatas 4.200 dan kembali bergerak naik menembus keatas 4697, maka IHSG akan melanjutkan reboundnya menuju target dikisaran resistance gap 5040-5112. Namun jika kembali turun ke bawah 4200, maka IHSG akan menguji area support 3911 lagi. Penembusan ke bawah 3911, akan membawa IHSG melanjutkan fase downtrendnya kembali. Indikator teknikal MACD yang mulai berbalik arah dan berpeluang kembali golden cross di area negatif, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada pada fase downtrend tapi terlihat mulai ada potensi berkonsolidasi.

Minggu ini jelang akhir bulan maret, pelaku pasar akan mencermati rilis kinerja emiten tahun 2019 yang belum keluar. Sementara itu seperti biasa di awal bulan, invetor menunggu rilis data manufaktur dan inflasi bulan maret pada hari rabu. BI memperkirakan inflasi bulan maret berada dikisaran angka 0,13%. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para investor pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Selasa 31 Maret 2020 : Rilis data manufaktur China, Rilis data current account dan GDP Inggris, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 1 April 2020 : Rilis data manufaktur Jepang, Rilis data pekerjaan ADP Non Farm dan manufaktur AS
  • Kamis 2 April 2020 : Rilis data neraca dagang dan klaim pengangguran AS
  • Jum’at 3 April 2020 : Rilis data pekerjaan, tingkat pengangguran dan sektor jasa AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan minggu ini masih akan bergerak dalam pola konsolidasi cenderung turun dikisaran area trading 3911 hingga 4697. Sentimen dari wabah Covid-19 diperkirakan masih akan menjadi perhatian investor pasar saham. Selagi wabah masih belum mencapai puncaknya, pasar masih berpotensi untuk bergerak dengan volatilitas tinggi. Perhatikan level support 3.911, selama tidak tembus ke bawah maka IHSG masih reatif aman dan berpeluang mengalami konsolidasi. Hati-hati bila jebol ke bawah level 3.911, maka IHSG akan membentuk lower low dan melanjutkan tren bearishnya.

Untuk itu disarankan tetap safe trading. Selalu berhati-hati terutama jika kondisi pasar masih tidak kondusif, serta ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang memiliki kinerja bagus dan prospek cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.   

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/