Bertahan Di Atas Level Psikologis 5.000, IHSG Kembali On The Track

Bursa Wall Street ditutup di teritori positif pada perdagangan akhir pekan, seiring optimisme terhadap stimulus fiskal AS yang lebih besar. Gedung Putih meningkatkan tawaran paket hingga US$ 1,8 triliun dari sebelumnya US$ 1,5 triliun. Saham-saham teknologi memimpin kenaikan di tengah munculnya harapan akan paket stimulus baru. Penguatan Wall Street juga didorong oleh rilis penelitian di New Journal of Medicine bahwa obat remdesivir dari Gilead Science cukup ampuh dalam terapi pengobatan terhadap pasien korona. Dow Jones ditutup menguat 161,39 poin (+0,57%) menjadi 28.586,9, S&P 500 naik 30,31 poin (+0,88%) ke level 3.477,14 dan Nasdaq meningkat 158,96 poin (+1,39%) ke posisi 11.579,94. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil naik, dengan Dow Jones menguat +3,27%, S&P 500 meningkat +3,84% dan Nasdaq melonjak +4,56%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat tipis 14,521 poin (+0,29%) ke level 5.053,663 pada akhir pekan. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 92 miliar di pasar reguler. Secara mingguan IHSG berhasil menguat +2,58%, meski investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp 1,13 triliun di pasar reguler.

IHSG terus bergerak menguat tanpa jeda dalam 5 hari perdagangan berturut-turut selama sepekan. Praktis tak seharipun IHSG mampir ke zona merah pada minggu lalu. Pendorong penguatan IHSG berasal dari sambutan positif pelaku pasar terhadap pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja. Merespon pengesahan UU tersebut, saham sektor properti, real estate, dan konstruksi bangunan, serta produsen semen dan beton, mulai unjuk gigi dan memimpin penguatan karena adanya klausul pelonggaran bagi warga asing untuk memiliki aset properti mewah di Indonesia. Aksi demo penolakan Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan oleh mahasiswa dan buruh, serta turunnya cadangan devisa hampir sebesar US$ 2 miliar per akhir September, tidak cukup untuk menghentikan reli penguatan IHSG.

Secara teknikal IHSG berhasil kembali ke atas level psikologis 5.000 setelah menembus ke atas short term downtrend resistline (garis turun warna merah) seperti terlihat pada gambar chart di bawah ini. Penembusan resistance tersebut telah mengakhiri tren penurunan jangka pendek IHSG, sehingga berpeluang melanjutkan kenaikannya di dalam uptrend channel jangka menengah (dua garis uptrend paralel warna hitam).

Untuk minggu ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 4.991-5.000. Dan untuk level resistance IHSG diperkirakan akan berada dikisaran 5.142-5.187. Indikator teknikal MACD yang mulai golden cross mengindikasikan bahwa IHSG cenderung bergerak positif.

Sentimen penggerak IHSG pekan ini dari hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada hari selasa dan rilis data perdagangan bulan September pada hari kamis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada minggu ini antara lain : 

  • Selasa 13 Oktober 2020 : Rilis data pekerjaan Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Kamis 15 Oktober 2020 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data inflasi China
  • Jum’at 16 Oktober 2020 : Rilis data penjualan ritel AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada pekan lalu disambut baik oleh pelaku pasar, karena dianggap bisa memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. IHSG telah keluar dari tekanan tren turun jangka pendeknya dan mulai kembali on the track di dalam uptrend channel jangka menengahnya. Namun reli penguatan IHSG dalam 5 hari berturut-turut pada pekan lalu, membuka potensi terjadinya konsolidasi dan aksi profit taking sementara di awal pekan. Akan tetapi selama IHSG masih mampu bertahan di atas level psikologis 5.000, maka koreksi yang terjadi bisa dianggap sebagai thrown back wajar.

Meski demikian tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada apabila market kembali dipenuhi ketdakpastian lagi. Tetap kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/