Meski Terkoreksi, IHSG Mampu Bertahan Di Support Uptrend Dan Berpeluang Rebound Di Awal Pekan

Bursa Wall Street menguat pada perdagangan akhir pekan, karena investor berburu saham murah menyusul penurunan tajam sehari sebelumnya yang disebabkan oleh meningkatnya kasus Covid-19 di sejumlah negara bagian AS. Investor khawatir pembukaan kembali ekonomi dapat ditunda oleh gelombang kedua kasus infeksi virus Korona. Namun pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin di CNBC, bahwa AS tidak dapat mematikan (lockdown) perekonomian lagi membuat pasar sedikit pulih. Dow Jones naik 477,37 poin (+1,9%) ke level 25,605.54, S&P 500 menguat 39,21 poin (+1,31%) menjadi 3,041.31 dan Nasdaq meningkat 96,08 poin (+1,01%) ke posisi 9,588.81. Meski berhasil menguat di akhir pekan, namun ketiga indeks saham utama AS mengalami penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret. Selama sepekan, Dow Jones anjlok -5,55%, S&P 500 rontok -4,78% dan Nasdaq melemah -2,3%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil rebound di akhir pekan setelah menguat 25,605 poin (+0,53%) ke level 4.880,359, meski investor asing membukukan net sell sebesar Rp 1,17 triliun di pasar reguler. Secara mingguan IHSG tertekan setelah mengalami penurunan sebesar -1,36%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing (capital outflow) di pasar reguler senilai Rp 2,09 triliun. 

Setelah mencatatkan reli penguatan dalam 3 pekan berturut-turut sebelumnya, pada minggu lalu pasar saham dunia mulai bergerak turun, karena dipicu oleh kekhawatiran seputar kenaikan jumlah pasien Covid-19, pasca ekonomi di buka kembali menyusul pelonggaran karantina wilayah (lockdown) di AS. Disisi lain, dalam RDG pada tengah pekan lalu The Fed menyatakan bahwa ekonomi AS tahun ini akan suram akibat terdampak oleh virus korona. Kondisi yang sama juga terjadi di Indonesia. Jelang di longgarkannya PSBB, kasus baru positif korona harian malah meningkat. Hal ini membuat pelaku pasar berpikir ulang apakah benar pemulihan ekonomi akan terjadi dengan cepat.

Kekhawatiran akan munculnya gelombang kedua wabah korona, memicu pemodal asing mengurangi penempatan dana mereka di aset berisiko di negara berkembang, sehingga berujung pada aksi jual di bursa saham Indonesia. Secara teknikal, target penguatan IHSG sudah tercapai di level 5.130 setelah indeks berhasil menutup gap dikisaran 5.040-5.112. Pelaku pasar mulai melakukan aksi profit taking pada minggu lalu, pasca IHSG reli menguat dalam 3 pekan berturut-turut sebelumnya.

Meski melemah namun IHSG masih tertahan di support uptrend-nya, setelah terkoreksi ke level 4712 pada akhir pekan kemaren. Peluang IHSG untuk rebound semakin terbuka setelah indeks membentuk pola candlestick bullish pin bar di posisi supportnya. Indikator teknikal MACD juga terlihat netral, karena masih bertahan diatas centreline dengan bergerak mendatar. Kondisi ini mengindikasikan bahwa koreksi yang dialami oleh IHSG masih wajar dan masih ada peluang untuk bergerak naik lagi. Untuk minggu ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 4.712 dan resistance di 5.130. Apabila mampu melewati 5.139, maka IHSG akan membuat higher high dan berpeluang menuju target berikutnya di level 5417, yang juga merupakan area kisaran gap 5364-5498.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data perdagangan dan ekspor-impor bulan Mei pada awal pekan besok. Neraca perdagangan Mei diperkirakan akan mengalami surplus sekitar US$ 500 juta. Sementara pada hari kamis, investor akan mencermati Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps guna mendorong perekomomian nasional yang melemah akibat terdampak oleh pandemi Covid-19.  Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di pekan ini antara lain :

  • Selasa 16 Juni 2020 : Kebijakan Moneter Bank Sentral Jepang (BOJ), RIlis data pekerjaan Inggris, Rilis data penjualan ritel AS,  Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 17 Juni 2020 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 18 Juni 2020 : Pernyataan Ketua The Fed Powell, Rilis data pekerjaan Australia, Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris (BOE)
  • Jum’at 19 Juni 2020 : Rilis data inflasi Jepang, Pernyataan Ketua The Fed Powell

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan rebound di awal pekan secara teknikal, setelah pada perdagangan akhir pekan lalu tertahan di support uptrend-nya dan membentuk pola candle reversal. Selain itu rebound bursa Wall Street pada akhir pekan lalu diperkirakan akan menopang pergerakan IHSG di awal perdagangan besok senin. Namun bertambahnya jumlah pasien korban pandemi Covid-19 di awal penerapan masa transisi PSBB dapat menjadi faktor pemberat bagi IHSG pada pekan ini. Disisi lain, aksi jual yang kembali dilakukan oleh investor asing turut menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Perhatikan level support 4.712, selama tidak tembus ke bawah (breakdown), IHSG masih cenderung aman. Hati-hati bila jebol ke bawah level 4.712, karena akan mematahkan tren naik IHSG dan berpeluang kembali turun menuju support di level 4.450 lagi.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/