IHSG Berpotensi Melanjutkan Uptrend Menguji Resistance Gap

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil menorehkan level rekor tertinggi baru lagi, didorong oleh kenaikan saham Apple yang menguat lebih dari 5 persen, setelah survei bisnis menunjukkan menggeliatnya ekonomi AS. Menurut Survei IHS Markit, aktivitas bisnis di AS kembali ke level tertinggi sejak awal 2019 pada bulan Agustus, karena perusahaan manufaktur dan jasa memperlihatkan order baru yang melonjak. Laporan lain menunjukkan penjualan rumah AS periode Juli naik pada rekor kecepatan untuk bulan kedua berturut-turut dan harga rumah mencapai posisi tertinggi sepanjang masa. Dow Jones ditutup naik 190,6 poin (+0,69%) ke level 27.930,33 poin, S&P 500 menguat 11,65 poin (+0,34%) menjadi 3.39716 dan Nasdaq bertambah 46,85 poin (+0,42%) menjadi 11.311,8. Secara mingguan, kinerja Dow Jones hampir tidak berubah, sedangkan S&P 500 naik +0,72% dan Nasdaq melonjak +2,65%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG mengakiri perdagangan akhir pekan pada hari rabu sebelum libur karena cuti bersama memperingati Tahun Baru Hijriah, dengan melemah 22,364 poin (-0,42%) ke level 5.272,81. Investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp319 miliar. Meski hanya ada 2 hari perdagangan dalam sepekan, namun IHSG berhasil menguat +0,48%. Sedangkan investor asing kembali mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 283 miliar dalam sepekan.

Penguatan IHSG minggu lalu didukung oleh membaiknya data neraca pembayaran dan neraca dagang Indonesia. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2020 mencatat surplus sebesar US$ 9,2 miliar setelah mengalami defisit sebesar US$ 8,5 miliar. Membaiknya NPI didukung oleh menurunnya defisit transaksi berjalan (CAD) kuartal II-2020 sebesar US$ 2,9 miliar atau setara 1,2% dari PDB, lebih rendah dari defisit pada kuartal I-2020 yang sebesar US$ 3,7 miliar atau 1,4% dari PDB. Data lain menunjukan neraca dagang bulan Juli 2020 tercatat surplus sebesar US$ 3,26 miliar, sehingga sepanjang Januari-Juli 2020 neraca dagang mencetak surplus US$ 8,75 miliar. Sentimen positif ini juga didukung oleh kebijakan BI yang tidak mengubah suku bunga acuannya tetap di level 4%.

Membaiknya data-data ekonomi nasional tersebut, di tengah perkembangan vaksin Covid-19 membuat investor optimistis akan pemulihan ekonomi di kuartal ketiga nanti. Kondisi ini membuat IHSG kembali bergerak naik pada minggu lalu. Secara teknikal, IHSG masih berada di fase uptrend setelah berhasil membuat pola higher high lagi dengan melewati level psikologis 5.300, meski akhirnya di tutup di level 5.272. Pergerakan IHSG masih bergerak naik dan berpeluang melanjutkan uptrend-nya menuju target di area resistance channelnya di level 5364. Terdapat gap di 5364–5498 yang akan menjadi resisten kuat dan menjadi alasan IHSG untuk berkonsolidasi setelah mengalami reli kenaikan. Sedangkan untuk area level support terdekat IHSG diperkirakan akan berada dikisaran 5187-5145 dan support selanjutnya dikisaran area 5006-5000.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar di pekan ini antara lain :

  • Selasa 25 Agustus 2020 : Rilis data GDP Jerman
  • Rabu 26 Agustus 2020 : Rilis data durable goods orders AS
  • Kamis 27 Agustus 2020 : Rilis data GDP AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell, Jackson Hole Symposium.
  • Jumat 28 Agustus 2020 : Rilis data GDP Prancis, Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Jackson Hole Symposium

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan minggu ini IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikannya menguji area resistance uptrend channelnya di 5364. Terdapat gap dikisaran 5364–5498 yang akan menjadi resisten cukup kuat bagi IHSG untuk dapat dilewati setelah mengalami recovery dari crash di bulan maret lalu. Apabila gagal melewati gap tersebut, maka IHSG berpotensi melemah dan akan mengalami konsolidasi dulu. Faktor yang akan menjadi penggerak IHSG minggu ini adalah perkembangan terbaru terkait vaksin Covid-19, meningkatnya tensi politik dan perdagangan antara AS-China, serta belum adanya kemajuan terkait pembahasan paket stimulus fiskal lanjutan AS seiring macetnya diskusi antara anggota parlemen AS.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/