Bertahan Di Level Psikologis 5000, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatannya

Bursa saham Wall Street menguat pada akhir pekan, ditopang oleh lonjakan saham di sektor keuangan. Kenaikan harga saham bank terjadi jelang rilis kinerja laba kuartal kedua pada pekan depan. Sentimen lain datang dari kabar positif obat antivirus Gilead Sciences yang dipercaya dapat mengobati Covid-19, membantu untuk menenangkan kekhawatiran investor atas kenaikan kasus baru harian virus korona di AS yang memecahkan rekor. Dow Jones berhasil naik 369,21 poin (+1,44%) menjadi 26.075,3 dan S&P 500 menguat 32,99 poin (+1,05%) ke level 3.185,04. Lalu Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi ke-6 dalam 7 hari terakhir setelah menambahkan 69,69 poin (+0,66%) menjadi 10.617,44. Dalam sepekan Wall Street berhasil membukukan kinerja positif, setelah Dow Jones mencatatkan kenaikan sebesar +0,96%, S&P 500 menguat +1,76% dan Nasdaq melonjak +4,01%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG turun 21,54 poin (-0,43%) ke level 5.031,26 pada akhir pekan. Investor asing membukukan aksi net buy di pasar reguler sebesar Rp 46 miliar. Sepanjang minggu lalu, IHSG berhasil bergerak naik +1,16%, dengan investor asing lagi-lagi membukukan net sell sebesar Rp 241 miliar di pasar reguler.

IHSG akhirnya berhasil menembus level psikologisnya di angka 5.000 pada tengah pekan lalu, didorong oleh sentimen positif baik dari dalam negeri dan global. Naiknya saham-saham yang bergerak di sektor perbankan, setelah muncul kabar dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan menempatkan dana triliunan tidak hanya ke bank Himbara saja, tetapi juga di bank swasta dan Bank Pembangunan Daerah menjadi katalis positif yang mendorong kenaikan IHSG. Di sisi lain, penguatan IHSG pekan lalu juga ditopang oleh menguatnya market saham Asia yang dimotori oleh pasar saham Tiongkok, setelah terdorong oleh rilis data pemulihan di sektor manufaktur China, serta membanjirnya likuiditas di pasar akibat gelontoran stimulus yang telah dilakukan oleh pemerintah China. Kebangkitan aktivitas ekonomi Tiongkok tersebut berhasil mendorong optimisme pelaku pasar yang mengharapkan pemulihan ekonomi pasca wabah Covid-19 dapat sesuai dengan proyeksi.

Secara teknikal IHSG masih terlihat bergerak naik. Setelah berhasil kembali menembus dan bertahan diatas level psikologis 5.000, IHSG akan mencoba untuk melewati resistance 5.139 pada pekan ini. Apabila dapat dilampaui, maka IHSG akan membentuk pola higher high dan berpeluang menuju resistance selanjutnya di level 5.288. Sementara untuk level support IHSG pada pekan ini, diperkirakan akan berada di 4.975. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan bergerak positif.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan pada hari rabu dan Rapat Dewan Gubernur BI pada hari kamis. Jika realisasi dari data ekspor-impor dan neraca perdagangan lebih baik dari periode sebelumnya, serta BI kembali melanjutkan relaksasi kebijakannya dengan menurunkan suku bunga acuannya kembali sebesar 25 bps menjadi 4%, ini akan menjadi harapan bagi IHSG untuk tetap bertahan di atas level 5.000 dan melanjutkan reli penguatannya kembali. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Senin 13 Juli 2020 : Pernyataan Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) Bailey
  • Selasa 14 Juli 2020 : Rilis data perdagangan Inggris, Rilis indeks sentimen ekonomi Jerman, Rilis data inflasi AS
  • Rabu 15 Juli 2020 : Keputusan suku bunga dan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ), Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 16 Juli 2020 : Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data GDP China, Rilis data pekerjaan Inggris, Kebijakan Suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data penjualan ritel AS
  • Jum’at 17 Juli 2020 : Pernyataan Gubernur BOE Bailey

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan uptrend-nya selama mampu bertahan diatas level psikologis 5000. Meski terlihat relatif aman, namun IHSG juga masih dibayangi kekhawatiran pelaku pasar akan lonjakan kasus baru korona di AS dan beberapa negara lainnya, serta potensi memanasnya kembali hubungan AS-China. Pasar juga tengah menanti rilis kinerja keuangan emiten di kuartal ke-2 tahun ini. Apabila laporan laba lebih baik dibanding harapan pelaku pasar, maka akan mendorong pergerakan yang positif. Akan tetapi, jika yang terjadi sebaliknya IHSG cenderung akan terkoreksi.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/