Testing Support Uptrend, Akankah Tren Naik IHSG Berlanjut?

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street melemah tajam pada perdagangan akhir pekan, karena merespon negatif kebijakan lockdown pada sektor bisnis di beberapa negara bagian di AS, setelah terjadi lonjakan kasus baru virus korona. Beberapa negara bagian seperti Texas dan Florida menerapkan kembali pembatasan dengan memerintahkan bar untuk ditutup kembali, setelah kebangkitan kasus baru infeksi virus korona. Tekanan pada saham AS bertambah setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan perdagangan Fase pertama antara AS-China masih berisiko, setelah para pejabat China memperingatkan bahwa campur tangan AS di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang-barang pertanian AS. Dow Jones anjlok 730,05 poin (-2,84%) menjadi 25.015,55, S&P 500 rontok 74,71 poin (-2,42%) menjadi 3,009,05 dan Nasdaq merosot 259,78 poin (-2,59%) menjadi 9757,22. Dalam sepekan, ketiga bursa saham utama AS berakhir turun, dengan Dow Jones kehilangan -3,31%,  S&P 500 berkurang -2,86% dan Nasdaq melemah -1,9%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 7,358 poin (+0,15%) ke level 4.904,088 di akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 675 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan – 0,77%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing (foreign net sell) senilai Rp 1,9 triliun di pasar reguler.

Sentimen buruk memang cenderung dominan membayangi pasar saham global pada pekan lalu. IHSG juga tertekan oleh berbagai sentimen negatif baik dari dalam dan luar negeri. Beberapa negara kembali melaporkan lonjakan pertambahan kasus baru infeksi Covid-19 yang kini telah angka 10 juta secara global. Disisi lain, kabar negatif datang dari IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2020 menjadi minus -4,9%, atau lebih rendah daripada prediksi penurunan -3% pada bulan April lalu. Diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh IMF ini setelah melihat dampak dari wabah Covid-19 yang merebak secara global dan tak kunjung mereda. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipangkas menjadi minus -0,3% dari sebelumnya diperkirakan akan tumbuh +1,5% di tahun ini. Sementara dari dalam negeri, sentimen dari keterlibatan 13 perusahaan manajer investasi dan satu pegawai OJK dalam skandal mega korupsi Jiwasraya turut mempengaruhi gerak IHSG.

Secara teknikal, IHSG terlihat masih berada pada jalur positif uptrend jangka menegahnya dan saat ini tengah menguji support dari tren kenaikannya tersebut di level 4.879. Apabila IHSG gagal bertahan diatas support uptrend tersebut, maka IHSG akan mengakhiri tren naiknya dan kembali masuk ke area konsolidasi dengan level support di 4.712. Sementara untuk level resistance IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada di level 5.018. Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar diatas centerline, mengindikasikan bahwa IHSG masih dalam pola konsolidasi di fase uptrend-nya.

Memasuki akhir bulan Juni, pelaku pasar menantikan apakah akan terjadi window dressing first half tahun ini di sisa 2 hari perdagangan sebelum berakhirnya bulan Juni. Selain itu memasuk awal bulan Juli, investor juga tengah mencermati rilis data-data ekonomi seperti data manufaktur dan inflasi bulan Juni pada hari rabu. BI memperkirakan bulan Juni 2020 akan terjadi deflasi sebesar -0,01% (mtm). Sehingga perkiraan inflasi Juni 2020 secara tahun kalender sebesar 0,90% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,76% (yoy). Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Selasa 30 Juni 2020 : Rilis data manufaktur China, Rilis data GDP Inggris, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 1 Juli 2020 : Rilis data Tankan manufaktur Jepang, Rilis data Caixin manufaktur China, Rilis data ADP pekerjaan AS
  • Kamis 2 Juli 2020 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data perdagangan, pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG saat ini tengah berada di penentuan apakah rebound yang terjadi sejak akhir maret akan terus berlanjut naik, ataukah akan kembali turun dan memasuki fase konsolidasi. Ada peluang IHSG akan terkoreksi di awal pekan besok, karena anjloknya bursa saham AS yang disebabkan oleh lonjakan virus korona di AS. Kemungkinan tren naik IHSG di minggu ini akan patah dan mulai masuk dalam fase konsolidasi. Tapi perkiraan kami IHSG masih dapat bertahan di level support 4.712 di pekan ini. Hati-hati jika kedepannya IHSG jebol ke bawah level support tersebut, karena akan membuka peluang untuk turun menuju kisaran 4400-4500 lagi.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/