Selepas Libur Lebaran, IHSG Akan Kembali Bergerak Variatif Melanjutkan Konsolidasinya

Bursa Wall Street ditutup bervariatif pada perdagangan akhir pekan, karena investor khawatir dengan perkembangan hubungan AS dan China. Peringatan Presiden AS Donald Trump bahwa negaranya akan bereaksi keras terhadap rencana China soal undang-undang keamanan nasional di Hong Kong, telah menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar yang bisa memicu terjadinya episode baru perang AS-China. Dow Jones melemah tipis 8,96 poin (-0,04%) ke posisi 24,465.16, sedangkan S&P 500 berhasil menguat tipis 6,94 poin (+0,24%) ke level 2,955.45 dan Nasdaq naik 39,71 poin (+0,43%) menjadi 9,324.59. Selama seminggu, ketiga indeks saham utama AS berhasil menguat, didorong oleh optimisme tentang pembukaan kembali ekonomi AS dan kemajuan pada vaksin korona. Selama sepekan, Dow Jones berhasil naik +3,29%, S&P 500 bertambah +3,2%, dan Nasdaq menguat +3,44%.

Sementara dari dalam negeri, jelang libur lebaran pada hari rabu lalu IHSG melemah tipis 2,704 poin (-0,06%) ke level 4.545,952. Investor asing membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp 45 miliar. Sepanjang pekan yang pendek sebelum libur lebaran pada periode 18-20 Mei 2020, IHSG berhasil menguat +0,85%, meski investor asing masih mencatatkan net sell senilai Rp 693 miliar di pasar reguler.

Pergerakan IHSG pada pekan lalu tidak banyak mengalami perubahan, karena pendeknya waktu perdagangan. Pelaku pasar terlihat mengurangi transaksi jelang libur menyambut hari raya idul fitri. Sepanjang pekan IHSG bergerak variatif di rentang terbatas dipengaruhi oleh berita terkait perkembangan penemuan vaksin Covid-19, pembukaan kembali perekonomian dunia seiring kebijakan pelonggaran lockdown di beberapa wilayah negara, serta menguatnya beberapa harga komoditas utama dunia seperti harga minyak dunia. Selain itu memanasnya kembali hubungan AS-China, turut mewarnai pergerakan market pada pekan lalu.

Secara teknikal IHSG masih terlihat berada di fase sideways dalam jangka pendek. IHSG masih mengalami konsolidasi dengan bergerak dikisaran area trading 4.441 hingga 4.747. Jika dapat melewati resistance 4.747, maka IHSG berpeluang bergerak naik menguji area resistance 4.975 hingga level psikologis 5.000. Namun sebaliknya jika breakdown dan turun ke bawah support 4.441, maka IHSG berpotensi menguji area support 4.317 kembali. Indikator teknikal MACD masih terlihat bergerak mendatar di bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi.

Minggu ini tidak ada berita ekonomi penting dari dalam negeri yang ditunggu oleh pelaku pasar. Investor hanya mencermati sisa rilis kinerja keuangan emiten Q1/2020 yang belum keluar jelang akhir bulan. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di pekan ini antara lain :

  • Senin 25 Mei 2020 : Rilis data GDP dan data Ifo iklim bisnis Jerman
  • Rabu 27 Mei 2020 : Pernyataan Presiden ECB Lagarde
  • Kamis 28 Mei 2020 : Rilis data keyakinan bisnis dan konsumen zona euro, Rilis data GDP dan durable goods orders AS
  • Jumat 29 Mei 2020 : Pernyataan Ketua The Fed Powell

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan kembali bergerak bervariatif melanjutkan konsolidasinya setelah libur lebaran. Pasar masih akan dibayangi oleh berita seputar Covid-19. Perkembangan penemuan vaksin korona, harapan pemulihan ekonomi dunia setelah dilakukan pelonggaran lockdown, serta berita terkait efektivitas PSBB dalam menanggulangi penyebaran virus korona di Indonesia, akan mewarnai gerak IHSG selepas libur lebaran. Di samping itu, memanasnya kembali hubungan antara AS-China, serta ketidakpastian laju pemulihan ekonomi akibat virus korona juga akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Untuk itu disarankan tetap safe trading. Selalu waspada dan berhati-hati terutama jika kondisi pasar kembali tidak kondusif dan ketidakpastian pasar kembali berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan kinerja keuangan yang kuat. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H bagi rekan-rekan yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin”

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*