Mulai Keluar Dari Konsolidasinya, IHSG Bersiap Menguat Dalam Jangka Pendek

Bursa Wall Street ditutup bervariatif pada akhir pekan dan berhasil menghapus pelemahan di awal sesi perdagangan. Ketiga indeks saham utama AS sempat tertekan cukup dalam di awal perdagangan, namun akhirnya mampu berbalik arah. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengambil tindakan untuk menghilangkan perlakuan khusus terhadap Hong Kong, namun tidak mengindikasikan untuk menarik diri dari perjanjian perdagangan fase satu yang telah dicapai dengan China di awal tahun. Pelaku pasar menghela nafas lega setelah konferensi pers yang dilakukan oleh Trump tersebut, karena mengingat tensi AS-China yang meningkat akhir-akhir ini terkait Hongkong, sehingga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya perang dagang lagi. Dow Jones ditutup turun tipis 17,53 poin (-0,07%) ke level 25.383,11, sedangkan S&P 500 berhasil naik 14,58 poin (+0,48%) menjadi 3.044,31 dan Nasdaq menguat 120,88 poin (+1,29%) ke posisi 9.489,87. Dalam sepekan, Wall Street berhasil menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan +3,75%, S&P 500 menguat +3,01% dan Nasdaq  bertambah +1,77%. Untuk sepanjang bulan Mei, Dow Jones berhasil melonjak +4,2%, S&P 500 meningkat +4,5% dan Nasdaq melompat +6,7%. 

Sementara dari dalam negeri, IHSG di akhir pekan berhasil naik 37,427 poin (+0,79%) berakhir di level 4.753,612. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler senilai Rp 77 miliar. Selama sepekan setelah Hari Raya, IHSG berhasil meningkat +4,57%, dengan diikuti oleh aksi net buy investor asing sebesar Rp 457 miliar di pasar reguler. Sepanjang bulan Mei 2020, IHSG juga tercatat mengalami kenaikan sebesar +0,79%.

Hampir semua bursa saham utama dunia mengalami kenaikan pada pekan lalu, karena terdorong oleh sentimen positif dari pelonggaran karantina wilayah (lockdown), kabar baik terkait vaksin virus korona, serta berbagai rencana pemberian stimulus lanjutan oleh pemerintah AS, Jepang, China dan Uni Eropa. IHSG juga tidak mau ketinggalan menguat, dengan dimotori oleh sektor perbankan dan jasa keuangan, menyusul sentimen positif dari OJK yang mengeluarkan stimulus lanjutan dengan merelaksasi ketentuan di sektor perbankan. Relaksasi tersebut memberikan ruang likuiditas dan permodalan perbankan, sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid-19. Meski menguat, namun kenaikan bursa saham dibayang-bayangi oleh sentimen negatif meningkatnya tensi hubungan antara AS-China terkait situasi di Hong Kong, setelah Beijing memberlakukan UU keamanan nasional di Hong Kong.

Untuk pekan ini, pergerakan positif IHSG diperkirakan masih akan berlanjut. Rencana pelonggaran PSBB dan penerapan skenario new normal oleh pemerintah diperkirakan akan menjadi sentimen positif penggerak IHSG. Asalkan tidak ada ganjalan dari meningkatnya eskalasi tensi hubungan AS-China, maka IHSG berpeluang melanjutkan tren pergerakan positifnya. Namun jika kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut saling bersitegang, maka pasar keuangan bisa kembali terguncang, mengingat prospek ekonomi global yang masih suram akibat terkena pandemi Covid-19.

IHSG berhasil menguat 4 hari beruntun setelah kembali dari libur lebaran, dan tak sehari pun berada di zona merah sehingga berhasil menguat cukup tajam. Secara teknikal, IHSG mulai keluar dari fase konsolidasinya dan bersiap menguat dalam jangka pendek. IHSG berhasil melewati resisten level 4.726 sehingga membentuk pola higher high dan mengindikasikan mulai masuk ke fase uptrend dalam jangka pendek.

Untuk minggu ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 4.610. Sedangkan untuk level resistance IHSG diproyeksikan akan berada dikisaran 4975-5000. Apabila penguatan IHSG berlanjut dan mampu bertahan diatas level psikologis 5.000, maka IHSG berpeluang menutup gap (lubang) atas di 5.040-5.112 dan gap atas selanjutnya di 5.364-5.498. Indikator teknikal MACD masih bergerak naik, diharapkan mampu cross up ke atas centreline. Kondisi ini menunjukan bahwa IHSG mulai bergerak positif dan memasuki fase uptrend dalam jangka pendek.

Seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan mei pada hari selasa. Perkiraan inflasi mei 2020 sangat rendah akibat dampak dari PSBB, sehingga momentum lebaran tahun ini gagal mengangkat konsumsi. BI memperkirakan inflasi bulan Mei 2020 sebesar 0,09% secara bulanan dan 2,21% secara tahunan. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di pekan ini antara lain :

  • Senin 1 Juni 2020 : Rilis data caixin manufaktur China, Rilis data manufaktur AS
  • Selasa 2 Juni 2020 : Kebijakan suku bunga Australia
  • Rabu 3 Juni 2020 : Rilis data GDP Australia, Rilis data pekerjaan ADP dan data non manufaktur AS
  • Kamis 4 Juni 2020 : Rilis data perdagangan Australia, Kebijakakan moneter dan Pernyataan ECB, Rilis data perdagangan AS
  • Jum’at 5 Juni 2020 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan penguatannya, meski dibayangi oleh profit taking apabila tensi AS-China kembali memanas. Jika hal itu terjadi, maka IHSG akan kembali mengalami konsolidasi, sebelum melanjutkan penguatannya lagi. Tetap safe trading dan selalu waspada serta berhati-hati, terutama jika kondisi pasar kembali tidak kondusif dan ketidakpastian market kembali berlanjut. Cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan kinerja keuangan yang kuat. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/