Bergerak Dalam Volatilitas Tinggi, IHSG Masih Berkonsolidasi

Bursa Wall Street ditutup menguat pada hari kamis, sebelum libur untuk merayakan Paskah. Penguatan ini terjadi setelah investor mencerna data pengangguran AS dan paket stimulus terbaru dari The Fed. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran AS terus meningkat menjadi  6,6 juta orang dalam pekan yang berakhir hingga 4 April, di tengah penutupan akibat virus korona. Tetapi data pengangguran yang mengecewakan itu tertutupi oleh berita bahwa The Fed akan menerapkan langkah-langkah stimulus baru hingga USD 2,3 triliun, untuk menopang perekonomian selama penutupan dari pandemi virus korona. Dow Jones di tutup menguat 285,80 poin (+1,22%) ke level 23.719,37, S&P 500 meningkat 39,84 poin (+1,45%) menjadi 2.789,82 dan Nasdaq bertambah 62,67 poin (+0,77%) menjadi 8.153,58. Dalam sepekan, ketiga bursa saham utama AS berhasil di tutup menguat tajam, dengan Dow Jones melambung +12,67%, S&P 500  melesat +12,1% dan Nasdaq melejit +10,59%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 22,38 poin  (+0,48%) ke level 4.649,08 pada hari Kamis di perdagangan terakhir pekan lalu, sebelum libur merayakan Jum’at Agung. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 398 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG mampu mengalami kenaikan sebesar +0,55%, meski investor asing terus mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 1,65 triliun.

IHSG kembali melanjutkan reboundnya dengan bergerak menguat, memasuki pekan ke-3 berturut-turut, di tengah masih terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 di dalam negeri dan pemberlakuan status Pengendalian Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Meski berhasil menguat dalam sepekan, namun IHSG terlihat mulai berkonsolidasi seiring beragamnya katalis pasar pada pekan lalu. Turunnya data cadangan devisa pada akhir Maret sebesar US$ 9,4 miliar menjadi US$ 121 miliar, merupakan sentimen negatif bagi pasar. Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah dan beberapa harga komoditas seperti minyak dunia dan CPO menjadi katalis positif bagi IHSG pada pekan lalu.

Walaupun berhasil menguat dalam sepekan, namun kenaikan IHSG mulai terbatas. IHSG terlihat mulai berkonsolidasi. Secara teknikal IHSG saat ini berada di fase sideways dalam jangka pendek, dengan bergerak dikisaran area trading 4317 hingga 4975. 

Untuk minggu ini, support terdekat IHSG berada dikisaran 4550. Apabila gagal bertahan dan di breakdown, maka IHSG akan menguji support selanjutnya di level 4317. Sementara untuk level resistance IHSG pekan ini berada di level 4975. Jika dapat di breakout dengan di tembus keatas, maka IHSG akan membentuk pola higher high dan berpeluang melanjutkan kenaikannya dengan target menuju area gap dikisaran 5040-5112. Indikator teknikal MACD bergerak naik di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG mulai berbalik arah ke atas tapi masih dalam pola konsolidasi.

Pekan ini pelaku pasar akan mencermati rapat dewan gubernur BI pada hari selasa, yang akan menentukan kebijakan suku bunga acuannya. Diperkirakan BI akan mempertahankan suku bunganya tetap alias tidak berubah. Sedangkan pada hari rabu, investor mencermati rilis data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan maret yang diperkirakan akan mengalami surplus perdagangan tipis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Selasa 14 April 2020 : Rilis data keyakinan bisnis Australia, Rilis data perdagangan China
  • Rabu 15 April 2020 : Rilis data indeks keyakinan konsumen Australia, Rilis data penjualan ritel AS
  • Kamis 16 April 2020 : Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 17 April 2020 : Rilis data GDP China

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan minggu ini masih akan bergerak dalam pola konsolidasi cenderung sideways dalam jangka pendek, dengan volatilitas yang cukup tinggi. Pelaku pasar masih akan terus memantau perkembangan penanganan pandemi Covid-19, terutama penerapan PSBB di Jakarta dan akan diikuti oleh beberapa wilayah di Jawa Barat. Investor juga akan mencermati pergerakan harga minyak dunia setelah pertemuan OPEC+ pada akhir pekan kemaren. Selain itu pengumuman dividen juga dinilai dapat menjadi katalis positif untuk sejumlah emiten dalam jangka pendek.

Perhatikan level support terdekat IHSG minggu ini di 4.550. Selama mampu bertahan dan tidak di breakdown, maka IHSG masih cenderung aman dan berpotensi melanjutkan reboundnya. Sementara itu aksi jual investor asing yang terus menerus terjadi perlu diwaspadai. Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu hati-hati terutama jika kondisi pasar masih tidak kondusif, serta ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan kinerja keuangan yang kuat. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.  

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/