Rilis Data PDB Q1/2020 & Babak Baru Perang Tarif AS-China Akan Pengaruhi IHSG Pekan Ini

Bursa Wall Street merosot pada perdagangan akhir pekan, tertekan oleh hasil kinerja mengecewakan sejumlah perusahaan, ditambah meningkatnya kembali ketegangan antara China dan AS setelah Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali ancaman tarif baru terhadap China dalam merespons pandemi virus korona, yang telah menyebabkan perekonomian global terhenti. Trump mengatakan bahwa ia curiga virus korona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan-China, dan akan melakukan sesuatu pada tarif jika diperlukan. Hal tersebut membuat ketakutan akan perang dagang AS-China terjadi lagi. Dow Jones ambles 622,03 poin (-2,55%) menjadi 23.723,69, S&P 500 anjlok 81,72 poin (-2,81%) menjadi 2.830,71 dan Nasdaq merosot 284,60 poin (-3,2%) menjadi 8.604,95. Dalam sepekan bursa saham AS bergerak melemah, dengan Dow Jones turun -0,22%, S&P 500 melemah -0,21% dan Nasdaq berkurang -0,34%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil membukukan penguatan +149,08 poin (+3.26%) ditutup di level 4,716,403 pada hari kamis sebelum libur hari buruh. Investor asing membukukan pembelian bersih atau foreign net buy sebesar Rp 669 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan IHSG berhasil menguat +4,9%, meski investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp 924 miliar di pasar reguler. Untuk sepanjang bulan April kemaren IHSG berhasil rebound dengan mengalami kenaikan +3,91%, setelah terus tertekan di 3 bulan berturut-turut awal tahun 2020 ini.

Meski pada pekan lalu hanya ada 4 hari perdagangan, namun IHSG berhasil mencatatkan penguatan tajam dalam sepekan, setelah menguat 4 hari beruntun tanpa sekalipun masuk ke zona merah. Hal ini membuat kinerja IHSG secara mingguan menjadi yang terbaik di bandingkan dengan bursa saham utama Asia lainnya. Penguatan IHSG juga sejalan dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali diperdagangankan di bawah level psikologis Rp 15.000/USD, setelah ditutup pada level Rp 14.881. IHSG dan rupiah mendapat dorongan dari sentimen positif quantitave easing (QE) berupa pelonggaran GWM yang dilakukan oleh BI, serta komitmen The Fed pada FOMC tengah pekan lalu  yang berencana untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol sepanjang masih diperlukan.

Selain itu katalis IHSG lainnya datang dari perkembangan terbaru wabah korona yang mulai menunjukkan tanda-tanda telah melewati puncaknya di beberapa negara. Kondisi ini terlihat dari perlambatan penyebaran virus tersebut sehingga beberapa negara berencana mulai melonggarkan kebijakan karantina wilayah (lockdown). Hal ini menjadi kabar bagus, karena apabila roda bisnis mulai berputar maka perekonomian global bisa perlahan bangkit dari keterpurukannya. Disisi lain, optimisme investor juga terangkat setelah adanya uji klinis yang menyatakan obat buatan Gilead Science Inc. efektif untuk pengobatan covid-19.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, meski berhasil menguat cukup tajam, namun IHSG masih cenderung melanjutkan konsolidasinya. IHSG terlihat masih berada di fase sideways dalam jangka pendek, dengan bergerak dikisaran area trading 4.441 hingga 4.747. Apabila mampu melewati resistance 4.747, maka IHSG berpeluang menguat lagi menguji area resistance 4.975 hingga level psikologis 5.000. Namun jika kembali turun dan break low support 4.441, maka IHSG berpeluang menguji area support 4.317 kembali. Indikator teknikal MACD masih bergerak mendatar dan cenderung terlihat mulai bergerak naik mendekati centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan momentum positif.

Untuk minggu ini, cukup banyak data ekonomi domestik yang akan dirilis dan ditunggu oleh para pelaku pasar. Seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar akan menunggu rilis data manufkatur dan inflasi bulan april di hari senin besok. Diperkirakan manfaktur bulan April akan jatuh ke level 45 dan inflasi berada dikisaran angka 0,3%. Sedangkan pada hari selasa investor akan mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal I-2020. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi domestik akan tumbuh sebesar 4,2% secara tahunan (YoY) pada periode Januari-Maret 2020. Lalu pada hari rabu akan dirilis data keyakinan konsumen bulan april dan pada hari kamis akan dirilis data cadangan devisa hingga periode akhir april.

Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Senin 4 Mei 2020 : Economic Forecast zona Eropa
  • Selasa 5 Mei 2020 : Kebijakan suku bunga Australia (RBA), Rilis data perdagangan dan sektor jasa AS
  • Rabu 6 Mei 2020 : Rilis data pekerjaan ADP Non Farm AS
  • Kamis 7 Mei 2020 : Rilis data perdagangan Australia, Kebijakan suku bunga Inggris (BOE), Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jumat 8 Mei 2020 : Pernyataan kebijakan moeneter RBA, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walau terlihat cukup kuat pada minggu lalu setelah terus mengalami penguatan secara konsisten sepanjang pekan, namun kemungkinan IHSG masih bergerak dalam pola sideways. IHSG diperkirakan akan melemah di awal pekan, seiring aksi profit taking pasca terus menerus bergerak menguat pada pekan lalu. Sementara bursa global di akhir pekan tertekan turun akibat pelaku pasar khawatir akan ancaman baru yang muncul, dari kemungkinan babak baru perang dagang antara AS dengan China yang dilontarkan oleh Donald Trump. Sementara pada tengah pekan pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data PDB kuartal I-2020.

Untuk itu tetap disarankan safe trading. Selalu hati-hati terutama jika kondisi pasar kembali tidak kondusif dan ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan kinerja keuangan yang kuat. Atur strategi pembelian dan money manajemennya. 

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/