Meski Masih Sideways, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas Pada Pekan Ini

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, meski data lapangan kerja AS ke level rekor terburuk. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan ada 20,5 juta orang telah kehilangan pekerjaan di periode bulan April. Tingkat pengangguran melonjak dari 4,4% menjadi 14,7%. Lonjakan banyaknya warga AS yang kehilangan pekerjaan dan lonjakan tingkat pengangguran tersebut merupakan catatan terburuk pasca Perang Dunia II. Meski demikian, Wall Street masih mampu ditutup menguat didorong oleh kabar pembahasan kesepakatan dagang fase satu antara AS-China. Selain itu pelaku pasar juga berfokus pada upaya berbagai negara untuk kembali membuka ekonominya pasca wabah virus korona. Dow Jones ditutup menguat 455,43 poin (+1,91%) ke level 24.331,32, S&P 500 naik 48,61 poin (+1,69%) ke 2.929,80 dan Nasdaq meningkat 141,66 poin (+1,58%) menjadi 9.121,32. Ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil membukukan penguatan pada minggu lalu, dengan Dow Jones berhasil naik +2,56%, S&P 500 menguat +3,5% dan Nasdaq melonjak +6%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG melemah 11,36 poin (-0,25%) ke level 4597,43 di akhir pekan. Investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 838 miliar. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi turun -2,52% dengan disertai keluarnya dana asing (foreign net sell) sebanyak Rp 1,2 triliun di pasar reguler.

Tekanan yang dialami oleh IHSG sepekan terakhir dipicu oleh buruknya rilis data ekonomi dari dalam negeri. PMI Manufaktur Indonesia merosot ke level 27,5 pada bulan April 2020 dari 45,3 pada bulan Maret sebelumnya. Rilis data ini menjadi yang terlemah sejak survei dimulai pada April 2011. Disisi lain, inflasi bulan April 2020 menurun menjadi 0,08%, menunjukan lesunya ekonomi yang terkena pandemi virus korona. Inflasi tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana biasanya memasuki bulan Ramadhan inflasi bergerak naik. Hal ini menunjukan melemahnya daya beli yang di konfirmasi dengan turunnya indeks Keyakinan Konsumen bulan April yang tercatat anjlok di bawah angka 100 menjadi 84,8, atau turun dari bulan sebelumnya di angka 113,8. Kondisi ini dilengkapi dengan rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia kuartal I-2020 yang menurun jauh di bawah ekspektasi di angka 2,97% yoy.

Suramnya data ekonomi Indonesia membuat pelaku pasar pesimisme terhadap kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang tengah melawan pandemi virus korona, sehingga turut menekan performa kinerja IHSG pada pekan lalu. Namun meski tertekan, secara teknikal IHSG masih berada di fase sideways dalam jangka pendek. Pola pergerakan IHSG masih melanjutkan pergerakan pekan sebelumnya. IHSG masih terlihat  bergerak dikisaran area trading 4.441 hingga 4.747 dalam jangka pendek. Apabila mampu melewati resistance 4.747, maka IHSG berpeluang menguat lagi menguji area resistance 4.975 hingga level psikologis 5.000. Namun sebaliknya jika turun dan menjebol support 4.441, maka IHSG berpeluang menguji area support 4.317 kembali. Indikator teknikal MACD masih terlihat bergerak mendatar namun condong mendekati centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak positif dalam jangka pendek.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data current account kuartal I tahun 2020 di awal pekan besok. Sedangkan pada hari jum’at nanti akan dirilis data ekspor-impor dan data perdagangan bulan april. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Selasa 12 Mei 2020 : Rilis data keyakinan bisnis Australia, Rilis data inflasi China, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 13 Mei 2020 : Rilis data perdagangan dan GDP Inggris, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Kamis 14 Mei 2020 : Rilis data pekerjaan Australia, Pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) Bailey, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jum’at 15 Mei 2020 : Rilis data GDP Jerman, Rilis data penjualan ritel AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG pada pekan ini diperkirakan masih akan melanjutkan fase konsolidasinya dengan kecenderungan menguat terbatas, didorong oleh ekspektasi pembukaan kembali aktivitas ekonomi di beberapa wilayah negara Eropa, Asia dan AS, setelah virus korona memaksa kegiatan ekonomi diseluruh dunia hampir berhenti. Selain itu penguatan kembali harga minyak dunia dan beberpa harga komoditas lainnya, seiring mulai berputarnya kembali roda perekonomian dunia akibat pelonggaran kebijakan lockdown, turut memunculkan optimisme pelaku pasar. Di sisi lain, sentimen dari dilanjutkannya kembali kesepakatan perjanjian perdagangan fase satu antara AS dan China pada akhir pekan lalu, berhasil meredakan ketegangan atara kedua negara yang sempat memanas perihal asal usul wabah virus korona, akan menjadi katalis positif bagi market di pekan ini.

Meski IHSG kemungkinan akan bergerak naik mendekati kembali resistance area konsolidasinya dikisaran 4.747 pada pekan ini, tetap disarankan untuk safe trading. Selalu waspada dan berhati-hati terutama jika kondisi pasar kembali tidak kondusif dan ketidakpastian terus berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan kinerja keuangan yang kuat. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/